Senin, 01 Oktober 2018

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA PADA SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 WUNGU TAHUN PELAJARAN 2016 - 2017


PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA PADA SISWA
KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 WUNGU TAHUN PELAJARAN 2016 - 2017

Oleh : Yayuk Sahitnowati,
Guru SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun

ABSTRAK
Kata kunci: hasil belajar, pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa
Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang mempelajari gejala gejala alam ,maka untuk mempelajari IPA ini diperlukan langkah langkah ilmiah. Dengan demikian  pembelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 2 Wungu dituntut untuk menerapkan pedekatan inkuiri ilmiah (scientific inquiry). Maka pendekatan inkuiri terbimbing ini kami  terapkan pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu mata pelajaran IPA. Yang peneliti lakukan pada  tahap-tahap awal pengajaran diberikan bimbingan lebih banyak, yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah agar siswa mampu menemukan sendiri arah dan tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang disodorkan oleh guru. Pertanyaan-pertanyaan pengarah selain dikemukakan langsung oleh guru juga diberikan melalui pertanyaan yang dibuat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Oleh sebab itu, LKS dibuat khusus agar dapat membimbing siswa dalam melakukan kegiatan percobaan sehingga dapat menyimpulkan kegiatan percobaan dalam rangka menjawab problem atau masalah (Kaniawati, 2010: 11).
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui  peningkatan hasil belajar IPA melalui pendekatan Inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Tahun Pelajaran 2016  -  2017.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan  dengan dua siklus  melalui empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan,  pengamatan, dan refkeksi. Analisa hasil siklus satu maupun siklus dua yaitu berupa data hasil observasi dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui hasil observasi pelaksanaan pembelajaran dan  hasil tes dianalisis untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar. Cara menganalisis dengan membandingkan hasil perolehan antara siklus I dan siklus II. Perbandingan antara indikator ketercapaian,  siklus I dan II. Peningkatan ini terlihat pada hasil tes yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 3 dari indikator ketercapaian sebesar 75, dan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 13% dari indikator ketercapaian sebesar 75%.
Peneliti simpulkan bahwa,  pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa dalam pembelajaran IPA  dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Madiun Tahun Pelajaran 2016 – 2017. Kepada rekan guru IPA, peneliti harapkan untuk menggunakan pembelajaran pendekatan inkuiri terbimbing dengan menggunakan lembar kerja siswa sebagai pendekatan pembelajaran alternatif  .


Latar Belakang
Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang mempelajari gejala gejala alam, maka untuk mempelajari IPA ini diperlukan langkah langkah ilmiah. Pada umumnya siswa SMP Negeri 2 Wungu khususnya kelas VIII belum bisa melaksanakan langkah langkah ilmiah (scientific inquiry) ini secara mandiri untuk menyimpulkan suatu eksperimen,
Mengacu Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang  Standar Proses, bahwa  Pembelajara IPA  di SMP merupakan  mata pelajaran yang  berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry). Ada macam macam pendekatan inkuiri salah satunya adalah pendekatan inkuiri terbimbing .
Dengan demikian  pembelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 2 Wungu dituntut untuk menerapkan pedekatan inkuiri ilmiah. Pendekatan yang kami terapkan salah satunya adalah pendekatan inkuiri terbimbing,   dimana guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi. Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya. Pendekatan inkuiri terbimbing ini sangat tepat digunakan bagi siswa SMP Negeri 2 Wungu  yang kurang berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri.
Maka pendekatan inkuiri terbimbing ini kami  terapkan pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu mata pelajaran IPA. Yang peneliti lakukan pada  tahap-tahap awal pengajaran diberikan bimbingan lebih banyak, yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah agar siswa mampu menemukan sendiri arah dan tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang disodorkan oleh guru. Pertanyaan-pertanyaan pengarah selain dikemukakan langsung oleh guru juga diberikan melalui pertanyaan yang dibuat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Oleh sebab itu, LKS dibuat khusus agar dapat membimbing siswa dalam melakukan kegiatan percobaan sehingga dapat menyimpulkan kegiatan percobaan dalam rangka menjawab problem atau masalah (Kaniawati, 2010: 11).
Berdasarkan kajian diatas  kami peneliti mencoba menerapkan pendekatan  pembelajaran  dengan inkuiri terbimbing, pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Tahun Pelajaran 2016–2017. Agar pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing dapat berjalan dengan lancar maka diperlukan adanya media dalam pembelajaran ini yaitu  berupa LKS. Dengan demikian peneliti harapkan pendekatan inkuiri terbimbing dengan media berupa LKS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIIA  SMP Negeri 2 Wungu maka kami lakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu  Tahun Pelajaran 2016-2017

Rumusan Masalah
 “Apakah Hasil Belajar IPA siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Tahun Pelajaran 2016–2017 dapat ditingkatkan  dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa ? “

Tujuan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Tahun Pelajaran 2016–2017 dengan pendekakatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa.

