PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA PADA SISWA
KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 WUNGU TAHUN PELAJARAN 2016 - 2017
![]() |
Oleh
: Yayuk
Sahitnowati,
Guru
SMP Negeri
2 Wungu Kabupaten Madiun
Email: yayuksahitnowati@gmail.com
|
ABSTRAK
Kata kunci:
hasil belajar, pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa
Pembelajaran IPA merupakan pembelajaran yang mempelajari gejala gejala alam
,maka untuk mempelajari IPA ini diperlukan langkah langkah ilmiah. Dengan demikian pembelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 2
Wungu dituntut untuk menerapkan pedekatan
inkuiri ilmiah (scientific inquiry). Maka pendekatan inkuiri terbimbing
ini kami terapkan pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2
Wungu mata pelajaran IPA. Yang peneliti lakukan pada tahap-tahap awal pengajaran diberikan
bimbingan lebih banyak, yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah agar siswa
mampu menemukan sendiri arah dan tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan
permasalahan
yang disodorkan oleh guru. Pertanyaan-pertanyaan pengarah selain dikemukakan
langsung oleh guru juga diberikan melalui pertanyaan yang dibuat dalam Lembar
Kerja Siswa (LKS). Oleh sebab itu, LKS dibuat khusus agar dapat membimbing
siswa dalam melakukan kegiatan percobaan sehingga dapat menyimpulkan kegiatan
percobaan dalam rangka menjawab problem
atau masalah (Kaniawati, 2010: 11).
Tujuan
penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui pendekatan Inkuiri
terbimbing menggunakan lembar kerja siswa pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2
Wungu Tahun Pelajaran 2016 - 2017.
Penelitian tindakan kelas ini
dilakukan dengan dua siklus melalui empat tahapan yaitu, perencanaan,
pelaksanaan, pengamatan, dan refkeksi.
Analisa hasil siklus satu maupun siklus dua yaitu berupa data hasil observasi dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui hasil observasi
pelaksanaan pembelajaran dan hasil tes dianalisis untuk mengetahui
peningkatan prestasi belajar. Cara menganalisis dengan membandingkan hasil
perolehan antara siklus I dan siklus II. Perbandingan antara indikator ketercapaian, siklus I dan II. Peningkatan ini
terlihat pada hasil tes yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 3
dari indikator ketercapaian sebesar 75, dan hasil observasi pelaksanaan
pembelajaran yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 13% dari
indikator ketercapaian sebesar 75%.
Peneliti
simpulkan bahwa, pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar
kerja siswa dalam pembelajaran IPA dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Madiun Tahun Pelajaran 2016 –
2017. Kepada rekan guru IPA, peneliti harapkan untuk menggunakan pembelajaran pendekatan inkuiri terbimbing dengan menggunakan
lembar kerja siswa sebagai pendekatan
pembelajaran alternatif .
Latar Belakang
Pembelajaran
IPA merupakan pembelajaran yang mempelajari gejala gejala alam, maka untuk
mempelajari IPA ini diperlukan langkah langkah ilmiah. Pada umumnya siswa SMP
Negeri 2 Wungu khususnya kelas VIII belum bisa melaksanakan langkah langkah
ilmiah (scientific inquiry) ini
secara mandiri untuk menyimpulkan suatu eksperimen,
Mengacu
Permendiknas No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas No. 41
Tahun 2007 tentang Standar Proses,
bahwa Pembelajara IPA di SMP merupakan mata pelajaran yang berkaitan dengan cara mencari tahu tentang
alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan
pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja
tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Proses pembelajarannya menekankan
pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar
menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan
untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar. Pembelajaran IPA
sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (scientific inquiry). Ada
macam macam pendekatan inkuiri salah satunya adalah pendekatan inkuiri
terbimbing .
Dengan demikian pembelajaran IPA kelas VIII di SMP Negeri 2
Wungu dituntut untuk menerapkan pedekatan inkuiri ilmiah. Pendekatan yang kami
terapkan salah satunya adalah pendekatan inkuiri terbimbing, dimana guru membimbing siswa melakukan
kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi.
Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap
pemecahannya. Pendekatan inkuiri terbimbing ini sangat tepat digunakan bagi siswa SMP Negeri 2 Wungu yang
kurang berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri.
Maka pendekatan inkuiri
terbimbing ini kami terapkan pada siswa kelas
VIIIA SMP Negeri 2 Wungu mata pelajaran IPA. Yang peneliti lakukan pada tahap-tahap awal pengajaran diberikan
bimbingan lebih banyak, yaitu berupa pertanyaan-pertanyaan pengarah agar siswa
mampu menemukan sendiri arah dan tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan
permasalahan yang disodorkan oleh guru.
