PERMAINAN PESAN BERANTAI
UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI
TEKS BERITA
KELAS VIII SMPN 1 MEJAYAN
![]() |
Oleh : Demiana Diah Agustin, S.Pd,
Guru SMPN 1 Mejayan Kab. Madiun
|
ABSTRAK
Kemampuan
menyimak dalam pelajaran bahasa
Indonesia memiliki arti yang sangat penting dalam penerapan kehidupan
sehari-hari. Dengan penguasaan kemampun menyimak siswa diharapkan dapat
mengemukakan gagasannya secara langsung di depan publik. Keterampilan
pengungkapan gagasan ini harus dilakukan dengan menggunakan bahasa yang baik
dan benar serta sistematis dalam menyusun kalimat demi
kalimat.
Permainan
pesan berantai bertujuan untuk: 1. Mengetahui
aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. 2.
Mengetahui peningkatan hasil belajar
siswa materi teks berita setelah menggunakan permainan pesan berantai
Berdasarkan
hasil kegiatan menggunakan permainan berantai aktivitas dan hasil belajar siswa
kelas VIII SMPN 1 Mejayan meningkat. Peningkatan dan aktivitas belajar siswa ditandai dengan meningkatnya keaktifan siswa dan
perhatian siswa terhadap
penjelasan guru. Siswa berani mengungkapkan pendapat dan kondisi pembelajaran
lebih menyenangkan. Sedangkan peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari
keberhasilan dalam mencapai KKM sebanyak 25 siswa dari 28. siswa telah mencapai
KKM. Dari hasil tersebut menunjukan permainan pesan berantai dapat meningkatkan
minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi ”Teks
Berita”.
Latar Belakang Masalah
Berbicara tentang pendidikan,
sebenarnya menyangkut usaha sadar membantu anak menuju kedewasaan baik dari
segi fisik maupun psikis, yang dilakukan dan dilaksanakan oleh orang dewasa
secara sadar dan penuh tanggung jawab untuk menumbuhkembangkan potensi sumber
daya manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran yang diselenggarakan pada semua
satuan dan jenjang pendidikan.
Boleh
dikatakan bahwa dunia pendidikan adalah dunia guru, rehabilitasi anak didik
(murid), sebab guru merupakan faktor yang sangat penting dalam pendidikan.
Seorang guru dijadikan sebagai motor penggerak dalam sebuah pendidikan
khususnya, dalam proses belajar mengajar (PBM).
Guru
merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. Dengan peranannya
sekarang, guru tidak menjadi satu-satunya orang yang paling tahu di dalam
kelas. Guru lebih berperan menyediakan
berbagai sumber belajar, serta memberi bantuan dan kesempatan kepada siswa
untuk lebih banyak berlatih, maka guru sebagai fasilitator.
Dalam
usaha memberi bantuan, guru memerlukan cara (metode mengajar) yang tepat dan
sesuai yaitu metode-metode yang sesuai dengan keterampilan berbahasa yang
diajarkan yang dapat memudahkan siswa dalam proses belajar. Melatih
keterampilan berbahasa berarti pula melatih kemampuan berfikir (Guntur Tarigan
1996:1).
Bahasa
memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional
peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua
bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal
dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan,
berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan
serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.
Kualitas pengajaran bahasa dan sastra
Indonesia di sekolah rendah disebabkan banyak faktor yaitu banyaknya isi
pengajaran yang telah terlupakan dalam jangka waktu tertentu. Kemungkinan penyebabnya itu berasal dari aspek pengajaran
bahasa yang terlalu menekankan pada belajar hafalan dan kekeliruan mengajarkan
konteks.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup
komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek
mendengarkan, berbicara, membaca, dan
menulis. Setiap aspek itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan
lainnya. Setiap aspek itu erat pula berhubungan dengan proses-proses berfikir
yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin
terampil seseorang berbahasa semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya.
Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktek dan
latihan. Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan
berfikir.
Menyimak
adalah kegiatan mengekspresikan gagasan, perasaan dan kehendak pembicaraan
yang perlu diungkapkan kepada orang lain dalam bentuk ujaran, oleh karenanya
dalam kegiatan menyimak, pembicara dan
pendengar merupakan faktor yang utama dalam menciptakan kegiatan yang
komunikatif.
Berbicara
adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi kata-kata untuk mengekspresikan
menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan (H.G. Tarigan, 1981
: 3). Sebagai perluasan dari batasan ini dapat kita katakan bahwa berbicara
merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar dan yang kelihatan yang
