Senin, 01 Oktober 2018


PERMAINAN PESAN BERANTAI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI TEKS BERITA
 KELAS VIII SMPN 1 MEJAYAN

Oleh : Demiana Diah Agustin, S.Pd, 
Guru SMPN 1 Mejayan Kab. Madiun

ABSTRAK
Kemampuan  menyimak  dalam pelajaran bahasa Indonesia memiliki arti yang sangat penting dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Dengan penguasaan kemampun menyimak siswa diharapkan dapat mengemukakan gagasannya secara langsung di depan publik. Keterampilan pengungkapan gagasan ini harus dilakukan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar serta sistematis dalam menyusun kalimat demi kalimat.
Permainan pesan berantai bertujuan untuk: 1. Mengetahui  aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. 2. Mengetahui  peningkatan hasil belajar siswa materi teks berita setelah menggunakan permainan pesan berantai
Berdasarkan hasil kegiatan menggunakan permainan berantai aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Mejayan meningkat. Peningkatan dan aktivitas belajar siswa ditandai  dengan meningkatnya keaktifan siswa dan perhatian siswa terhadap penjelasan guru. Siswa berani mengungkapkan pendapat dan kondisi pembelajaran lebih menyenangkan. Sedangkan peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari keberhasilan dalam mencapai KKM sebanyak 25 siswa dari 28. siswa telah mencapai KKM. Dari hasil tersebut menunjukan permainan pesan berantai dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi ”Teks Berita”.