Pertanyaan-pertanyaan pengarah selain dikemukakan langsung oleh guru juga
diberikan melalui pertanyaan yang dibuat dalam Lembar Kerja Siswa (LKS). Oleh
sebab itu, LKS dibuat khusus agar dapat membimbing siswa dalam melakukan
kegiatan percobaan sehingga dapat menyimpulkan kegiatan percobaan dalam rangka
menjawab problem atau masalah
(Kaniawati, 2010: 11).
Berdasarkan kajian diatas kami peneliti mencoba menerapkan
pendekatan pembelajaran dengan inkuiri terbimbing, pada siswa kelas
VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Tahun Pelajaran 2016–2017. Agar pelaksanaan
pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing dapat berjalan dengan lancar
maka diperlukan adanya media dalam pembelajaran ini yaitu berupa LKS. Dengan demikian peneliti harapkan
pendekatan inkuiri terbimbing dengan media berupa LKS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas
VIIIA SMP Negeri 2 Wungu maka kami lakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar IPA melalui
pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa pada siswa kelas
VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Tahun Pelajaran
2016-2017”
Rumusan Masalah
“Apakah Hasil Belajar IPA siswa kelas VIIIA
SMP Negeri 2 Wungu Tahun Pelajaran 2016–2017 dapat ditingkatkan dengan pendekatan inkuiri terbimbing
menggunakan lembar kerja siswa ? “
Tujuan Penelitian
Penelitian
tindakan kelas ini bertujuan
untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu
Tahun Pelajaran 2016–2017 dengan pendekakatan inkuiri terbimbing menggunakan
lembar kerja siswa.
Manfaat Penelitian
1.
Bagi Siswa:
Menambah
pengalaman siswa, bahwa pembelajaran IPA
merupakan pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan
kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah
sehingga akan dihasilkan hasil belajar yang diharapkan .
2.
Bagi Guru:
Untuk mengeahui peningkatan kualitas
belajar siswa sehingga dapat dihasilkan presatasi siswa yang meningkat serta
dapat mengetahui peningkatan interaktif siswa dan guru dan keaktifan siswa
dalam proses pembelajaran.
3. Bagi
Peneliti yang lain :
Sebagai
acuan untuk penelitian yang lebih jauh demi terwujudnya pembelajaran IPA yang melalui tahapan
scientific, inovatif
kreatif dan menyenangkan.
4.
Bagi SMP Negeri 2 Wungu:
Meningkatkan
kualitas pembelajaran IPA dan hasil belajar siswa di sekolah dan meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.
Kajian Pustaka
Hasil
Belajar
Prestasi
adalah hasil yang telah dicapai seseorang dalam melakukan kegiatan. Gagne
(1985:40) menyatakan bahwa prestasi belajar dibedakan menjadi lima aspek, yaitu
: kemampuan intelektual, strategi kognitif, informasi verbal, sikap dan
keterampilan. Menurut Bloom dalam Suharsimi Arikunto (1990:110) bahwa hasil
belajar dibedakan menjadi tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan
psikomotorik
Hasil belajar belajar dapat diukur
melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Saifudin
Anwar (2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari
tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar
Dari
kajian teori diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah prestasi
keberhasilan yang dicapai siswa. Jadi hasil belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian
usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang
menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap
peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah
mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang
relevan.
Hasil belajar dapat diukur melalui tes yang sering
dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Saifudin Anwar (2005 : 8-9)
mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu
mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar. Testing pada hakikatnya
menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Tes prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terrncana untuk
mengungkap performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi
yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar
dapat berbentuk tes akhir
pembelajaran dalam satu kali pertemuan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,
ulangan kenaikkan kelas, ujian sekolah maupun ujian nasional.
Pendekatan Inkuiri Terbimbing
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu
tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan
pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja
tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pendidikan IPA diharapkan dapat
menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam
sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam
kehidupan sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian
pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan
memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan IPA diarahkan untuk inkuiri dan
berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk memperoleh pemahaman yang
lebih mendalam tentang alam sekitar. IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari
untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat
diidentifikasikan. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri
ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta
mengomunikasikannya.
Langkah-langkah dalam pembelajaran inkuiri
terbimbing meliputi:
a) Perumusan
Masalah.