memanfaatkan sejumlah otot-otot dan jaringan otot tubuh manusia demi maksud dan
tujuan gagasan atau ide yang dikombinasikan.
Dengan
demikian maka berbicara itu lebih daripada hanya sekedar mengucapkan
bunyi-bunyi atau kata-kata. Berbicara adalah suatu alat untuk mengkomunikasikan
gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai kebutuhan-kebutuhan sang
pendengar atau penyimak.
Tujuan
utama dari berbicara adalah untuk berkomunikasi. Agar dapat menyampaikan
perilaku secara efektif, maka seyogyanya sang pembicara memahami makna segala
sesuatu yang ingin dikomunikasikan. Pembicara harus mampu mengevaluasi efek
komunikasinya terhadap pendengarnya dan dia harus mengetahui prinsip-prinsip
yang mendasari segala situasi pembicaraan, baik secara umum maupun perorangan.
Komunikasi mempersatukan para individu ke dalam kelompok-kelompok dengan jalan
menghamburkan konsep-konsep umum, memelihara serta mengawetkan ikatan-ikatan
kepentingan umum, menciptakan suatu kesatuan lambang-lambang yang membedakannya
dari kelompok-kelompok lain, dan menetapkan suatu tindakan tersebut tidak akan
ada serta dapat bertahan lama tanpa adanya masyarakat-masyarakat bahasa. Dengan
perkataan lain masyarakat berada dalam komunikasi linguistic (H.G. Tarigan,
1981 : 6).
Kemampuan menyimak
dalam pelajaran bahasa Indonesia memiliki arti yang sangat penting dalam
penerapan kehidupan sehari-hari. Dengan penguasaan kemampun menyimak siswa diharapkan dapat mengemukakan
gagasannya secara langsung di depan publik. Keterampilan pengungkapan gagasan
ini harus dilakukan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar serta sistematis dalam menyusun kalimat demi
kalimat.
Pembelajaran menyimak secara terpadu dan mendapat perhatian
yang sama dengan keterampilan berbahasa yang lain. Namun dalam pembelajaran di
sekolah, hal tersebut belum terlaksana dengan baik. Pembelajaran menyimak masih
kurang mendapat perhatian dan sering kali diremehkan oleh siswa maupun guru.
Mereka beranggapan bahwa semua orang yang normal pasti dapat menyimak.
Keterampilan menyimak akan dikuasaioleh siswa secara otomatis. Pandangan
seperti itu seharusnya dihilangkan. Keterampilan menyimak untuk memperoleh
pemahaman terhadap wacana lisan tidak akan terbentuk secara otomatis atau hanya dengan perintah supaya
mendengarkan saja.
Alternatif untuk mengatasi kendala dalam proses pembelajaran
menyimak adalah pengembangan media permainan pesan berantai. Pemanfaatan media
pembelajaran yang menarik dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa untuk belajar sehingga
diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Atas
dasar harapan dan kenyataan di atas dalam kesempatan ini penulis berharap agar
kemampuan siswa dalam menyimak teks
berita secara semakin meningkat.
Rumusan Masalah
Dalam
pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi keterampilan menyimak melalui teks berita
secara lisan tidak menarik sehingga kemampuan siswa dalam menyimak kurang baik.
Hal ini disebabkan rendahnya motivasi belajar siswa, kelayakan atau kemampuan guru yang
tidak memenuhi syarat.
Berdasarka
permasalahan di atas maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut :
Apakah dengan menggunakan media permainan pesan berantai dapat meningkatkan
hasil keterampilan menyimak pelajaran
bahasa Indonesia materi “Teks Berita” kelas VIII SMPN 1 Mejayan?
Tujuan
1. Menunjukan kepada guru bahwa dengan
permainan pesan berantai dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam keterampilan
menyimak
2. Memotivasi guru agar berusaha
melakukakan demontrasi atau percobaan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga
siswa senang dalam belajar bahasa Indonesia
3. Untuk mengetahui peningkatan hasil
pembelajaran bahasa Indonesia pada materi “Teks Berita”
Manfaat
1. Bagi guru
a. Sebagai upaya dan meningkatkan
kualitas mengajar
b. Dapat digunakan untuk transfer model
pengembangan selain bidang bahasa
c. Sebagai pengalaman baru untuk
meningkatkan praktek pembelajaran di kelas menjadi lebih profesioanal.
2. Bagi anak didik
a. Memiliki pengalaman belajar baru yang
menyenangkan, bermakna dan meningkatkan kemampuan dalam menyimak dan berbicara.
b. Mengalami variasi belajar yang
menyenangkan, ingatan membekas lebih lama.
Dampak
Permainan pesan berantai ini berdampak secara lansung kepada hasil
belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hasil belajar siswa pada
saat pembelajaran meningkat dibandingkan dengan hasil belajar belajar tanpa
menggunakan media pembelajaran
Kajian Pustaka
1.
Pengertian Permainan
Hamalik dalam Azhar (2003:15)
menyatakan dengan penggunaan media pengajaran, dapat dengan mudah membangkitkan
keinginan dan motivasi bagi
siswa serta dapat pula digunakan untuk memberikan rangsangan dalam kegiatan