Manfaat Penelitian
1.   Bagi Siswa:
Menambah pengalaman siswa, bahwa  pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembang­kan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah sehingga akan dihasilkan hasil belajar yang diharapkan .
2.   Bagi Guru:
Untuk mengeahui peningkatan kualitas belajar siswa sehingga dapat dihasilkan presatasi siswa yang meningkat serta dapat mengetahui peningkatan interaktif siswa dan guru dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
3.   Bagi Peneliti yang lain :
Sebagai acuan untuk penelitian yang lebih jauh demi terwujudnya pembelajaran IPA yang melalui tahapan scientific, inovatif kreatif dan menyenangkan.
4.   Bagi SMP Negeri 2 Wungu:
Meningkatkan kualitas pembelajaran IPA dan hasil belajar siswa di sekolah dan meningkat­kan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Kajian Pustaka
Hasil Belajar
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne (1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu : kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik
Hasil belajar belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Saifudin Anwar (2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar
Dari kajian teori diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah prestasi keberhasilan yang dicapai siswa. Jadi hasil  belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan.
Hasil  belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Saifudin Anwar (2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar. Testing pada hakikatnya menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Tes prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terrncana  untuk mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk tes akhir pembelajaran dalam satu kali pertemuan  ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikkan kelas, ujian sekolah maupun ujian nasional.

Pendekatan Inkuiri Terbimbing
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengomunikasikannya.
Langkah-langkah dalam pembelajaran inkuiri terbimbing meliputi:
a)  Perumusan  Masalah.
Langkah awal adalah menentukan masalah yang ingin didalami atau dipecahkan dengan metode inkuiri. Persoalan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru. Persoalan sendiri harus jelas sehingga dapat dipikirkan, didalami, dan dipecahkan oleh siswa. Persoalan perlu diidentifikasi dengan jelas tujuan dari seluruh proses pembelajaran atau penyelidikan. Bila persoalan ditentukan oleh guru perlu diperhatikan bahwa persoalan itu real, dapat dikerjakan oleh siswa, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Persoalan yang terlalu tinggi akan membuat siswa tidak semangat, sedangkan persoalan yang terlalu mudah yang sudah mereka ketahui tidak menarik minat siswa. Sangat baik bila persoalan itu sesuai dengan tingkat hidup dan keadaan siswa.
b)  Menyusun hipotesis
Langkah berikutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementara tentang masalah itu. Inilah yang disebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu dikaji apakah jelas atau tidak. Bila belum jelas, sebaiknya guru mencoba membantu memperjelas maksudnya lebih dahulu.
Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan kelihatan setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh.
c)  Mengumpulkan data
Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. Dalam bidang biologi, untuk dapat mengumpulkan data, siswa harus menyiapkan suatu peralatan  untuk pengumpulan data. Maka guru perlu membantu bagaimana siswa mencari peralatan, merangkai peralatan, dan mengoperasikan peralatan sehingga berfungsi dengan baik. langkah ini adalah langkah percobaan atau eksperimen.
d) Menganalisis data
Data  yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk dapat membuktikan hipotesis apakah benar atau tidak. Untuk memudahkan menganalisis data, data sebaiknya diorganisasikan, dikelompokkan, diatur sehingga dapat dibaca dan dianalisis dengan mudah. Biasanya disusun dalam suatu tabel.
e)  Menyimpulkan
Dari data yang telah dikelompokkan dan dianalisis, kemudian diambil kesimpulan dengan generalisasi. Setelah diambil kesimpulan, kemudian dicocokkan dengan hipotesis asal, apakah hipotesa diterima atau tidak.
Keterampilan proses sains sangat penting dikembangkan oleh siswa. Keterampilan poses sains atau scientific process skills diartikan oleh Depdikbud (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2002:138) sebagai wawasan pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual, sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan mendasar yang telah ada dalam diri siswa. Sejalan dengan hal tersebut, Funk (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2002:139) juga mengungkapkan bahwa keterampilan proses sains merupakan tindakan instruksional yang dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa.