Latar Belakang Masalah
Berbicara tentang pendidikan, sebenarnya menyangkut usaha sadar membantu anak menuju kedewasaan baik dari segi fisik maupun psikis, yang dilakukan dan dilaksanakan oleh orang dewasa secara sadar dan penuh tanggung jawab untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran yang diselenggarakan pada semua satuan dan jenjang pendidikan.
Boleh dikatakan bahwa dunia pendidikan adalah dunia guru, rehabilitasi anak didik (murid), sebab guru merupakan faktor yang sangat penting dalam pendidikan. Seorang guru dijadikan sebagai motor penggerak dalam sebuah pendidikan khususnya, dalam proses belajar mengajar (PBM).
Guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. Dengan peranannya sekarang, guru tidak menjadi satu-satunya orang yang paling tahu di dalam kelas. Guru lebih berperan  menyediakan berbagai sumber belajar, serta memberi bantuan dan kesempatan kepada siswa untuk lebih banyak berlatih, maka guru sebagai fasilitator.
Dalam usaha memberi bantuan, guru memerlukan cara (metode mengajar) yang tepat dan sesuai yaitu metode-metode yang sesuai dengan keterampilan berbahasa yang diajarkan yang dapat memudahkan siswa dalam proses belajar. Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih kemampuan berfikir (Guntur Tarigan 1996:1).
Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan mem­bantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.
Kualitas pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah rendah disebabkan banyak faktor yaitu banyaknya isi pengajaran yang telah terlupakan dalam jangka waktu tertentu. Kemungkinan penyebabnya itu berasal dari aspek pengajaran bahasa yang terlalu menekankan pada belajar hafalan dan kekeliruan mengajarkan konteks.
Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek mendengarkan, berbicara, membaca,  dan menulis. Setiap aspek itu erat sekali berhubungan dengan tiga keterampilan lainnya. Setiap aspek itu erat pula berhubungan dengan proses-proses berfikir yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Semakin terampil seseorang berbahasa semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan praktek dan latihan. Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berfikir.
Menyimak adalah kegiatan meng­ekspresikan gagasan, perasaan dan kehendak pembicaraan yang perlu diungkapkan kepada orang lain dalam bentuk ujaran, oleh karenanya dalam kegiatan  menyimak, pembicara dan pendengar merupakan faktor yang utama dalam menciptakan kegiatan yang komunikatif.
Berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi kata-kata untuk mengekspresikan menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan (H.G. Tarigan, 1981 : 3). Sebagai perluasan dari batasan ini dapat kita katakan bahwa berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar dan yang kelihatan yang memanfaatkan sejumlah otot-otot dan jaringan otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan atau ide yang dikombinasikan.
Dengan demikian maka berbicara itu lebih daripada hanya sekedar mengucapkan bunyi-bunyi atau kata-kata. Berbicara adalah suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.
Tujuan utama dari berbicara adalah untuk berkomunikasi. Agar dapat menyampaikan perilaku secara efektif, maka seyogyanya sang pembicara memahami makna segala sesuatu yang ingin dikomunikasikan. Pembicara harus mampu mengevaluasi efek komunikasinya terhadap pendengarnya dan dia harus mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari segala situasi pembicaraan, baik secara umum maupun perorangan. Komunikasi mempersatukan para individu ke dalam kelompok-kelompok dengan jalan menghamburkan konsep-konsep umum, memelihara serta mengawetkan ikatan-ikatan kepentingan umum, menciptakan suatu kesatuan lambang-lambang yang membedakannya dari kelompok-kelompok lain, dan menetapkan suatu tindakan tersebut tidak akan ada serta dapat bertahan lama tanpa adanya masyarakat-masyarakat bahasa. Dengan perkataan lain masyarakat berada dalam komunikasi linguistic (H.G. Tarigan, 1981 : 6).
Kemampuan menyimak  dalam pelajaran bahasa Indonesia memiliki arti yang sangat penting dalam penerapan kehidupan sehari-hari. Dengan penguasaan kemampun menyimak  siswa diharapkan dapat mengemuka­kan gagasannya secara langsung di depan publik. Keterampilan pengungkapan gagasan ini harus dilakukan dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar serta sistematis dalam menyusun kalimat demi kalimat.
Pembelajaran menyimak secara terpadu dan mendapat perhatian yang sama dengan keterampilan berbahasa yang lain. Namun dalam pembelajaran di sekolah, hal tersebut belum terlaksana dengan baik. Pembelajaran menyimak masih kurang mendapat perhatian dan sering kali diremehkan oleh siswa maupun guru. Mereka beranggapan bahwa semua orang yang normal pasti dapat menyimak. Keterampilan menyimak akan dikuasaioleh siswa secara otomatis. Pandangan seperti itu seharusnya dihilangkan. Keterampilan menyimak untuk memperoleh pemahaman terhadap wacana lisan tidak akan terbentuk secara otomatis  atau hanya dengan perintah supaya mendengarkan  saja.
Alternatif untuk mengatasi kendala dalam proses pembelajaran menyimak adalah pengembangan media permainan pesan berantai. Pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dapat membangkitkan minat dan motivasi siswa untuk belajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Atas dasar harapan dan kenyataan di atas dalam kesempatan ini penulis berharap agar kemampuan siswa dalam menyimak  teks berita secara  semakin meningkat.

Rumusan Masalah
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi  keterampilan menyimak melalui teks berita secara lisan tidak menarik sehingga kemampuan siswa dalam menyimak kurang baik. Hal ini disebabkan rendahnya motivasi belajar siswa, kelayakan atau kemampuan guru yang tidak memenuhi syarat.
Berdasarka permasalahan di atas maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut : Apakah dengan menggunakan media permainan pesan berantai dapat meningkatkan hasil keterampilan menyimak  pelajaran bahasa Indonesia materi “Teks Berita” kelas VIII SMPN 1 Mejayan?

Tujuan
1.   Menunjukan kepada guru bahwa dengan permainan pesan berantai dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam keterampilan menyimak
2.   Memotivasi guru agar berusaha melakukakan demontrasi atau percobaan dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga siswa senang dalam belajar bahasa Indonesia
3.   Untuk mengetahui peningkatan hasil pembelajaran bahasa Indonesia pada materi “Teks Berita”

Manfaat
1.   Bagi guru
a.    Sebagai upaya dan meningkatkan kualitas mengajar
b.   Dapat digunakan untuk transfer model pengembangan selain bidang bahasa
c.    Sebagai pengalaman baru untuk meningkatkan praktek pembelajaran di kelas menjadi lebih profesioanal.
2.   Bagi anak didik
a.    Memiliki pengalaman belajar baru yang menyenangkan, bermakna dan meningkatkan kemampuan dalam menyimak dan berbicara.
b.   Mengalami variasi belajar yang menyenangkan, ingatan membekas lebih lama.

Dampak
        Permainan pesan berantai ini berdampak secara lansung kepada hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hasil belajar siswa pada saat pembelajaran meningkat dibandingkan dengan hasil belajar belajar tanpa menggunakan media pembelajaran

Kajian Pustaka
1.   Pengertian Permainan
Hamalik dalam Azhar (2003:15) menyatakan dengan penggunaan media pengajaran, dapat dengan mudah membangkitkan keinginan dan motivasi bagi siswa serta dapat pula digunakan untuk memberikan rangsangan dalam kegiatan pembelajaran sehingga penggunaannya dapat sangat mengefektifkan kegiatan pembelajaran. Dengan jalan membangkitkan keinginan dan motivasi siswa maka akan menambah minat siswa dalam mengikuti suatu  pembelajaran sehingga akan sangat membantu pemahaman siswa pada materi yang diajarkan
       Djamari, Bahri, Syaiful (2005:21) berpendapat bahwa bermain merupakan kegiatan seseorang untuk memperoleh kesenangan. Bermain dapat mempengaruhi perkembangan fisik, kreatifitas, dan tingkah laku social anak,
       Bermain games seperti pesan berantai sangat mengasyikkan. Manfaat dari permainan ini adalah melatih kecepatan dalam berfikir, melatih konsentrasi juga konsentrasi dalam pengucapan kalimat. Terpenting dari permainan ini adalah tentang cara seseorang memanage memori atau ingatan yang baru saja ia terima lalu memanggil kembali dalam waktu yang relatif sebentar.

2.   Pengertian menyimak
Keterampilan berbahas mencakup empat kegiatan yang meliputi keterampilan berbicara, keterampilan menulis dan keterampilan membaca. Salah satu kegiatan yang paling penting namun sering ditinggalkan ialah kegiatan keterampilan menyimak. Kegiatan menyimak saling berhubungan dengan satu sama lain.
            Menyimak merupakan kegiatan meresepsi, mengolah serta mengintepretasi suatu permasalahan dengan melibatkan panca indera seseorang. Menyimak berhubungan dan bermanfaat dengan menyimak dan berbicara, menyimak dan membaca serta ekspresi lisan dan ekspresi menulis 
Tarigan mengatakan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan  mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta intepretasi untuk memperoleh informasi, menangkap makna komunikasi yang  disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Sedangkan menurut Russell&Russell; Anderson dalam Tarigan : 1994) menyimak adalah proses besar mendengarkan, mengenal, serta mengintepretasi­kan lambang-lambang lisan. Menyimak dapat pula bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi. (https:// ariefulmuni.wordpress.com)
Jadi, kesimpulannya menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan bunyi-bunyi nonbahasa dan bunyi bahasa penuh pemahaman, perhatian, apresiasi, serta interpretasi, dengan menggunakan aktivitas telinga dalam menangkap pesan yang diperdengarkan untuk memperoleh informasi dan memahami isi yang disampaikan bunyi tersebut.
3.   Pengertian Berita
Yang dimaksud dengan berita adalah suatu laporan cepat mengenai peristiwa terbaru dan penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Berita dapat disajikan dalam bentuk surat kabar, radio, siaran tv maupun media online. Atau arti lain dari berita yaitu suatu informasi mengenai fakta atau suatu yang sedang terjadi. Biasanya disampaikan dalam bentuk media cetak, siaran tv, radio, mulut ke mulut, dan media online.(www.ngelmu.id)

Ide Dasar
Dalam pelajaran bahasa Indonesia menyimak  merupakan  bagian dari keempat aspek keterampilan berbahasa . keterampilan menyimak   perlu diajarkan kepada siswa secara berkesinambungan agar menghasilkan kemampuan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar saat berkomunikasi secara langsung.
Kiprah dilapangan pembelajaran menyimak   belum dilaksanakan secara optimal masih menggunakan motede  konvensional dan kurang inovatif. Ironisnya materi menyimak  masih dianggap sebagai pelajaran yang diremehkan dan membosankan bagi beberapa siswa. Rendahnya motivasi belajar siswa, kelayakan, atau kemampuan guru tidak memenuhi syarat
Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis membuat suatu inovasi dalam “pembelajaran menyimak melalui sebuah permainan menyampaikan “teks berita” secara lisan melalui pesan  berantai.. Dengan permainan pesan berantai diharapkan kemampuan dan minat siswa dalam pembelajaran menyimak siswa semakin meningkat

Rancangan Karya Inovasi Pemebelajaran
Rancanagan karya inovatif kelas pembelajaran yang digunakan didasarkan atas kesederhanaan model pembelajaran sehingga mudah dilaksanakan, menyenangkan karena mengandung unsur kompetitif dan lebih berkesan. Atas dasar pertimbangan tersebut maka diharapkan siswa cepat hafal, mengerti dan diingat dalam waktu yang relatif lama. Selain itu siswa juga bisa berpikir kreatif dan kompetitif.
Permainan pesan berantai teks berita merupakan hasil modifikasi permainan pesan berantai asli. Perbedaannya adalah penggunaan media surat kabar yang dibacakan oleh salah satu kelompok,  kemudian didengarkan oleh salah satu anggota kelompok lain dan disampakan kepada anggotanya masing-masing kelompok.
Prosedur pembuatan media permainan berantai dilaksanakan dalam langkah-langkah sebagai berikut :
1.   Tahap perencanaan
a.    Bahan :
-      Botol sirup bekas
-      Kertas emas warna bebas
-      Gunting dan lem
-      Koran dengan berita terbaru
b.   Tahap pelaksanaan/proses pembuatan
-      Sediakan botol sirup bekas
-      Sediakan kertas emas dengan ukuran 15 cm X 15 cm

-      Gunting potongan berita yang ada di koran (pilih berita yang menarik)
-      Tempelkan potongan berita tersebut pada kertas emas

-      Gulung kertas emas yang sudah ada potongan teks berita
-      Masukan gulungan kertas tersebut dalam botol
c.    Tahap Penyelesaian
Proses Penemuan/Pembaruan
 Proses awal penemuan/pembaruan sebuah karya cipta inovasi atau inovasi yang melihat sebuah produk yang dihasilkan orang lain dalam disiplin ilmu yang lain.khusunya produk atau media di dalam permainan pesan berantai dalam pembelajaran teks berita lebih menarik dibandingkan dengan yang menggunakan media konvensional. Dari inovasi ini penulis merenung dan berfikir, mengapa pembelajaran bahasa Indonesia pada materi ” Teks Berita” selama ini kurang menarik. Dalam proses ini terjadi pengendapan-pengendapan berbagai ide-ide yang muncul secara bersamaan. Banyaknya ide-ide yang bermunculan untuk merealisasikan  sebuah media permainan belajar yang juga memanfaatkan sarana yang ada dengan sebuah polesan kreatif untuk menghasilkan sebuah media/permainan belajar yang baru.

Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran
1.   Implentasi dalam pembelajaran
Aplikasi praktis dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia   materi ”teks berita” sebagai berikut :
a.    Pada proses pembelajaran, siswa dibagi menjadi 6 kelompok dengan masing-masing anggota 5 orang
b.   Sebelum permainan dimulai setiap kelompok diberi kesempatan   menunjuk salah satu anggotanya untuk berada di luar kelas
c.    Permainan dimulai dari kelompok 1 untuk mengambil salah satu pesan yang ada di dalam botol
d.   Pesan yang sudah diambil kemudian dibaca di depan kelas, kelompok lain mendengarkan
e.    Setiap kelompok berdiskusi untuk  menentukan salah satu anggota yang akan menyampaikan informasi/ pesan kepada salah satu anggota yang ada di luar kelas
f.    Pada saat menyampaikan informasi/pesan setiap anggota diberi waktu 5 menit
g.   Anggota yang berada di luar kelas masuk ke dalam kelas kemudian diberi kesempatan untuk menyampaikan informasi/ pesan yang baru saja dia dengar dari anggota lainnya. Jika pesan yang disampaikan lengkap dan jelas maka akan memperoleh nilai baik, begitu juga sebalinya kalau informasi/pesan kurang akan mendapat nilai kurang
h.   Setiap kelompok akan mendapatkan giliran satu kali untuk melakukan permainan dalam satu kali putaran
i.     Setiap kelompok diminta untu menyampaikan kesimpulan dari kegiatan pembelajaran bermain pesan berantai serta memberi penilaian kelompok yang lainnya
j.     Setiap kelompok yang berhasil memperoleh nilai tertinggi pada permainan pesan berantai materi teks berita akan mendapat reward sesuai kriteria
                     
2.   Foto kegiatan dalam implementasi pembelajaran
 

 
 

3.   Kendala dan upaya perbaikan
Penggunaaan media/permainan”Pesan Berantai Materi Teks berita” dalam kegiatan belajar mengajar memiliki beberapa kendala antara lain :
a.    Pada saat persiapan memerlukan waktu beberapa menit, sehingga waktu yang sebenarnya digunakan untuk materi digunakan untuk persiapan. Upaya yang dilakukan adalah persiapan dilaksanakan sebelum jam pelajaran dimulai
b.   Media botol yang terbuat dari kaca mudah pecah. Upaya yang dilakukan mengganti dengan botol dari plastik.
4. Kelebihan dan kekurangan
Pembuatan media dan permainan pesan berantai ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari media/permainan ini adalah sebagai berikut :
a.    Pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan
b.   Merangsang anak untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji.
c.    Pesan informasi teks berita mudah dipahami
Sedangkan kekurangan dari media ini antara lain :
a.     Harus menggunakan berita yang aktual dan update
b.   Dalam penyusunan dan pembuatan dibutuhkan waktu yang cukup lama

d.   Data Hasil Aplikasi Paraktis Inovasi Pembelajaran
Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada saat observasi dan pada saat penerapan pembelajaran menggunakan media/permainan pesan berantai. Pada tahap observasi dan pelaksanaan dilakukan pengamatan tentang aktivitas siswa dan akhir pelajaran dilakukan tes tulis untuk mengukur keberhasilan siswa. Data yang diperoleh dari kegiatan observasi dan pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut :
Tabel 1 : Nilai Tes Tulis

e.    Analisis Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran
                 Analisis pembelajaran dan penggunanaan media/permainan pesan berantai sebagai berikut :
Tabel 2 : Analisis Pembelajaran
       Ket : KKM :  80

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan penggunaan media/permainan pesan berantai diperoleh hasil nilai tes tertinggi pada saat observasi (kegiatan 1) 87 dan pada saat pelaksanaan (kegiatan 2) adalah 93. Nilai tes terendah pada kegiatan 1 adalah 67 sedangkan pada kegiatan 2 adalah 73. Siswa yang mendapat nilai 93 pada tahap pelaksanaan sebanyak 12 anak (43%). Siswa yang mendapat 87 pada kegiatan 1 sebanyak 6 anak (21%). Sedangkan siswa yang mendapat nilai 87 pada kegiatan 2 adalah 9 anak (39%). Siswa yang mendapat nilai 80 pada kegiatan 1 adalah 5 anak (18%), sedangkan yang mendapat nilai 80 pada kegiatan 2 adalah 2 anak (7%). Siswa yang mendapatkan nilai 73 pada kegiatan 1 adalah 8 anak (29%) sedangkan kegiatan 2 adalah 3 anak (11%). Siswa yang mendapat nilai 67 pada kegiatan 1 adalah 9 anak (32%). Nilai rata-rata menyimak teks berita pada kegiatan 1 adalah 75 dan pada kegiatan 2 adalah 88. Ketuntasan belajar yang dicapai pada kegiatan 1 adalah 39% dan pada kegiatan 2 adalah 89%
Selanjutnya untuk mengetahui kenaikan prestasi belajar bahasa Indonesia materi teks berita menggunakan permainan pesan berantai dapat dilihat pada diagram di bawah ini :
        

       Berdasarkan diagram di atas dijelaskan bahwa nilai rata-rata    pada dijelaskan bahwa nilai rata-rata pada kegiatan 1 sebesar 75 sedangkan nilai rata-rata pada kegiatan 2 sebesar 88. Hal ini berarti bahwa terjadi kenaikan nilai rata-rata sebesar 13. Disamping itu , dapat dijelaskan pula bahwa presentasi ketuntasan belajar klasikal pada kegiatan 1 : 39% sedangkan ketuntasan belajar pada kegiatan 2 : 89%. Hal itu berarti bahwa tetuntasan belajar klasikal naik sebesar 50%

Diseminasi      
  Permainan/media pesan  berantai ini telah  diinformasikan dan didiseminasi­kan kepada teman penulis dalam lingkup sekolah dan MGMPS. Tujuan diseminasi ini adalah agar guru SMPN 1 Mejayan mengetahui bahwa pembuatan media permainan pesan berantai bisa digunanakan bidang studi yang lain selain bahasa Indonesia. Selanjutnya penulis membimbing guru yang ingin membuat media pesan pesan berantai :
      
 KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada kegiatan belajar mengajar akan berlangsung dengan baik dan kondusif apabila suasana dan kondisi proses belajar mengajar yang terkait akan tercapai. Hal ini dipengaruhi oleh guru, aktifitas siswa, pihak sekolah dan orang tua serta lingkungan yang kondusif dan mendukung pendidikan itu khusunya dalam pendidikan formal bahwa guru dan mutu pembelajaran serta keaktivan siswa dalam merespon informasi yang ada.
Dalam usaha meningkatan kemampuan siswa, guru harus mampu meningkatkan proses belajar mengajar. Peningkatan tersebut dapat dicapai dengan pemilihan metode yang tepat, penggunaan media yang sesuai, berfariasi dan mengadakan evaluasi yang terarah serta terencana.
Selain hal tersebut diatas guru harus mampu dan pandai menciptakan situasi belajar yang menyenangkan sehingga siswa tertarik terhadap kegiatan yang disajikan guru. Dengan demikian dapat menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi.
Berpijak dari hasil penenelitian dan analisis data sesuai dengan judul penelitian ini : “Permainan Pesan Berantai untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak pada Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Berita Kelas VIII SPMN 1 Mejayan” diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.   Prestasi siswa terhadap materi teks berita meningkat
2.   Sikap siswa terhadap penggunaan permainan pesan berantai pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi teks berita meningkat. Hal ini pada saat pembelajaran siswa menunjukan rasa antusias, rasa ingin tahu yang tinggi serta menyelesaikan tugas dengan benar.

Saran-saran
Berdasarkan dari hasil penelitian tindakan kelas ini, saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut :
1.   Guru
a.    Sebaiknya Guru Bahasa Indonesia khususnya dan semua guru pada umumnya dalam mata pelajaran apapun, dapat melaksanakan model pembelajaran model yang bervariasi, disesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasarnya.
b.   Diharapkan guru untuk lebih meningkat­kan kreatifitas dalam pelaksana­an metode pembelajaran.
c.    Lebih mengaktifkan siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar.

2. Siswa
Pada penerapan metode ini siswa harus benar-benar mengikuti petunjuk  dan guru selalu membimbing. Sehingga kebiasaan yang ada dalam kehidupan sehari-hari dapat memper­mudah dalam mengaitkan pelajaran.



DAFTAR PUSTAKA 

Alwi, Hasan. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasioanal. 2003. Standar Kompetesi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.
Kemdikbud. Bahasa Indonesia …Kelas VIII. Jakarta: Kemdikbud
Kerangka Dasar Kurikulum  Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Puskur. 2007
Nurgiantoro, Burhan. 1987. Penelitian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jogjakarta: BPFE
 Permendiknas No. 50  Tahun 2015. “Pedoman Umum Ejaan yang   
 Disempurnakan                            
Tarigan, Djago. Ketrampilan Menyimak. Bandung: Angkasa. 1998

Tidak ada komentar:

Posting Komentar