Langkah awal adalah
menentukan masalah
yang ingin didalami atau
dipecahkan dengan metode inkuiri. Persoalan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru. Persoalan
sendiri harus jelas
sehingga dapat
dipikirkan, didalami,
dan dipecahkan oleh siswa. Persoalan perlu diidentifikasi dengan jelas tujuan dari seluruh
proses pembelajaran atau penyelidikan. Bila persoalan ditentukan oleh guru perlu
diperhatikan bahwa persoalan itu real,
dapat dikerjakan
oleh siswa, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Persoalan yang terlalu tinggi akan membuat siswa tidak
semangat, sedangkan persoalan yang terlalu mudah yang sudah mereka ketahui tidak menarik minat siswa. Sangat baik bila persoalan itu sesuai dengan tingkat hidup dan
keadaan siswa.
b) Menyusun hipotesis
Langkah berikutnya adalah
siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementara tentang masalah itu. Inilah yang disebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu
dikaji apakah jelas atau tidak. Bila belum jelas, sebaiknya guru mencoba membantu
memperjelas maksudnya lebih dahulu.
Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup
memperjelas maksudnya
saja.
Hipotesis yang
salah,
tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan kelihatan setelah pengambilan data dan
analisis
data yang diperoleh.
c) Mengumpulkan data
Langkah selanjutnya adalah
siswa mencari
dan
mengumpulkan data
sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. Dalam bidang
biologi, untuk dapat mengumpulkan data, siswa
harus menyiapkan
suatu peralatan
untuk pengumpulan data. Maka guru perlu membantu bagaimana siswa mencari
peralatan, merangkai
peralatan, dan
mengoperasikan
peralatan sehingga berfungsi dengan baik. langkah ini adalah langkah
percobaan atau eksperimen.
d) Menganalisis data
Data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk dapat membuktikan
hipotesis apakah benar
atau
tidak.
Untuk memudahkan menganalisis
data,
data
sebaiknya diorganisasikan,
dikelompokkan, diatur sehingga
dapat dibaca dan
dianalisis dengan mudah. Biasanya disusun dalam suatu
tabel.
e) Menyimpulkan
Dari
data
yang telah dikelompokkan
dan dianalisis, kemudian
diambil kesimpulan dengan generalisasi. Setelah diambil kesimpulan, kemudian dicocokkan dengan hipotesis
asal,
apakah
hipotesa diterima atau tidak.
Keterampilan proses sains sangat
penting dikembangkan oleh siswa. Keterampilan poses sains atau scientific process skills diartikan
oleh Depdikbud (dalam Dimyati dan Mudjiono,
2002:138) sebagai wawasan pengembangan keterampilan-keterampilan intelektual,
sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan mendasar yang telah ada dalam
diri siswa. Sejalan dengan hal tersebut, Funk (dalam Dimyati dan Mudjiono, 2002:139) juga mengungkapkan bahwa keterampilan proses sains
merupakan tindakan instruksional yang
dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
Lembar Kerja Siswa
Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu jenis
alat bantu pembelajaran. Secara umum LKS merupakan perangkat pembelajaran
sebagai pelengkap atau sarana pendukung Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
LKS berupa lembaran kertas yang berupa informasi maupun soal-soal
(pertanyaan-pertanyaan) yang harus dijawab oleh peserta didik. LKS ini sangat
baik digunakan untuk menggalakkan keterlibatan peserta didik dalam belajar baik
dipergunakan dalam penerapan metode terbimbing maupun untuk memberikan latihan
pengembangan.
LKS adalah lembaran yang
berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. LKS
biasanya berupa petunjuk, langkah untuk menyelesaikan suatu tugas, suatu tugas
yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas kompetensi dasar yang akan
dicapainya. (Depdiknas; 2004;18). Menurut pengertian di atas maka LKS berwujud
lembaran berisi tugas-tugas guru kepada siswa yang disesuaikan dengan
kompetensi dasar dan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Atau dapat
dikatakan juga bahwa LKS adalah panduan kerja siswa untuk mempermudah siswa
dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
Tujuan
Lembar Kerja Siswa (LKS)
·
Mengaktifkan siswa dalam proses kegiatan pembelajaran.
·
Membantu siswa mengembangkan konsep.
·
Melatih siswa untuk menemukan dan mengembangkan
ketrampilan proses.
·
Sebagai pedoman guru dan siswa dalam
melaksanakan proses kegiatan pembelajaran.
·
Membantu siswa dalam memperoleh informasi tentang
konsep yang dipelajari melalui proses kegiatan pembelajaran secara sistematis.
·
Membantu siswa dalam memperoleh catatan materi yang
dipelajari melalui kegiatan pembelajaran (Achmadi:1996:35)
Kegunaan
Lembar Kerja Siswa (LKS)
·
Memberikan pengalaman kongkret bagi siswa.
·
Membantu variasi belajar.
·
Membangkitkan minat siswa.
·
Meningkatkan retensi belajar mengajar.
·
Memanfaatkan waktu secara efektif dan efisien (Hadi
Sukamto, 1992/1993:2)
Metode Pengumpulan Data
1.
Metode tes. Beberapa jenis tes yang biasa
digunakan dalam pendidikan yaitu tes
kepribadian, tes bakat, tes intelegensi, tes minat, tes prestasi dan tes sikap
untuk menentukan jenis tes dan tujuan penelitian. Tes yang baik adalah tes yang
obyektif, valid dan reliable.
2. Metode
observasi, observasi merupakan suatu penyelidikan yang dijalankan secara
sistematik dan sengaja diadakan dengan menggunakan alat indra terhadap kejadian
kejadian yang langsung ditangkap pada waktu kejadian itu terjadi.
Instrumen Pengumpulan data
Dalam
penelitian tindakan kelas ini cara pengumpulan data dilakukan dengan teknik
observasi dan tes.
1. Data hasil tes,
yaitu hasil tes tiap akhir siklus
2. Data hasil observasi yaitu, merekam kegiatan
inkuiri terbimbing guru dan siswa dalam kinerja melakukan percobaan berdasarkan rubrik penilian pelaksanaan
pembelajaran.
Dalam
pengambilan data secara observasi kami dibatu oleh seorang guru IPA yang
berfungsi sebagai obsever atau sebagai monitor dalam merekam kegiatan siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan inkuiri
terbimbing dengan menggunakan LKS,
dengan menggunakan panduan observasi.
Teknis Analisa Data
Analisis data
dilakukan secara kuantitatif diskritif maka peneliti dapat uraikan teknis
analisa data pada tabel berikut:

Target
atau indikator pencapaian untuk hasil tes tulis adalah 75, sedangkan untuk hasil observasi
pelaksanaan pembelajaran adalah 75%.
Hasil Penelitian
dan Pembahasan
Obyek penelitian disini adalah siswa kelas VIII SMP
Negeri 2 Wungu Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016 – 2017 . dalam pelaksanaan
penelitian ini penulis mengambil populasi siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Wungu
Kabupaten Madiun yang berjumlah 22 siswa sebagi obyek tindakan dalam penelitian
tindakan kelas .
Penelitian
tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus dengan tahapan sebagai berikut:
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.
Siklus I
A.
Tahap
Perencanaan
Peneliti merencanakan
tindakan berdasarkan tujuan penelitian.
Beberapa perangkat yang dipersiapkan
dalam tahap ini adalah:
·
Mempersiapkan
RPPdengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan LKS, dengan materi cermin
cekung .
·
Mempersiapkan
soal Evaluasi akhir siklus dan daftar hadir siswa
·
Mempersiapkan lembar penilaian, lembar obsevasi pengamatan pembelajaran siswa dan guru
dengan pendekatan inkuiri terbimbing .
·
Mempersiapkan
LKSyang mendukung kegiatan pendekatan inkuiri terbimbing.
B. Tahap
Pelaksanaan:
a.
Guru melakukan kegiatan pendahuluan
b.
Kegiatan Inti
1.
Guru menjelaskan tujuan permbelajaran
yang akan dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar ini.
2.
Guru
menjelaskan metode pembelajaran dengan
pendekatan inkuiri terbimbing.
3.
Guru
membagi siswa menjadi lima kelompok masing masing kelompok terdiri dari empat atau lima
siswa.
4.
Guru
membagikan lembar kerja siswa.
5.
Guru
menjelaskan langkah langkah eksperimen
yang ada di lembar kerja siswa materi
cermin cekung.
6.
Guru
meminta semua kelompok melakukan kegiatan
dengan membaca prosedur dengan
benar pada lembar kerja siswa.
7.
Selama
pelaksaanaan kegiatan eksperimen, guru memberikan
bimbingan arahan prosedur kegiatan eksperimen yang ada di LKS. Observasi dilakukan oleh pengamat sebagai kolaboran untuk memantau mengamati proses
pelaksanaan pembelajaran.
8.
Siswa melakukan diskusi kelompok hasil
dari eksperimen.
9.
Guru
meminta perwakilan kelompok untuk
presentasi hasil eksperimen dari diskusi kelompoknya.
10. Guru meminta kelompok lain untuk
memberikan tanggapan dan mengajukan
pertanyaan.
c. Kegiatan
Penutup
· Guru membimbing siswa untuk membuat
rangkuman inti pelajaran materi cermin
cekung dan memberikan contoh soal.
· Guru memberikan review dari hasil
pembelajaran, secara lisan untuk dijawab dan dikerjakan dipapan tulis.
· Pertemuan
berikutnya diadakan tes evaluasi akhir siklus.
Tahap pengamatan
Selama dalam pelaksanaan
pengamat melakukan pengamatan
tindakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
yang dilakukan guru yaitu guru sudah baik menyampaikan motivasi sebelum
pelaksanaan pembelajaran , juga guru sudah menjelaskan terlebih dahulu kepada
siswa. Namun dalam berdiskusi hanya mendiskusikan hasil eksperimen sedangkan
pertanyaan yang ada di LKS belum maksimal dalam mendiskusikan dengan siswa.
Dalam pengamatan ini siswa masih dibantu guru dalam menyimpulkan hasil
kegiatan.
Tahap Refleksi
Hasil
hasil yang diperoleh dan permasalahan yang muncul pada pelaksanaan adalah
sebagai berikut:
1.
Penyempurnaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP).
2.
Penyempurnaan lembar kerja siswa (LKS).
3.
Menjelaskan kembali kepada siswa
bagaimana cara menganalisa data dari data saat melakukan eksperimen sampai
menareik suatu kesimpulan dari kegiatan .
4.
Motivasi untuk mendorong siswa agar
lebih aktif dalam bertannya dan berpendapat.
5.
Pembimbingan pada kelompok dalam
melaksanakan pendekatan inkuiri secara merata.
Analisa hasil:
|
Aspek
|
Indikator Pencapaian
|
Hasil
|
Hasil Analisa
|
|
Hasil tes tulis
|
75
|
71
|
Kurang dari indikator
pencapaian
|
|
Hasil
Observasi
Pelaksanaan
pembelajaran
|
75%
|
68%
|
Kurang dari indikator
pencapaian
|
Berdasarkan
data diatas, hasil tes tulis dan
observasi pelaksanaan pembelajaran belum
memenuhi indikator ketercapaian. Dari hasil permasalahan diatas dipakai sebagai dasar untuk melakukan perencanaan ulang pada siklus II .
Siklus II
A.
Tahap Perencanaan
· Mempersiapkan RPP dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan LKS,
materi lensa cembung.
·
Mempersiapkan
soal Evaluasi akhir siklus dan daftar hadir siswa
·
Mempersiapkan lembar penilaian, lembar obsevasi pengamatan pembelajaran siswa dan guru
dengan pendekatan inkuiri terbimbing.
·
Mempersiapkan LKS yang mendukung kegiatan pendekatan inkuiri terbimbing.
B. Tahap
Pelaksanaan:
a.
Guru melakukan kegiatan pendahuluan
b.
Kegiatan Inti
1. Guru
menjelaskan tujuan permbelajaran yang akan dilakukan dalam kegiatan belajar
mengajar ini.
2. Guru menjelaskan metode pembelajaran dengan pendekatan inkuiri
terbimbing.
3. Guru
menjelaskan bagaimana memahami dan membaca prosedur dalam LKS dengan benar,
juga menjelaskan secara detail bagaimana cara mengisi data percobaan, menganalisa
dan menyimpulkan hasil kegiatan lensa cembung.
4. Siswa
duduk berkelompok, guru guru membagikan lembar kerja .
5. Guru menjelaskan langkah langkah eksperimen yang ada di lembar kerja siswa.
6. Selama pelaksaanaan eksperimen, guru
memberikan bimbingan arahan prosedur kegiatan eksperimen
yang ada di LKS kepada tiap kelompok sehingga semua kelompok mendapatkan
bimbingan. Observasi dilakukan oleh pengamat sebagai kolaboran untuk memantau mengamati proses
pelaksanaan pembelajaran.
7. Siswa
melakukan diskusi kelompok hasil dari eksperimen.
8. Guru meminta perwakilan kelompok
untuk presentasi hasil eksperimen dari diskusi kelompoknya.
9. Guru meminta kelompok lain untuk
memberikan tanggapan dan mengajukan
pertanyaan.
10.Guru membimbing siswa untuk membuat
rangkuman inti pelajaran materi lensa
cembung dan memberikan contoh soal.
c. Kegiatan
Penutup
· Guru memberikan review dari hasil
pembelajaran, secara lisan untuk dijawab dan dikerjakan dipapan tulis.
·
Pertemuan
berikutnya diadakan pos tes materi lensa cembung.
C. Tahap pengamatan
Selama
dalam pelaksanaan pengamat dan peneliti mengamati kegiatan siswa dalam
melakukan eksperimen dengan pendekatan inkuiri terbimbing, yaitu siswa mampu
mendata, menganlisa meyimpulkan hasil eksperimen. Siswa aktif dalam berdiskusi
berpendapt dan mengajukan pertanyaan.
D. Tahap Refleksi
Dari hasil
pengamatan dapat dianalisa kegiatan tersebut sebagai berikut:
|
Aspek
|
Indikator Pencapaian
|
Hasil
|
Hasil Analisa
|
|
Hasil tes tulis
|
75
|
78
|
Melampaui indikator
pencapaian
|
|
Hasil Observasi
Pelaksanaan
pembelajaran
|
75%
|
88%
|
Melampaui indikator
pencapaian
|
Berdasarkan data
diatas hasil tes tulis dan observasi pelaksanaan pembelajaran sudah melampoi indikator ketercapaian.
PROSES ANALISA DATA
Data hasil observasi dianalisis
secara deskriptif untuk mengetahui Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran
dan hasil tes dianalisis untuk mengetahui
peningkatan prestasi belajar. Cara menganalisis dengan membandingkan hasil
perolehan antara siklus I dan siklus II.

Berdasarkan
peningkatan terhadap hasil obsevasi
pelaksanaan pembelajaran dan hasil post
tes akhir siklus dari siklus 1 dan siklus 2 peneliti mengambil keputusan untuk
tidak melanjutkan penelitian ke siklus 3.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan :
·
Dengan
pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan lembar kerja siswa dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
kelas VIIIA SMP Negeri 2 Wungu Madiun Tahun Pelajaran 2016–2017.
· Peningkatan
ini terlihat pada hasil tes yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 3
dari indikator ketercapaian sebesar 75, dan hasil observasi pelaksanaan
pembelajaran yang meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 13% dari
indikator ketercapaian sebesar 75%.
Saran
Setelah
mengetahui dampak pembelajaran IPA
dikelas VIII dengan
pendekatan inkuiri terbimbing dengan menggunakan lembar kerja siswa dari hasil penelitian, maka disarankan:
1.
Kepada
rekan guru IPA,
untuk menggunakan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing
dengan menggunakan lembar kerja siswa sebagai pendekatan pembelajaran alternatif yang berguna untuk meningkatkan belajar siswa
pada jenjang kelas berapun pendekatan inkuiri terbimbing
dengan menggunakan lembar kerja siswa ini dapat diterapkan.
2.
kepada
peneliti lain, untuk mengembangkan lebih lanjut pembelajaran dengan pendekatan
inkuiri terbimbing dengan menggunakan lembar kerja siswa dengan menimpletasikan pada model model pembelajaran yang lain .
DAFTAR
PUSTAKA
Dahar RW, 1989, Teori Teori Belajar,
Jakarta, Airlangga.
Depdiknas, dikjen dikdasmen 2001, Pedoman
Teknis Pelaksanaan Clasroom Action Research.
Depdiknas, 2006, Pembelajaran Aktif Kreatif
Efektif dan Menyenangkan,
Jakarta, Depdiknas.
Depdiknas, 2006, Permendiknas No. 22 tahun
2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
Dimyati dan Mujiono, 2002, Belajar dan
Pembelajaran, Jakarta, PT Rineka
Cipta.
http://forumgurunusantara.blogspot.co.id/2015/04/metode-pembelajaran-inkuiri-terpimpin.html, Blogspot Metode
Pembelajaran Inkuiri Terpimpin, diakses 20 Februari 2016.
http://sainsedutainment.blogspot.co.id/2011/10/langkah-langkah-inkuiri-terbimbing.html, Blogspot Langkah Langkah
Inkuiri Terbimbing, diakses 21 Februari 2016.
http://lenterakecil.com/pengertian-lembar-kerja-siswa-lks/, Blogspot Pengertian Lembar Kerja Siswa (LKS),
diakses 21 Februari 2016 .
http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/8/jhptump-a-ekoriskiya-400-2-babii.pdf, Blogspot Manfaat Lembar Kerja Siswa (LKS),
diakses 21 Februari 2016
Saeful Karim dkk, 2008, Belajar IPA Kelas
VIII SMP , Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar