Senin, 01 Oktober 2018

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN TEKS TANGGAPAN KRITIS DENGAN PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES SISWA KELAS IX-B SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SMP NEGERI 1 DOLOPO KABUPATEN MADIUN


MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN TEKS TANGGAPAN KRITIS DENGAN PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES SISWA KELAS IX-B SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018  SMP NEGERI 1 DOLOPO KABUPATEN MADIUN

Oleh : Sriwahyuni, S. Pd
Guru SMP Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun

abstrak

Kata kunci : menulis, examples non examples

Kemampuan siswa dalam menulis Teks Tanggapan Kritis perlu dikembangkan sejak dini. Menulis Teks Tanggapan Kritis sebagai bagian materi ajar yang harus dikuasai siswa SMP kelas IX. Dengan demikian diharapkan siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama memiliki kemampuan tinggi dalam menulis Teks Tanggapan Kritis. Namun pada kenyataannya sampai saat ini pengajaran menulis dirasakan masih kurang optimal. Hal ini dapat diketahui dengan adanya keluhan-keluhan dari siswa yang merasa belum mampu menulis Teks Tanggapan Kritis secara baik yang didukung dengan nilai siswa kelas IX-B SMP Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun pada ulangan harian yang masih rendah dan belum dapat memenuhi ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan 80.
Hal tersebut ditengarai disebabkan oleh : (1) Guru menggunakan metode yang kurang bervariasi (2) Guru tidak menggunakan media yang tepat (3) Materi pembelajaran tidak kontektual. Masalah ini perlu segera dipecahkan  sebab jika akan membawa akibat yang fatal diantaranya : (1) Siswa tidak tanggap terhadap peristiwa yang terjadi di sekelilingnya  (2) Kemampuan menulis teks rendah (3) Nilai Bahasa Indonesia rendah (4) Prestasi belajar secara umum rendah (5) Siswa tidak naik kelas.
Untuk memecahkan masalah di atas peneliti menawarkan penerapan model pembelajaran Examples Non Examples dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk mengungkapkan Teks Tanggapan Kritis dalam bentuk tulisan. Model Examples Non Examples sangat dimungkinkan disukai siswa karena menampilkan beberapa contoh gambar / foto sehingga menarik perhatian siswa. Diharapkan degan penggunaan media gambar ini kemampuan membuat Teks Tanggapan Kritis  pada siswa kelas IX-B SMP Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun meningkat minimal mencapai batas KKM. Sedangkan siswa yang dapat mencapai KKM yang ditetapkan meningkat menjadi 85% ke atas.
Penelitian di atas merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus meliputi tahapan perencanan, tindakan, observasi dan refleksi.
Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah meningkatkan kemampuan menulis Teks Tanggapan Kritis melalui model pembelajaran Examples Non Examples pada kelas IX-B SMP Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018
Berdasarkan hasil penelitian telah terbukti bahwa model pembelajaran Examples Non Examples dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis khususnya dalam  menulis Teks Tanggapan Kritis. Hal ini didukung adanya data tentang peningkatan rerata kelas dalam setiap siklusnya, yakni siklus I mencapai 60,87, siklus II sebesar 82,30, dan siklus III meningkat menjadi 87,35, di samping itu juga diikuti adanya peningkatan peosentase ketuntasan belajar yang selalu meningkat dalam setiap dsiklusnya yaitu siklus I sebesar 26,09%, siklus II sebesar 73,912% dan siklus III yang merupakan siklus terakhir mencapai 91,30.


Latar Belakang
Menulis Teks Tanggapan Kritis merupakan salah satu hasil karya yang memperkaya inspirasi kreatifitas wajib dilestarikan bahkan dikembangkan. Karena dengan menulis si penulis dapat menuangkan ide atau gagasannya kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang baik. Oleh karenanya pembelajaran menulis sebaiknya tidak hanya diajarkan secara sepintas saja. Memang kegiatan menulis merupakan hal yang kurang menyenangkan, sebaiknya bagi siswa yang kurang menyukai kegiatan menulis akan menganggap menulis sebagai kegiatan yang berat dan menyulitkan, sebab dalam kegiatan menulis memang memerlukan waktu, tenaga, dan pikiran yang banyak. Guru hendaknya menyadari bahwa menulis bagi siswa merupakan suatu langkah dalam mengembangkan daya nalar dan daya imajinasi siswa. Untuk itu seharusnya pembelajaran menulis diselenggarakan dalam iklim yanga kondusif sehingga siswa kelas IX-B diharapkan memiliki kemampuan tinggi dalam hal menulis Teks Tanggapan Kritis.
Kenyataan yang terjadi di kelas IX-B SMP Negeri 1  Dolopo Kabupaten Madiun sampai saat ini pengajaran menulis dalam Bahasa Indonesia dirasakan masih kurang optimal. Hal ini dapat diketahui dengan adanya keluhan-keluhan dari siswa yang merasa belum mampu menulis secara baik yang didukung dengan nilai ulangan harian yang masih rendah dengan rerata 51, dan siswa yang dinyatakan tidak dapat memenuhi standar ketuntasan minimal sebanyak 15 siswa atau 65,22%, dengan  KKM yang ditetapkan 80.
Hal tersebut ditengarai disebabkan oleh (1) guru menggunakan metode yang kurang bervariasi (2) Guru tidak menggunakan metode yang tepat (3) Materi pembelajaran tidak kontekstual. Masalah ini perlu segera dipecahkan sebab jika tidak akan membawa akibat yang fatal diantaranya (1) Siswa memiliki kemampuan rendah dibidang sastra (2) Nilai Bahasa Indonesia rendah (3) Prestasi belajar secara umum rendah (4) Siswa tidak naik atau tidak  lulus.
Untuk memecahkan masalah di atas peneliti menawarkan penerapan model pembelajaran Examples non Examples dalam meningkatkan kemampuan menulis Teks Tanggapan Kritis. Penerapan model pembelajaran Examples non Examples sangat dimungkinkan adanya diskusi siswa karena menggunakan gambar-gambar yang bervariasi, sehingga menarik perhatian siswa. Diharapkan dengan penggunaan model pembelajaran Examples non Examples ini kemampuan menulis Teks Tanggapan Kritis pada siswa kelas IX-B SMP Negeri 1  Dolopo Kabupaten Madiun meningkat minimal berkategori baik dengan nilai terendah KKM dapat tercapai.

Kajian Pustaka
Hakikat Kemampuan Menulis
1.   Pengertian
Kemampuan adalah kesiapan mental dan intelektual baik terwujud kematangan sikap dan pengetahuan maupun keterampilan yang digunakan untuk menemukan kebutuhan (Tanuwijaya etal. 1996:8). Menurut Purwo (1991).
2.   Ragam Tulisan
Menurut Marwoto (1987:152) tulisan secara umum dapat dikembangkan dalam 4 bentuk yaitu :
a.    Narasi
Narasi merupakan bentuk tulisan yang bertujuan menyampaikan atau  menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman dari waktu ke waktu. Tulisan narasi sering disebut sebagai cerita yang bersifat menceritakan suatu peristiwa yang disusun sedemikian rupa dan runtut sehingga menimbulkan pengertian-pengertian yang merefleksikan interpretasi penulis.
b.   Eksposisi
Tulisan ekspresi adalah tulisan yang bertujuan menjelaskan atau memberikan informasi tentang sesuatu.
 Karangan ekspresi berwujud gagasan yang memberikan, mengupas, atau menguraikan susuatu penyuluhan tanpa disertai desakan atau paksaan kepada pembacanya agar yang dipaparkan sebagai sesuatu yang benar.
c.    Diskripsi
Tulisan diskripsi dapat diartikan sebagai tulisan yang membangkitkan kesan atau impresi seseorang melalui uraian atau lukisan tertentu. Sehingga tulisan ini terutama digunakan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang seseorang, tempat, suatu pemandangan yang semacam itu.
d.   Argumentasi
Tulisan argumentasi adalah tulisan yangn isinya terdiri dari paparan, alasan atau penyitesisan pendapat untuk membangun sesuatu kesimpulan.
3.   Teks Tanggapan Kritis
Teks Tanggapan Kritis adalah teks yang berisi tentang sebuah tanggapan atau opini seseorang tentang sesuatu berdasarkan perspektif (sudut pandang tertentu)
Berdasarkan definisi tersebut teks tanggapan kritis termasuk tulisan yang berbentuk diskripsi.
4.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Kemampuan Menulis
Belajar sebagai suatu proses berhubungan erat dengan perubahan, maka belajar itu sangat bersifat individual. Disamping faktor pribadi (intern) terdapat pada faktor yang berasal luar pribadi siswa yang dikenal sebagai proses belajar. Secara terperinci faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar itu adalah :
a.    Sifat pribadi siswa, meliputi :
1)   Kemuan atau kehendak
2)   Kemampuan
3)   Kesempatan
b.   Keadaan bahan yang dipelajari
c.    Faktor-faktor yang berhubungan dengan proses belajar
d.   Proses belajar dan ingatan
e.    Hubungan antara proses belajar dan kematangan
5.   Penilaian Kemampuan Menulis
Menurut Noehi Nasution (1999:126) menyatakan : pelaksanaan penilaian dapat dilaksanakan secara lisan, tertulis, dan dengan perbuatan atau melakukan sendiri. Teknik yang akan digunakan tergantung dari berbagai faktor  antara lain waktu, dana, peralatan yang diujikan.
a.    Materi
Materi pembelajaran sekolah menyangkut pengembangan kemampuan proses berfikir (kognitif, psikomotorik dan afektif).
b.   Alat yang digunakan
Alat yang digunakan dalam penilaian tergantung dari jenis materi yang dinilai.

Model Pembelajaran Examples non Examples
Menurut Suyatno. Diposing 46.40.00. Komentar 2008  Model Pembelajaran Examples non Examples salah satu model pembelajaran yang sintaksnya
1.   Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
2.   Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui LCD
3.   Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.
4.   Melalui diskusi kelompok 3 – 4 orang siswa, hasil diskusi analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
5.   Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
6.   Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
7.   Kesimpulan.

Metode Penelitian
Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart (dalam Sugiarti, 1997: 6), yaitu berbentuk spiral dari sklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan. Adapun alurny adalah sebagai berikut:
1.   Rancangan/rencana awal, sebelum mengadakan penelitian peneliti menyusun rumusan masalah, tujuan dan membuat rencana tindakan, termasuk di dalamnya instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran.
2.   Kegiatan dan pengamatan, meliputi tindakan yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya membangun pemahaman konsep siswa serta mengamati hasil atau dampak dari diterapkannya metode pembelajaran  model learning together.
3.   Refleksi, peneliti mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan berdasarkan lembar pengamatan yang diisi oleh pengamat.
4.   Rancangan/rencana yang direvisi, berdasarkan hasil refleksi dari pengamat membuat rancangan yang direvisi untuk dilaksanakan pada siklus berikutnya.
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas ini direncanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan, tiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran (2 X 40 menit), namun apabila pada siklus II telah terjadi peningkatan secara baik maka tidak dilajutkan pada siklus III. Setiap siklus dalam penelitian ini mencakup 4 tahap yaitu (1) perencanaan (2) tindakan (3) observasi (4) refleksi.

Metode Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan metode pembelajaran kooperatif model Examples Non Examples, observasi aktivitas siswa dan guru angket motivasi siswa, dan tes formatif
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah :
1.   Data tentang kemampuan menulis Teks Tanggapan Kritis.yang diperoleh dari tes.
2.   Data tentang aktivitas siswa dan guru diperoleh dari observasi.
3.   Data tentang minat siswa diperoleh dari angket dan catatan lapangan.

Hasil Penelitian
Siklus. 1
Hasil evaluasi yang dilaksanakan pada perbaikan pembelajaran siklus 1 dianalisa sebagai data untuk acuan langkah selanjutnya. Berikut data untuk yang menunjukan hasil penelitian dari  siklus I sampai dengan siklus III
Tabel :Perkembangan Ketuntasan Siswa Siklus I, II dan III
Berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan menulis Teks Tanggapan Kritis siswa kelas IX-B SMP Negeri 1  Dolopo Semester gasal tahun pelajaran 2017/2018 dapat ditingkatkan melalui penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples.
Peranan model Examples Non Examples dalam meningkatkan kemampuan menulis Teks Tanggapan Kritis ini ditandai dengan adanya peningkatan nilai rerata (mean Score ) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir yaitu siklus I  sebesar 60,87; siklus II sebesar 82,30 ; dan siklus III sebesar 87,35. Selain ditandai adanya peningkatan mean score juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 26,09 %, siklus II meningkat menjadi 79,91% pada siklus III terjadi peningkatan menjadi 91,30 %.

Kesimpulan
Berdasarkan masalah, hipotesis tindakan, serta temuan hasil penelitian tindakan yanng telah ditemukan pada bagian terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1.   Dengan penggunaan model Examples Non Examples menunjukkan bahwa perolehan belajar menulis Teks Tanggapan Kritis mengalami peningkatan yang positif, pada siklus awal terbukti kemampuan siswa dalam menulis berada pada kategori rendah, dan pada siklus terakhir berada pada kategori tinggi.
2.   Tingkat ketuntasan belajar menulis Teks Tanggapan Kritis pada siklus pertama  hanya 6 yang dinyatakan tuntas, namun pada siklus terakhir hampir semua siswa mampu memenuhi standar ketuntasan belajar menulis Teks Tanggapan Kritis, hanya dua siswa yang tidak tuntas.



DAFTAR PUSTAKA
Ali, Lukman dkk,1966, KBBI, Jakarta; Balai Pustaka
Depdiknas, 2004, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah, Jakarta. Dirjen Dikdasmen
Noechi Nasution, Burhan, 1999. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa, Yogyakarat, BPFE
Parera, J. D. 1984, Menulis Tertib dan Sistematis, Jakarta ; Erlangga
Purwanto, M. Ngalim, 1991 Psikologi Pendidikan, Bandung : Rosdakarya
Sardiman, A. M. 1994, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta : Raja Grafindo Persada
Semi, M. Atar, 1990, Menulis Efektif, Padang ; Angkasa Raya.
Tarigan, H. G. 1986. Menulis Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa, Bandung ; Angkasa
Widyamartaya, 1993, Seni Menciptakan Makna : Bagaimana Mengapresiasi Daya Pikir Secara Kreatif, Yogyakarta ; Kanisius


Tidak ada komentar:

Posting Komentar