pembelajaran sehingga penggunaannya dapat sangat mengefektifkan kegiatan
pembelajaran. Dengan jalan membangkitkan keinginan dan motivasi siswa maka akan
menambah minat siswa dalam mengikuti suatu
pembelajaran sehingga akan sangat membantu pemahaman siswa pada materi
yang diajarkan
Djamari,
Bahri, Syaiful (2005:21) berpendapat bahwa bermain merupakan kegiatan seseorang
untuk memperoleh kesenangan. Bermain dapat mempengaruhi perkembangan fisik,
kreatifitas, dan tingkah laku social anak,
Bermain
games seperti pesan berantai sangat mengasyikkan. Manfaat dari permainan ini
adalah melatih kecepatan dalam berfikir, melatih konsentrasi juga konsentrasi
dalam pengucapan kalimat. Terpenting dari permainan ini adalah tentang cara seseorang
memanage memori atau ingatan yang baru saja ia terima lalu memanggil kembali
dalam waktu yang relatif sebentar.
2.
Pengertian menyimak
Keterampilan berbahas mencakup
empat kegiatan yang meliputi keterampilan berbicara, keterampilan menulis dan
keterampilan membaca. Salah satu kegiatan yang paling penting namun sering
ditinggalkan ialah kegiatan keterampilan menyimak. Kegiatan menyimak saling
berhubungan dengan satu sama lain.
Menyimak merupakan kegiatan meresepsi, mengolah serta mengintepretasi
suatu permasalahan dengan melibatkan panca indera seseorang. Menyimak
berhubungan dan bermanfaat dengan menyimak dan berbicara, menyimak dan membaca
serta ekspresi lisan dan ekspresi menulis
Tarigan mengatakan bahwa menyimak
adalah suatu proses kegiatan
mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman,
apresiasi, serta intepretasi untuk memperoleh informasi, menangkap makna
komunikasi yang disampaikan oleh sang
pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Sedangkan menurut Russell&Russell;
Anderson dalam Tarigan : 1994) menyimak adalah proses besar mendengarkan,
mengenal, serta mengintepretasikan lambang-lambang lisan. Menyimak dapat pula
bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi.
(https:// ariefulmuni.wordpress.com)
Jadi, kesimpulannya menyimak adalah
suatu proses kegiatan mendengarkan bunyi-bunyi nonbahasa dan bunyi bahasa penuh
pemahaman, perhatian, apresiasi, serta interpretasi, dengan menggunakan
aktivitas telinga dalam menangkap pesan yang diperdengarkan untuk memperoleh
informasi dan memahami isi yang disampaikan bunyi tersebut.
3.
Pengertian Berita
Yang dimaksud dengan berita adalah
suatu laporan cepat mengenai peristiwa terbaru dan penting untuk disampaikan
kepada masyarakat. Berita dapat disajikan dalam bentuk surat kabar, radio,
siaran tv maupun media online. Atau arti lain dari berita yaitu suatu informasi
mengenai fakta atau suatu yang sedang terjadi. Biasanya disampaikan dalam
bentuk media cetak, siaran tv, radio, mulut ke mulut, dan media
online.(www.ngelmu.id)
Ide Dasar
Dalam pelajaran bahasa Indonesia menyimak merupakan
bagian dari keempat aspek keterampilan berbahasa . keterampilan
menyimak perlu diajarkan kepada siswa
secara berkesinambungan agar menghasilkan kemampuan dalam berbahasa Indonesia
yang baik dan benar saat berkomunikasi secara langsung.
Kiprah dilapangan pembelajaran menyimak belum dilaksanakan secara optimal masih
menggunakan motede konvensional dan
kurang inovatif. Ironisnya materi menyimak
masih dianggap sebagai pelajaran yang diremehkan dan membosankan bagi
beberapa siswa. Rendahnya motivasi belajar siswa, kelayakan, atau kemampuan
guru tidak memenuhi syarat
Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis
membuat suatu inovasi dalam “pembelajaran menyimak melalui sebuah permainan
menyampaikan “teks berita” secara lisan melalui pesan berantai.. Dengan permainan pesan berantai
diharapkan kemampuan dan minat siswa dalam pembelajaran menyimak siswa semakin
meningkat
Rancangan Karya
Inovasi Pemebelajaran
Rancanagan karya inovatif kelas pembelajaran yang
digunakan didasarkan atas kesederhanaan model pembelajaran sehingga mudah
dilaksanakan, menyenangkan karena mengandung unsur kompetitif dan lebih
berkesan. Atas dasar
pertimbangan tersebut maka diharapkan siswa cepat hafal, mengerti dan diingat
dalam waktu yang relatif lama. Selain itu siswa juga bisa berpikir kreatif dan
kompetitif.
Permainan
pesan berantai teks berita merupakan hasil modifikasi permainan pesan berantai
asli. Perbedaannya adalah penggunaan media surat kabar yang dibacakan oleh
salah satu kelompok, kemudian
didengarkan oleh salah satu anggota kelompok lain dan disampakan kepada
anggotanya masing-masing kelompok.
Prosedur pembuatan media permainan berantai
dilaksanakan dalam langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Tahap perencanaan
a.
Bahan :
-
Botol sirup bekas
-
Kertas emas warna bebas
-
Gunting dan lem
-
Koran dengan berita terbaru

b.
Tahap pelaksanaan/proses pembuatan
-
Sediakan botol sirup bekas
-
Sediakan kertas emas dengan ukuran 15 cm
X 15 cm


-
Gunting potongan berita yang ada di
koran (pilih berita yang menarik)

-
Tempelkan potongan berita tersebut pada
kertas emas


-
Gulung kertas emas yang sudah ada
potongan teks berita

-
Masukan gulungan kertas tersebut dalam
botol

c.
Tahap Penyelesaian

Proses Penemuan/Pembaruan
Proses awal penemuan/pembaruan
sebuah karya cipta inovasi atau inovasi yang melihat sebuah produk yang
dihasilkan orang lain dalam disiplin ilmu yang lain.khusunya produk atau media
di dalam permainan pesan berantai dalam pembelajaran teks berita lebih menarik
dibandingkan dengan yang menggunakan media konvensional. Dari inovasi ini
penulis merenung dan berfikir, mengapa pembelajaran bahasa Indonesia pada
materi ” Teks Berita” selama ini kurang menarik. Dalam proses ini terjadi
pengendapan-pengendapan berbagai ide-ide yang muncul secara bersamaan.
Banyaknya ide-ide yang bermunculan untuk merealisasikan sebuah media permainan belajar yang juga
memanfaatkan sarana yang ada dengan sebuah polesan kreatif untuk menghasilkan
sebuah media/permainan belajar yang baru.
Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran
1. Implentasi dalam pembelajaran
Aplikasi praktis dalam kegiatan
pembelajaran bahasa Indonesia materi
”teks berita” sebagai berikut :
a.
Pada proses pembelajaran, siswa dibagi
menjadi 6 kelompok dengan masing-masing anggota 5 orang
b.
Sebelum permainan dimulai setiap
kelompok diberi kesempatan menunjuk
salah satu anggotanya untuk berada di luar kelas
c.
Permainan dimulai dari kelompok 1 untuk
mengambil salah satu pesan yang ada di dalam botol
d.
Pesan yang sudah diambil kemudian dibaca
di depan kelas, kelompok lain mendengarkan
e.
Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan salah satu anggota yang akan
menyampaikan informasi/ pesan kepada salah satu anggota yang ada di luar kelas
f.
Pada saat menyampaikan informasi/pesan
setiap anggota diberi waktu 5 menit
g.
Anggota yang berada di luar kelas masuk
ke dalam kelas kemudian diberi kesempatan untuk menyampaikan informasi/ pesan
yang baru saja dia dengar dari anggota lainnya. Jika pesan yang disampaikan
lengkap dan jelas maka akan memperoleh nilai baik, begitu juga sebalinya kalau
informasi/pesan kurang akan mendapat nilai kurang
h.
Setiap kelompok akan mendapatkan giliran
satu kali untuk melakukan permainan dalam satu kali putaran
i.
Setiap kelompok diminta untu
menyampaikan kesimpulan dari kegiatan pembelajaran bermain pesan berantai serta
memberi penilaian kelompok yang lainnya
j.
Setiap kelompok yang berhasil memperoleh
nilai tertinggi pada permainan pesan berantai materi teks berita akan mendapat
reward sesuai kriteria
2. Foto kegiatan dalam implementasi
pembelajaran




3. Kendala dan upaya perbaikan
Penggunaaan media/permainan”Pesan
Berantai Materi Teks berita” dalam kegiatan belajar mengajar memiliki beberapa
kendala antara lain :
a.
Pada saat persiapan memerlukan waktu
beberapa menit, sehingga waktu yang sebenarnya digunakan untuk materi digunakan
untuk persiapan. Upaya yang dilakukan adalah persiapan dilaksanakan sebelum jam
pelajaran dimulai
b.
Media botol yang terbuat dari kaca mudah
pecah. Upaya yang dilakukan mengganti dengan botol dari plastik.
4. Kelebihan dan kekurangan
Pembuatan media dan permainan
pesan berantai ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari
media/permainan ini adalah sebagai berikut :
a.
Pembelajaran lebih menarik dan
menyenangkan
b.
Merangsang anak untuk mengetahui lebih
jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji.
c.
Pesan informasi teks berita mudah
dipahami
Sedangkan kekurangan dari media ini antara lain :
a.
Harus menggunakan berita yang aktual dan update
b.
Dalam penyusunan dan pembuatan
dibutuhkan waktu yang cukup lama
d.
Data Hasil Aplikasi Paraktis Inovasi
Pembelajaran
Pengambilan data dilakukan
sebanyak dua kali yaitu pada saat observasi dan pada saat penerapan
pembelajaran menggunakan media/permainan pesan berantai. Pada tahap observasi
dan pelaksanaan dilakukan pengamatan tentang aktivitas siswa dan akhir
pelajaran dilakukan tes tulis untuk mengukur keberhasilan siswa. Data yang
diperoleh dari kegiatan observasi dan pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut
:
Tabel 1 : Nilai Tes Tulis

e.
Analisis Data Hasil Aplikasi Praktis
Inovasi Pembelajaran
Analisis pembelajaran dan
penggunanaan media/permainan pesan berantai sebagai berikut :
Tabel 2 : Analisis Pembelajaran

Ket : KKM : 80
Berdasarkan tabel di atas dapat
dijelaskan bahwa dengan menerapkan penggunaan media/permainan pesan berantai
diperoleh hasil nilai tes tertinggi pada saat observasi (kegiatan 1) 87 dan
pada saat pelaksanaan (kegiatan 2) adalah 93. Nilai tes terendah pada kegiatan
1 adalah 67 sedangkan pada kegiatan 2 adalah 73. Siswa yang mendapat nilai 93
pada tahap pelaksanaan sebanyak 12 anak (43%). Siswa yang mendapat 87 pada
kegiatan 1 sebanyak 6 anak (21%). Sedangkan siswa yang mendapat nilai 87 pada
kegiatan 2 adalah 9 anak (39%). Siswa yang mendapat nilai 80 pada kegiatan 1
adalah 5 anak (18%), sedangkan yang mendapat nilai 80 pada kegiatan 2 adalah 2
anak (7%). Siswa yang mendapatkan nilai 73 pada kegiatan 1 adalah 8 anak (29%)
sedangkan kegiatan 2 adalah 3 anak (11%). Siswa yang mendapat nilai 67 pada
kegiatan 1 adalah 9 anak (32%). Nilai rata-rata menyimak teks berita pada
kegiatan 1 adalah 75 dan pada kegiatan 2 adalah 88. Ketuntasan belajar yang
dicapai pada kegiatan 1 adalah 39% dan pada kegiatan 2 adalah 89%
Selanjutnya untuk mengetahui
kenaikan prestasi belajar bahasa Indonesia materi teks berita menggunakan
permainan pesan berantai dapat dilihat pada diagram di bawah ini :

Berdasarkan diagram di atas dijelaskan
bahwa nilai rata-rata pada dijelaskan
bahwa nilai rata-rata pada kegiatan 1 sebesar 75 sedangkan nilai rata-rata pada
kegiatan 2 sebesar 88. Hal ini berarti bahwa terjadi kenaikan nilai rata-rata
sebesar 13. Disamping itu , dapat dijelaskan pula bahwa presentasi ketuntasan
belajar klasikal pada kegiatan 1 : 39% sedangkan ketuntasan belajar pada kegiatan
2 : 89%. Hal itu berarti bahwa tetuntasan belajar klasikal naik sebesar 50%
Diseminasi
Permainan/media
pesan berantai ini telah diinformasikan dan didiseminasikan kepada
teman penulis dalam lingkup sekolah dan MGMPS. Tujuan diseminasi ini adalah agar
guru SMPN 1 Mejayan mengetahui bahwa pembuatan media permainan pesan berantai
bisa digunanakan bidang studi yang lain selain bahasa Indonesia. Selanjutnya
penulis membimbing guru yang ingin membuat media pesan pesan berantai :
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada
kegiatan belajar mengajar akan berlangsung dengan baik dan kondusif apabila
suasana dan kondisi proses belajar mengajar yang terkait akan tercapai. Hal ini
dipengaruhi oleh guru, aktifitas siswa, pihak sekolah dan orang tua serta lingkungan
yang kondusif dan mendukung pendidikan itu khusunya dalam pendidikan formal
bahwa guru dan mutu pembelajaran serta keaktivan siswa dalam merespon informasi
yang ada.
Dalam
usaha meningkatan kemampuan siswa, guru harus mampu meningkatkan proses belajar
mengajar. Peningkatan tersebut dapat dicapai dengan pemilihan metode yang
tepat, penggunaan media yang sesuai, berfariasi dan mengadakan evaluasi yang
terarah serta terencana.
Selain
hal tersebut diatas guru harus mampu dan pandai menciptakan situasi belajar
yang menyenangkan sehingga siswa tertarik terhadap kegiatan yang disajikan
guru. Dengan demikian dapat menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi.
Berpijak
dari hasil penenelitian dan analisis data sesuai dengan judul penelitian ini :
“Permainan Pesan Berantai untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak pada
Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Berita Kelas VIII SPMN 1 Mejayan”
diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.
Prestasi siswa terhadap materi teks
berita meningkat
2.
Sikap siswa terhadap penggunaan permainan
pesan berantai pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi teks berita
meningkat. Hal ini pada saat pembelajaran siswa menunjukan rasa antusias, rasa
ingin tahu yang tinggi serta menyelesaikan tugas dengan benar.
Saran-saran
Berdasarkan dari hasil penelitian tindakan kelas
ini, saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut :
1. Guru
a. Sebaiknya
Guru Bahasa Indonesia khususnya dan semua guru pada umumnya dalam mata
pelajaran apapun, dapat melaksanakan model pembelajaran model yang bervariasi,
disesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasarnya.
b. Diharapkan
guru untuk lebih
meningkatkan kreatifitas dalam pelaksanaan metode pembelajaran.
c. Lebih mengaktifkan siswa untuk
berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.
2. Siswa
Pada
penerapan metode ini siswa harus benar-benar mengikuti petunjuk dan guru selalu membimbing. Sehingga
kebiasaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari dapat mempermudah dalam
mengaitkan pelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan. 2003. Tata
Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan
Nasioanal. 2003. Standar Kompetesi Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.
Kemdikbud.
…Bahasa Indonesia …Kelas VIII. Jakarta: Kemdikbud
Kerangka
Dasar Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini.
Jakarta: Puskur. 2007
Nurgiantoro, Burhan. 1987. Penelitian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jogjakarta: BPFE
Permendiknas No. 50 Tahun 2015. “Pedoman Umum Ejaan yang
Disempurnakan
Tarigan,
Djago. Ketrampilan Menyimak.
Bandung: Angkasa. 1998

Tidak ada komentar:
Posting Komentar