Lembar Kerja Siswa
Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu jenis alat bantu pembelajaran. Secara umum LKS merupakan perangkat pembelajaran sebagai pelengkap atau sarana pendukung Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). LKS berupa lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal (pertanyaan-pertanyaan) yang harus dijawab oleh peserta didik. LKS ini sangat baik digunakan untuk menggalakkan keterlibatan peserta didik dalam belajar baik dipergunakan dalam penerapan metode terbimbing maupun untuk memberikan latihan pengembangan.
LKS adalah lembaran yang berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. LKS biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan dicapainya. (Depdiknas; 2004;18). Menurut pengertian di atas maka LKS berwujud lembaran berisi tugas-tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan kompetensi dasar dan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Atau dapat dikatakan juga bahwa LKS adalah panduan kerja siswa untuk mempermudah siswa dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Tujuan Lembar Kerja Siswa (LKS)
·     Mengaktifkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran.
·     Membantu siswa  mengembangkan konsep.
·     Melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan ketrampilan proses.
·      Sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses kegiatan pembelajaran.
·     Membantu siswa dalam memperoleh informasi tentang konsep yang dipelajari melalui proses kegiatan pembelajaran secara sistematis.
·     Membantu siswa dalam memperoleh catatan materi yang dipelajari melalui kegiatan pembelajaran (Achmadi:1996:35)
Kegunaan Lembar Kerja Siswa (LKS)
·     Memberikan pengalaman kongkret bagi siswa.
·     Membantu variasi belajar.
·     Membangkitkan minat siswa.
·     Meningkatkan retensi belajar mengajar.
·     Memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien (Hadi Sukamto, 1992/1993:2)

Metode Pengumpulan Data
1.   Metode tes. Beberapa jenis tes yang biasa digunakan  dalam pendidikan yaitu tes kepribadian, tes bakat, tes intelegensi, tes minat, tes prestasi dan tes sikap untuk menentukan jenis tes dan tujuan penelitian. Tes yang baik adalah tes yang obyektif, valid dan reliable.
2.   Metode observasi, observasi merupakan suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistematik dan sengaja diadakan dengan menggunakan alat indra terhadap kejadian kejadian yang langsung ditangkap pada waktu kejadian itu terjadi.

Instrumen Pengumpulan data
Dalam penelitian tindakan kelas ini cara pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan tes.
1.   Data  hasil tes,  yaitu hasil tes  tiap akhir siklus
2.   Data hasil observasi yaitu,   merekam kegiatan inkuiri terbimbing guru dan siswa dalam kinerja melakukan percobaan  berdasarkan rubrik penilian pelaksanaan pembelajaran.
 Dalam pengambilan data secara observasi kami dibatu oleh seorang guru IPA yang berfungsi sebagai obsever atau sebagai monitor dalam merekam kegiatan siswa dan guru  dalam melaksanakan kegiatan inkuiri terbimbing dengan menggunakan LKS,  dengan mengguna­kan panduan observasi.

Teknis Analisa Data
Analisis data dilakukan secara kuantitatif diskritif maka peneliti dapat uraikan teknis analisa data pada tabel berikut:
 Target atau indikator pencapaian untuk hasil tes tulis adalah  75, sedangkan untuk hasil observasi pelaksanaan pembelajaran adalah 75%.

Hasil Penelitian dan Pembahasan
Obyek penelitian disini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016 – 2017 . dalam pelaksanaan penelitian ini penulis mengambil populasi siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun yang berjumlah 22 siswa sebagi obyek tindakan dalam penelitian tindakan kelas .
            Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus dengan tahapan sebagai berikut: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.

Siklus I
A.  Tahap Perencanaan
Peneliti merencanakan tindakan  berdasarkan tujuan penelitian. Beberapa  perangkat yang dipersiapkan dalam tahap ini adalah:
·     Mempersiapkan RPPdengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan LKS, dengan materi cermin cekung .
·     Mempersiapkan soal Evaluasi akhir siklus dan daftar hadir siswa
·     Mempersiapkan lembar penilaian, lembar obsevasi pengamatan pembelajaran siswa dan guru dengan pendekatan inkuiri terbimbing .
·     Mempersiapkan LKSyang mendukung kegiatan pendekatan inkuiri terbimbing.

B.  Tahap Pelaksanaan:
a.    Guru melakukan kegiatan pendahuluan
b.    Kegiatan Inti 
1.    Guru menjelaskan tujuan permbelajaran yang akan dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar ini.
2.    Guru menjelaskan  metode pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing.
3.    Guru membagi siswa menjadi  lima kelompok masing  masing kelompok terdiri dari empat  atau lima   siswa.
4.    Guru membagikan lembar kerja siswa.
5.    Guru menjelaskan langkah langkah   eksperimen yang ada di lembar  kerja siswa materi cermin cekung.
6.    Guru meminta semua kelompok melakukan kegiatan  dengan membaca  prosedur dengan benar pada lembar kerja siswa.
7.    Selama pelaksaanaan kegiatan eksperimen, guru  memberikan bimbingan arahan prosedur kegiatan eksperimen yang ada di LKS.   Observasi dilakukan oleh pengamat sebagai kolaboran untuk memantau mengamati proses pelaksanaan pembelajaran.
8.    Siswa melakukan diskusi kelompok hasil dari eksperimen.
9.    Guru meminta perwakilan kelompok untuk  presentasi  hasil eksperimen dari diskusi kelompoknya.
10.  Guru meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan  dan mengajukan pertanyaan.
c.    Kegiatan Penutup
·     Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman inti pelajaran  materi cermin cekung  dan memberikan contoh soal.
·     Guru memberikan review dari hasil pembelajaran, secara lisan untuk dijawab dan dikerjakan dipapan tulis.
·     Pertemuan berikutnya diadakan tes evaluasi akhir siklus.

Tahap pengamatan
Selama dalam pelaksanaan pengamat  melakukan pengamatan tindakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar  yang dilakukan guru yaitu guru sudah baik menyampaikan motivasi sebelum pelaksanaan pembelajaran , juga guru sudah menjelaskan terlebih dahulu kepada siswa. Namun dalam berdiskusi hanya mendiskusikan hasil eksperimen sedangkan pertanyaan yang ada di LKS belum maksimal dalam mendiskusikan dengan siswa. Dalam pengamatan ini siswa masih dibantu guru dalam menyimpulkan hasil kegiatan.

Tahap Refleksi
Hasil hasil yang diperoleh dan permasalahan yang muncul pada pelaksanaan adalah sebagai berikut:
1.    Penyempurnaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
2.   Penyempurnaan lembar kerja siswa (LKS).
3.   Menjelaskan kembali kepada siswa bagaimana cara menganalisa data dari data saat melakukan eksperimen sampai menareik suatu kesimpulan dari kegiatan .
4.   Motivasi untuk mendorong siswa agar lebih aktif dalam bertannya dan berpendapat.
5.   Pembimbingan pada kelompok dalam melaksanakan pendekatan inkuiri secara merata.
Analisa hasil:
Aspek
Indikator Pencapaian
Hasil
Hasil Analisa
Hasil tes tulis
75
71
Kurang dari indikator pencapaian
Hasil Observasi
Pelaksanaan pembelajaran
75%
68%
Kurang dari indikator pencapaian
Berdasarkan data diatas,  hasil tes tulis dan observasi pelaksanaan pembelajaran  belum memenuhi indikator ketercapaian. Dari hasil permasalahan diatas dipakai sebagai dasar  untuk melakukan perencanaan ulang pada    siklus II .

Siklus II
A.    Tahap Perencanaan
·     Mempersiapkan RPP dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan LKS, materi lensa cembung.
·     Mempersiapkan soal Evaluasi akhir siklus dan daftar hadir siswa
·     Mempersiapkan lembar penilaian, lembar obsevasi pengamatan pembelajaran siswa dan guru dengan pendekatan inkuiri terbimbing.
·     Mempersiapkan LKS yang mendukung kegiatan pendekatan inkuiri terbimbing.

B.  Tahap Pelaksanaan:
a.    Guru melakukan kegiatan pendahuluan
b.   Kegiatan Inti 
1.   Guru menjelaskan tujuan permbelajaran yang akan dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar ini.
2.   Guru menjelaskan  metode pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing.
3.   Guru menjelaskan bagaimana memahami dan membaca prosedur dalam LKS dengan benar, juga menjelaskan secara detail bagaimana cara mengisi data percobaan, menganalisa dan menyimpulkan hasil kegiatan lensa cembung.
4.   Siswa duduk berkelompok, guru guru membagikan lembar kerja .
5.   Guru menjelaskan langkah langkah   eksperimen yang ada di lembar  kerja siswa.
6.   Selama pelaksaanaan eksperimen, guru  memberikan bimbingan arahan prosedur kegiatan eksperimen yang ada di LKS kepada tiap kelompok sehingga semua kelompok mendapatkan bimbingan.   Observasi dilakukan oleh pengamat sebagai kolaboran untuk memantau mengamati proses pelaksanaan pembelajaran.
7.   Siswa melakukan diskusi kelompok hasil dari eksperimen.
8.   Guru meminta perwakilan kelompok untuk  presentasi  hasil eksperimen dari diskusi kelompoknya.
9.   Guru meminta kelompok lain untuk memberikan tanggapan  dan mengaju­kan pertanyaan.
10.Guru membimbing siswa untuk membuat rangkuman inti pelajaran  materi lensa cembung  dan memberikan contoh soal.
c.    Kegiatan Penutup
·     Guru memberikan review dari hasil pembelajaran, secara lisan untuk dijawab dan dikerjakan dipapan tulis.
·     Pertemuan berikutnya diadakan pos tes materi lensa cembung.

C.    Tahap pengamatan
Selama dalam pelaksanaan pengamat dan peneliti mengamati kegiatan siswa dalam melakukan eksperimen dengan pendekatan inkuiri terbimbing, yaitu siswa mampu mendata, menganlisa meyimpulkan hasil eksperimen. Siswa aktif dalam berdiskusi berpendapt dan mengajukan pertanyaan.

D. Tahap Refleksi
Dari hasil  pengamatan dapat dianalisa kegiatan tersebut sebagai berikut:
Aspek
Indikator Pencapaian
Hasil
Hasil Analisa
Hasil tes tulis
75
78
Melampaui  indikator pencapaian
Hasil Observasi
Pelaksanaan pembelajaran
75%
88%
Melampaui  indikator pencapaian

Berdasarkan data diatas hasil tes tulis dan observasi pelaksanaan pembelajaran  sudah melampoi  indikator ketercapaian.

PROSES ANALISA DATA
Data hasil observasi dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran dan  hasil tes dianalisis untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar. Cara menganalisis dengan membanding­kan hasil perolehan antara siklus I dan siklus II.
Berdasarkan peningkatan terhadap  hasil obsevasi pelaksanaan pembelajaran dan  hasil post tes akhir siklus dari siklus 1 dan siklus 2 peneliti mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan penelitian ke siklus 3.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan :
·     Dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa dalam pembelajaran IPA  dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Madiun Tahun Pelajaran 2016–2017.
·     Peningkatan ini terlihat pada hasil tes yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 3 dari indikator ketercapaian sebesar 75, dan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 13% dari indikator ketercapaian sebesar 75%.

Saran
Setelah mengetahui dampak pembelajaran IPA  dikelas VIII dengan pendekatan inkuiri terbimbing dengan menggunakan lembar kerja siswa dari hasil penelitian, maka disarankan:
1.    Kepada rekan guru IPA, untuk menggunakan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing dengan menggunakan lembar kerja siswa sebagai pendekatan pembelajaran alternatif  yang berguna untuk meningkatkan belajar siswa pada jenjang kelas berapun pendekatan inkuiri terbimbing dengan menggunakan lembar kerja siswa ini dapat diterapkan.
2.    kepada peneliti lain, untuk mengembangkan lebih lanjut pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing dengan menggunakan lembar kerja siswa dengan menimpletasikan  pada model model pembelajaran yang lain .



DAFTAR PUSTAKA
Dahar RW, 1989, Teori Teori Belajar, Jakarta, Airlangga.
Depdiknas, dikjen dikdasmen 2001, Pedoman Teknis Pelaksanaan Clasroom Action Research.
Depdiknas, 2006, Pembelajaran Aktif Kreatif  Efektif dan Menyenangkan, Jakarta, Depdiknas.
Depdiknas, 2006, Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang  Standar Proses 
Dimyati dan Mujiono, 2002, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta, PT Rineka Cipta.
http://forumgurunusantara.blogspot.co.id/2015/04/metode-pembelajaran-inkuiri-terpimpin.html, Blogspot Metode Pembelajaran Inkuiri Terpimpin, diakses 20 Februari 2016.
http://sainsedutainment.blogspot.co.id/2011/10/langkah-langkah-inkuiri-terbimbing.html, Blogspot Langkah Langkah Inkuiri Terbimbing, diakses 21 Februari 2016.
http://lenterakecil.com/pengertian-lembar-kerja-siswa-lks/, Blogspot Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS), diakses 21 Februari 2016 .
http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/8/jhptump-a-ekoriskiya-400-2-babii.pdf, Blogspot Manfaat Lembar Kerja Siswa (LKS), diakses  21 Februari 2016
Saeful Karim dkk, 2008, Belajar IPA Kelas VIII SMP , Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar