MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS IKLAN BARIS
DENGAN PEMANFAATAN MEDIA SURAT KABAR
SISWA KELAS IX-A SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SMP NEGERI 1
KARE KABUPATEN MADIUN
|
|
Oleh
: Tri Harianto
Guru
SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun
|
Abstrak
Kata
Kunci : Media surat kabar, pretasi belajar,
menulis iklan baris
Penelitian
ini bertujuan untuk meningkatkan
keterampilan menulis iklan baris dengan memanfaatkan media surat kabar.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas IX-ASMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun. Sumber data yang digunakan
adalah informasi dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi :
(1) wawancara, (2) observasi, (3) dokumen, (4) tes. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mempunyai bentuk siklus.
Langkah-langkah dalam siklus tersebut terdiri dari planning (perencanaan), acting
(pelaksanaan), observing (observasi), dan reflecting (refleksi).
Penelitian
ini diawali dengan survey awal dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal.
Kondisi awal yang terjadi di kelas IX-ASMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun
tergolong rendah. Hal itu disebabkan karena kurangnya ide kreativitas dan
wawancara yang dimiliki oleh siswa yang merupakan titik lemah dalam membuat
iklan baris terutama dalam menentukan idea tau gagasan, tema atau topik,
membuat judul, dan pemilihan kata-kata yang akan dituangkan dalam tulisan.
Minimnya waktu untuk menyampaikan materi kebahasaan juga menjadi salah satu
penyebab lemahnya keterampilan siswa dalam menulis ilmiah. Setelah mengetahui
kondisi awal, guru memberikan perlakuan dalam menulis iklan baris denngan
memanfaatkan media surat kabar yaitu Jawa Pos edisi Agustus dan September 2017,
tentang pendidikan. Materi pelajaran yang diberikan adalaah kaidah yang harus
diperhatikan dalam iklan baris. Pemberian materi diberikan secara bertahap
dalam dua siklus yang dilakukan dalam dua pertemuan setiap siklusnya.
Penelitian
ini berkesimpulan : pertama, penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus yang
dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Peningkatan proses yang terjadi
ditunjukkan dengan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan keseriusan atau
semangat siswa dalam mengikuti pelajaran menulis iklan baris dengan menggunakan
media kumpulan surat kabar. Kedua
penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menulis ilmiah siswa
dengan memanfaatkan media surat kabar.
Peningkatan yang terjadi cukup memuaskan terkait dengan hasil. Hal itu
ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menulis iklan baris yang
pada observasi awal nilai menulis siswa masih banyak yang di bawah KKM (78) dan
setelah dilakukan tindakan, pada siklus I nilai rata-rata siswa 70,67 menjadi
84,47 pada siklus II
Latar Belakang
Dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia peningkatan kemampuan siswa dalam menulis
khususnya menulis iklan baris merupakan
aspek yang cukup penting, sehingga kemampuan berbahasa siswa terutama dalam
aspek menulis harus dikembangkan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, siswa
diharapkan dapat memahami hal-hal yang berkenaan dengan aspek-aspek menulis
terutama menulis iklan baris. Hal-hal yang berkenaan dengan aspek menulis
diantaranya adalah mengungkapkan idea tau gagasan, penentuan tema karangan,
pembuatan dan pengangbangan karangan, dan cakrawala pengetahuan yang berkaitan
dengah iklan baris terkhusus dalam hal
isi, pengembangan bahasa, tanda baca, ejaan, dan diksi pada benak dan pikiran
mereka.
Penghargaan kepada siswa juga perlu
untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Penghargaan itu diberikan
seperti member nilai yang bagus bagi siswa yang hasil tulisannya dapat menembus
media cetak. Dengan motivasi tersebut siswa diharapkan terbiasa dengan kegiatan
tulis-menulis yang berujung pada peningkatan kemampuan menulis siswa. Apabila
guru dapat memberikan motivasi-motivasi baru dalam proses pembelajaran terutama
pembelajaran menulis akan sangat membantu dalam hal peningkatan minat siswa
dalam hal tulis menulis.
Berbagai
masalah sebagaimana dikemukakan di atas seperti kelemahan siswa dalam
mengungkapkan ide dan gagasan, penentuan tema karangan, pembuatan dan
pengembangan kerangka karangan, dan tata bahasannyamemberikan isyarat secara
jelas tentang masalah nyata yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menulis iklan baris. Hal ini terbukti ketika siswa
diminta untuk membuat tulisan ilmiah, mereka bingung dalam menuangkan gagasan
yang berkenaan dengan topik yang telah ditentukan oleh guru dan mereka masih bingung pada sistematika dan hal-hal
yang berkaitan dengan penulisan. Factor lain adalah metode mengajar yang
dipergunakan guru metode ceramah, dengan metode ini menyebabkan siswa bosan. Selain itu kurangnya ide kreatif dan
wawasan yang dimiliki siswa juga merupakan titik lemah dalam membuat iklan baristerutama dalam menentukan idea tau
gagasan, tema atau topik, membuat judul, dan pemilihan kata-kata yang akan
dituangkan dalam tulisan.
Berpijak
pada fakta-fakta di atas seperti kelemahan siswa dalam ketrampilan menulis
iklan baris, kurangnya waktu untuk menyampaiakan materi kebahasaan, dan
kurangnya ide kreatif siswa dalam menulis iklan baris sebaiknya guru mencari
pendekatan atau inovasi baru untuk meningkatkan ketrampilan menulis iklan baris siswa. Hal ini berarti guru sebagai
ujung tombak pembelajaran harus cerdas dalam mencari inovasi-inovasi baru dalam
meningkatkan kemampuan menulis iklan
baris siswa. Sehingga pembelajaran tidak melulu pada konsep konvensional yaitu
guru hanya ceramah dan siswa mendengarkan. Dalam setiap pembelajaran harus
menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu, dan
penggunaan media pembelajaran sangat dianjurkan bahkan diwajibkan.
Judul,
terutama judul dalam surat kabar, mengandunng sifat pragmatis membuat pembaca
berpikir apa maksud dari penulisan judul itu. Sehingga pembaca akan terpacu
pikirannya dalam menguak maksud penulisan judul berita itu, yang berujung pada
daya kreativitas. dalam surat kabar
bersifat ilmiah karena menuangkan fakta umum dan dijadikan sebagai nama, title,
atau intisari dari sebuah tulisan yang secara tidak lanngsung menjadi tema atau
topik dalam tulisan itu. Hal ini senada dengan pendapat Anwar Hasnun (2004;159)
yang mengatakan bahwa judul dalam karya ilmiah harus memiliki hubungan yang
jelas dengan isinya.
Dari
pemaparan di atas dimungkinkan judul dapat dijadikan sebagai sebuah media dalam
pembelajaran di sekolah terutama pembelajaran menulis iklan baris. Karena jika
judul dijadikan sebuah media pembelajaran maka siswa tidak akan kesulitan dalam
mencari idea atau gagasan dalam menulis
iklan baris. Selain itu siswa akan sangat terbantu dalam membuat tema
atau topik dan karangan-karangan atau bahkan dapat dimungkinkan juga siswa akan
terbantukan dalam penambahan wawasan pemerolehan kosa kata baru atau diksinya.
Menulis iklan baris tidak sesederhana menulis wacana
yang lain. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Tulisan ilmiah yang baik
memiliki beberapa cirri di antaranya bermakna jelas, lugas, merupakan kesatuan
yang bulat, singkat dan padat, dan berdasarkan fakta. Judul berita dalam surat
kabar memenuhi persyaratan untuk membantu siswa mendapatkan hal itu semua. Oleh
karena itu dapat diidentifikasikan permasalahannya adalah kurang ttrampilnya
siswa dalam menulis iklan baris,
bagaaimana cara meningkatkannya, dan bagaimana hubungan pemanfaatan media surat
kabar untuk meningkatkan ketrampilan menulis
iklan baris.
Berdasarkan
uraian di atas dalam kaitannya dengan penelitian ini adalah perlu digunakannya
surat kabar untuk meningkatkan kemampuan menulis iklan baris pada siswa kelas IX-A SMP Negeri
1 Kare Kabupaten Madiun dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Adapun penelitian yang dilakukan berjudul “Meningkatkan Prestasi Belajar Menulis Iklan
Baris dengan Pemanfaatan Media Surat Kabar
Siswa Kelas IX-A Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018 SMP Negeri 1
Kare Kabupaten Madiun”
Kajian Pustaka
Hakikat
Kemampuan Menulis
1.
Pengertian
Kemampuan adalah kesiapan mental
dan intelektual baik terwujud kematangan sikap dan pengetahuan maupun
keterampilan yang digunakan untuk menemukan kebutuhan (Tanuwijaya etal.
1996:8). Menurut Purwo (1991).
2.
Tahap-Tahap Menulis
Menulis
merupakan suatu proses, yaitu proses penulisan yang di dalamnya terdapat
beberapa tahap - tahap penulisan, meliputi :
a.
Kegiatan Pra Penulisan
1)
Pemilihan Topik
Kegiatan
pemilihan topik merupakan kegiatan pertama yang dilakukan, jika akan menulis
karangan. Penulis harus menentukan apa yang akan dibahasnya. Dalam memilih
topik perlu mempertimbangkan hal-hal berikut (1) topik harus ada manfaatnya dan
layak dibahas (2) topik tersebut cukup menarik terutama bagi penulis, (3) topik
ini dikenal baik, (4) bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan culup
memadai.
2)
Penentuan Judul
Penentuan
judul merupakan hal penting karenanjudul merupakan cerminan dari isi karangan.
Judul dapat dipilih dari peristiwa yang ada dalam karangan atau diambil hanya
sebuah kata, puncak yang tercantum dalam karangan.
3)
Penentuan Tujuan
Tujuan
dari tulisan biasanya akan tercermin lewat ragam karangan misalnya menguraikan
suatu peristiwa, menjelaskan suatu konsep, mendiskripsikan suatu benda atau keadaan,
meyakinkan seseorang atau memperbaiki pembaca.
4)
Pengembangan Topik
Topik
yang telah dipilih agar menjadi karangan perlu dipikirkan terlebih dahulu apa
yang hendak diuraikan dalam karangan itu.
b.
Kegiatan Penulisan
Pada
tahap ini siswa perlu diingatkan pada berbagai bentuk karangan sehingga mereka
bias mengembangkan karangan itu secara naratif, diskriptif, ekspositif,
argumentatif atau persuasif. Selain itu perlu pula diingatkan cara-cara
pengembangan paragraf.
c.
Kegiatan Revisi
Siswa
perlu mengoreksi tulisan yang telah dibuatnya. Mereka dipersilakan memeriksa
kembali tulisan yang telah dibuatnya mulai dari pilihan kata, tanda baca,
struktur kalimat ataupun sistematika penulisan. Kegiatan pemeriksaan ini tidak
perlu melibatkan teman-temannya, akan tetapi guru berperan penting dalam
memberikan bantuan kepada siswa.
3.
Ragam Tulisan
Menurut Marwoto (1987:152) tulisan
secara umum dapat dikembangkan dalam 4 bentuk yaitu :
a.
Narasi
Narasi
merupakan bentuk tulisaan yang bertujuan menyampaikan atau menceritakan rangkaian peristiwa atau
pengalaman dari waktu ke waktu. Tulisan narasi sering disebut sebagai cerita
yang bersifat menceritakan suatu peristiwa yang disusun sedemikian rupa dan
runtut sehingga menimbulkan pengertian-pengertian yang merefleksikan interpretasi
penulis.
b.
Eksposisi
Tulisan
ekspresi adalah tulisan yang bertujuan menjelaskan atau memberikan informasi
tentang sesuatu.
Karangan
ekspresi berwujud gagasan yang memberikan, mengupas, atau menguraikan susuatu
penyuluhan tanpa disertai desakan atau paksaan kepada pembacanya agar yang
dipaparkan sebagai sesuatu yang benar.
c.
Diskripsi
Tulisan
diskripsi dapat diartikan sebagai tulisan yang membangkitkan kesan atau impresi
seseorang melalui uraian atau likisan tertentu. Sehingga tulisan ini terutama
digunakan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang seseorang, tempat,
suatu pemandangan yang semacam itu.
d.
Argumentasi
Tulisan
argumentasi adalah tulisan yangn isinya terdiri dari paparan, alas an atau
penyitesisan pendapat untuk membangun sesuatu kesimpulan.
4.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Peningkatan Kemampuan Menulis
a. Sifat pribadi siswa
Sifat
pribadi siswa meliputi :
1) Kemauan atau kehendak
2) Kemampuan
3) Kesempatan
b. Keadaan bahan yang dipelajari
c. Factor-faktor yang berhubungan
dengan proses belajar
d. Proses belajar dan ingatan
e. Hubungan antara proses belajar dan
kematangan
5.
Penilaian Kemampuan Menulis
Menurut Noehi Nasution (1999:126)
menyatakan : pelaksanaan penilaian dapat dilaksanakan secara lisan, tertulis,
dan dengan perbuatan atau melakukan sendiri. Teknik yang akan digunakan
tergantung dari berbagai factor antara
lain waktu, dana, peralatan yang diujikan.
a. Materi
Materi
pembelajaran sekolah menyangkut pengembangan kemampuan proses berfikir
(kognitif, psikomotorik dan afektif).
b. Alat yang digunakan
Alat
yang digunakan dalam penilaian tergantung dari jenis materi yang dinilai.
Pengertian Iklan Baris
Iklan baris (bahasa Inggris: Classified
advertising) adalah salah satu cara promosi barang dan jasa yang umumnya
ditemukan di koran. Cara ini merupakan
pengembangan dari promosi iklan yang mengutamakan daya tarik dengan gambar dan
dengan informasi yang lebih lengkap dan terperinci dalam bentuk teks.
Iklan baris mengutamakan
informasi yang paling inti yang perlu diketahui oleh peminatnya. Karena itu
biasanya iklan baris hanya memuat informasi seperlunya dan hanya membutuhkan
beberapa baris saja. Biasanya koran-koran mensyaratkan iklan baris minimal 2-3
baris dilengkapi sekali dengan laman, nomor telepon, dan sebagainya untuk
menambah keberkesanan iklan baris tersebut.
Karena tidak
menggunakan gambar sebagai daya tariknya, iklan baris dimuat secara berkelompok
sesuai dengan isinya. Misalnya, kelompok barang yang dijual dipasang dalam
baris yang berbeda dengan kelompok barang yang dicari. Selanjutnya,
barang-barang yang dijual pun diklasifikasikan lebih jauh: tanah, rumah, mobil,
motor, dll.
Penjual atau pembeli
biasanya memberikan nomor telepon atau alamat rumah di mana barang itu dapat
dilihat, dibeli, dan diambil.
Karena ukurannya jauh
lebih kecil daripada iklan biasa, iklan baris umumnya lebih murah daripada
iklan-iklan lain. Pemuatannya pun jauh lebih sederhana karena tidak membutuhkan art-work atau ilustrasi grafis, sehingga
koran-koran umumnya dapat menerima iklan baris untuk segera dimuat dalam
penerbitan esok harinya.
Perkembangan teknologi
media pada masa kini membuat iklan baris tidak lagi terbatas pada koran, tetapi
juga media lainnya, seperti internet.
1. Ciri-ciri dari iklan
baris adalah :
a. Iklan berada pada
halaman koran khusus iklan dengan kolom-kolom kira-kira besarnya 3 x 5 cm.
b. Iklan ditampilkan
berwarna hitam putih.
c. Iklan berupa tulisan
singkat 3-4 empat baris dan kadang-kadang disisipkan gambar kecil.
d. Menampilkan inti atau
to the point apa yang ingin dijual.
e. Menyisipkan no hp. atau
orang yang dapat dihubungi
2.
Jenis iklan baris
Berdasarkan tujuannya, iklan baris terdiri dari empat jenis,
yaitu:
a.
Iklan penawaran (jasa/barang)
b.
Iklan pencarian
c.
Iklan penjualan
d.
Iklan lowongan
3. Karakteristik Iklan Baris
a.
Terdiri dari 2 sampai 3
baris, informasi yang terkandung di dalamnya hanya informasi penting
saja dan ditulis secara singkat, padat, dan jelas.
b.
Dikelompokan sesuai dengan
jenis barang atau jasa yang ditawarkan
c.
Berupa kalimat-kalimat pendek
dan biasanya menggunakan singktan-singkatan untuk menghemat tempat.
d.
Sebagian iklan baris dilengkapi
gambar dengan ukuran kecil dan tidak berwarna
e.
Dilengkapi dengan nomor telepon
penjual untuk dihubungi oleh si pembeli
f.
Tidak menggunakan ilustrasi
grafis
g.
Biaya pemasangan tergolong
murah karena tidak memerlukan tempat lebar dalam surat kabar.
4.
Hal – hal yang harus ada dalam
iklan baris.
a. Iklan penawaran,pencarian, dan penjualan
§
Memuat nama barang/jasa
§
Memuat jenis/ tipe barang atau
jasa
§
Memuat kondisi barang atau
jasa
§
Memuat fasilitas barang /
jasa
§
Memuat alamat/ nomor telepon
yang bisa di hubungi
b.
Iklan lowongan pekerjaan
§
Menyebutkan bidang/posisi yang dibutuhkan
§
Menyebutkan kemampuan/kemahiran
yang dibutuhkan
§
Menyebutkan kondisi seseorang
yang di butuhkan seperti jenis kelamin, usia, lulusan, dll
§
Menyebutkan fasilitas yang di
tawarkan oleh perusahaan
§
Menyebutkan alamat/nomor
telepon perusahan
5.
Kriteria Menulis Iklan Baris
a. Komunikatif,
artinya orang membaca iklan langsung dapat menangkap isi yang dimaksud
dengan mudah. Maka dari itu, dalam penyingkatan kata di iklan baris hendaknya
menggunakan singkatan yang sesuai dengan kebiasaan pada iklan baris.
b. Padat/lengkap, di sini artinya iklan yang dibaca
sudah mencakup informasi yang dibutuhkan oleh pembaca jika akan menghubungi.
c. Singkat, artinya penulisan iklan baris
hemat kata karena dengan cara demikian biaya pemasangan iklannya akan murah.
6.
Mendaftar Butir-butir yang Ditulis
dalam Ikan Baris
Setelah
mengamati contoh iklan baris, kita dapat menemukan pola yang sama. Pola
tersebut berisi butir-butir/komponen yang lazim ditulis/ada dalam iklan baris.
Secara garis besar, iklan baris memiliki empat komponen yaitu kegiatan
pengiklanan, barang/hal yang diiklankan, spesifikasi barang/hal yang
diiklankan, dan identitas pemasang iklan.
Kegiatan
pengiklanan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemasang iklan, misalnya:
menjual, membeli, membutuhkan, dll. Barang/hal yang diiklankan merupakan
sesuatu yang akkan dijual, dibeli, dibutuhkan dan lain-lain. Spesifikasi
barang/hal yang diiklankan merupakan cirri-ciri yang terdapat pada barang/hal
yang diiklankan, misalnya mobil: kondisi, warna, tahun, cc, mesin, dsb. Identitas
pemasang iklan merupakan individu yang dapat dihubungi oleh pihak yang
menanggapi iklan. Dalam hal ini dapat berupa nama, alamat, atau nomor telepon
atau Hp.
Metode Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan dengan Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suharsono (dalam Suharsini Arikunto,
Suhardjono, dan Supardi, 2007:58) mengemukakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas
(M) adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik
pembelejaran di kelasnya. PTK berfokkus di kelas atau pada proses belajar
mengajar yang terjadi di kelas, bukan pada input kelas (silabus, materi, dan
lain-lain) ataupun output (hasil belajar). M harus tertuju atau mengenai
hal-hal yang terjadi di dalam kelas (2007:58)
Penelitian
Tindakan Kelas adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian
dengan tindakan substantive, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin
inquiri, atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi
sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan (Tomkins dalam
Rochiyati, 2006:11). Secara ringkas, penelitian tindakan kelas adalah bagaimana
sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka
sendiri. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktik pembelajaran
mereka, dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu.
Kasibani
Kasbolah (2001;2) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan salah
satu usaha untuk memperbaiki mutu pendidikan yang secara langsung menyentuh
masalah lapangan, yaitu masalah yang ada di kelas. Untuk lebih mengenal apa
yang dimaksud dengan Penelitian Tindakan Kelas kita perlu mengetahui cirri-ciri
atau karakteristik dari PTK itu sendiri. Dengan mengetahui cirri-ciri yang ada
pada Penelitian Tindakan Kelas diharapkan pengertian tentang jenis penelitian
tindakan akan menjadi lebih jelas.
Ciri
atau karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (Kasihani Kasbolah, 2001:15-17)
yaitu sebagai berikut:
1.
Penelitian
tindakan kelas dilaksanakan oleh guru sendiri
2.
Penelitian
tindakan kelas berangkat dari permasalahan praktik faktual
3.
Penelitian
tindakan kelas adalah adanyan tindakan-tindakan yang perludilakukan untuk
memperbaiki proses belajar mengajar di kelas yang bersangkutan.
4.
Penelitian
tindakan kelas bersifat kolaboratif
Sumber Data
1.
Tempat
dan peristiwa yang menjadi sumber data dalam penelitian yakni berbagai kegiatan
pembelajaran menulis iklan baris yang
berlangsung di dalam kelas yang dialami siswa dengan media surat kabar.
2.
Informan
dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten
Madiun.
3.
Dokumen
yang berupa daftar nilai, hasil tes siswa, hasil angket yang diisi siswa,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan foto kegiatan pembelajaran iklan baris.
Teknik Pengumpulan
Data
1.
Observasi,
digunakan untuk mengamati pelaksanaan dan perkembangan pembelajaran
menulis iklan baris yang dilakukan guru
dan siswa dalam penelitian ini peneliti sebagai partisipasi pasif yang hanya
mengamati jalannya pembelajaran berlangsung.
2.
Wawancara,
untuk menggali data berkenaan dengan aspek jenis kesulitan belajar, aspek
kesalahan pembelajaran, aspek penentuan tindakan, dan aspek responden akibat
tindakan yang tidak dialami.
3.
Angket,
dilakukan dengan cara meminta sisiwa menjawab beberapa pertanyaan yang
berhubungan dengan pelaksanaan penelitian. Teknik ini digunakan untuk
mengumpulkan data dan informasi yang jumlahnya banyak dan tidak memungkinkan
diwawancarai sati persatu. Angket dalam penelitian ini diterapkan pada siswa
kelas IX-A yang berjumlah 30 siswa.
4.
Tes,
dilakukan untuk mengetahui hasil dari kegiatan pembelajaran sesudah pelaksanaan
penelitian. Dalam penelitian ini guru melaksanakan tes dengan cara mmemberikan
tugas menulis iklan baris. Tujuannya
untuk mengetahui kamampuan siswa setelah mengetahui kemampuan siswa setelah
mengikuti pembelajaran menulis iklan
baris dengan menggunakan surat kabar.
Teknih Uji Validasi
Data
1.
Trianggulasi
sumber data
Teknik ini digunakan
untuk membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi
yang telah diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.
2.
Trianggulasi
metode
Teknik ini digunakan
untuk membandingkan data yang diperoleh dari hasil observasi dengan data yang
diperoleh dari hasil wawancara.
Teknik Analisis Data
1.
Data Reduction (Reduksi Data)
Data
reduction adalah
bagian dari analisis, suatu bentuk analisis yang mempertegas, memperpendek,
membuat focus, membuang hal-hal yang tidak pentingdan mengatur data sedemikian
rupa sehingga kesimpulan akhir dapat dilakukan. Data berupa proses seleksi,
pemfokusan, penyederhanaan, dan abstraksi data yang berupa data kasar dan
konsep-konsep umum yang munculdan catatan-catatan di lapangan. Proses ini
merupakan bagian dari analisis yang sudah dimulai sejak peneliti mengambil
keputusan (walaupun tidak disadari sepenuhnya) tentang kerangka kerja
konseptual,pemilihan kasus, pernyataan yang akan dipakai. Proses ini
berlangsung hingga laporan akhir penelitian ditulis.
2.
Data Display (Sajian Data)
Data display adalah
suatu rangkaian organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan riset
dilakukan. Dengan melihat sajian data, peneliti akan mengerti apa yang terjadi
dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis atau tindakan lain
berdasarkan penelitian tersebut. Penyajian data yang baik dan jelas
sistematikanya akan benyak menolong peneliti sendiri. Pengelompokan atau
pengklasifikasian data yang sudah ada berarti sudah memiliki daerah analisis
penelitian.
3.
Conslusion Drawing (Penarikan Kesimpulan)
Proses ini sudah
memasuki penarikan kesimpulan dari data yang sudah diperoleh sejak awal
penelitian, karena kesimpulan masih bersifat sementara, artinya penelitian
tetap bersifat terbuka dan skeptic, tidak tertutup kemungkinan adanya
kesimpulan-kesimpulannya (diverifikasi) secara eksplisit dan berlandaskan kuat.
Kesimpulan akhir tidak akan terjadi sampai proses pengumpulan data berakhir.
Prosedur Penelitian
1.
Tahap
Pengenalan Masalah
a.
Mengidentifikasi
masalah
b.
Menganalisis
masalah secara mendalam dengan mengacu pada teori-teori yang relevan.
c.
Menyusun
bentuk tindakan yang sesuai dengan siklus sebelumnya.
d.
Menyusun
alat monitoring dan evaluasi.
2.
Tahap
Persiapan Tindakan
a.
Penyusunan
jadwal penelitian
b.
Penyusunan
rencana pembelajaran
c.
Penyusunan
soal evaluasi
3.
Tahap
Penyusunan Rancana Tindakan
Rencana tindakan disusun dalam 2
siklus, yaitu siklus I,dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari empat tahap,
yaitu tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan
interpretasi, serta tahap analisis dan refleksi.
4.
Tahap
Implementasi Tindakan
Dalam tahap ini peneliti
melaksanakan hipotesis tindakan, yakni untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
menulis iklan baris siswa kelas IX-A SMP
Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun dengan menggunakan media surat kabar.
5.
Tahap
pengamatan
Pada tahap ini peneliti melakukan
pengamatan terhadap siswa yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar.
6.
Tahap
Penyusunan Laporan
Pada tahap ini peneliti menyusun
laporan dari semua kegiatan yang telah dilakukan selama penelitian.
Proses Penelitian
1.
Tahap Perencanaan
a. Rancangan
Siklus I
1)
Skenario
pembelajaran sebagai berikut :
a)
Guru
memberikan apersepsi berkaitan dengan topik yang akan dikembalikan dalam
menulis iklan baris.
b)
Guru
menjelaskan mengenai karakteristik menulis
iklan baris.
c)
Guru
melakukan Tanya jawab kepada siswa yang berkaitan dengan menulis iklan baris.
d)
Pada
pelajaran inti guru menugasi siswa untuk menulis sebuah makalah sederhana atau
term paper dengan acuan judul-judul berita surat kabar yang diberikan.
2)
Instrument
untuk evaluasi yang berupa porto folio
3)
Menerapkan
indikator keterampilan tujuan sebagai berikut
Indikator penilaian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada cara Haris atau Arman
Halim yang dikutip oleh Burhan Nurgiantoro (2001; 306) yang dalam menganlisa
sebuah karangan terdapat lima unsur
yaitu : (a) isi, gagasan yang dikemukakan, (b) organisasi isi, (c) tata
bahasa dan pola kalimat, (d) pilihan struktur dan kosa kata, dan (e) mekanik
atau ejaan.
Teknik penilaian yang
digunakan adalah dengan menggunakan model skala interval untuk tiap tingkat
tertentu pada aspek yang dinilai menurut Hartfield (dalam Burhan Nurgiantoro,
2001; 307).
4)
Tahap
pelaksanaan, dilakukan dengan melaksanakan scenario pembelajaran yang telah
direncanakan, yang dilakukan bersamaan dengan observasi terhadapa dampak
tindakan.
5)
Tahap
observasi dan evaluasi, dilakukan dengan mengamati dan mengevaluasi aktivitas
penerapan pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran menulis iklan baris yang telah dilakukan untuk
mendapatkan data tentang kekurangan dan kemajuan aplikasi tindakan pertama.
6)
Tahap
analisis dan refleksi, dilakukan dengan menganalisis hasil observasi dan
interpretasi sehingga diperoleh kesimpulan yang telah memenuhi target.
b.
Rancangan Siklus II
Siklus II dilaksanakan dengan tahapan-tahapan seperti
pada siklus I yaitu tahap pelaksanaan, observasi dan interpretasi, serta
analisis dan refleksi. Akan tetapi dengan perencanaan ulang berdasarkan hasil
yang diperoleh pada siklus I (refleksi) sehingga kekurangan yang terjadi pada
siklus I tidak terjadi pada siklus II.
2.
Tahap Pelaksanaan
Tahap ini dilaksanakan sesuai
dengan skenario pembelajaran, yang direncanakan, yang dilakukan bersamaan
observasi terhadap dampak tindakan.
3.
Tahap Observasi dan Interpretasi
Tahap ini dilakukan dengan menganal
dan menginterpretasikan aktivitas penerapan media judul-judul berita surat
kabar sebagai media penunjang dalam meningkatkan kualitas kemampuan
menulis iklan baris dan hasil
pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk mendapatkan data tentanng kekurangan
dan kemajuan melalui tindakan sebelumnya.
4.
Tahap Analisis dan Refleksi
Tahap ini dilaksanakan dengan
menganlisis hasil observasi dan interpretasi sehingga diperoleh kesimpulan
bagian mana yang perlu diperbaiki atau disempurnakan dan bagian mana yang
memenuhi target tindakan.
5.
Tahap penyusunan laporan
a.
Adanya
peningkatan kemampuan siswa dalam hal menulis
iklan baris.
b.
Adannya
respon positif dari guru lain dan pelaku
yang bersangkutan seperti kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan
lebih bermakna.
c.
Adanya
respon positif dari siswa, seperti siswa lebih antusias dan senang dalam
mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya menulis iklan baris.
Hasil Penelitian
Sikus I
Dari
diskripsi siklus I didapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya, yang
membuat proses pembelajaran hasilnya kurang maksimal. Kekurangan itu berasal
dari materi yang disampaikan oleh guru dan siswa. Dari segi materi yang
disampaikan oleh guru ada yang tertinggal atau kurang jelas dalam menyampaikan.
Contohnya ketika menerangkan materi, masalah pengutipan kalimat dan daftar
pustaka dari surat kabar belum disampaikan sehingga hasil dalam menulis iklan baris kurang maksimal.
Dari
segi siswa kekurangannya adalah adanya beberapa siswa yang tidak mengikuti
system pembelajaran atau cenderung membuat gaduh. Tetapi secara keseluruhan
antusiasme siswa dalam pembelajaran menulis
iklan baris dengan memanfaatkan mediasurat kabar ini cukup baik. Hal ini
terlihat dari respon sebagian siswa yang cukup banyak terutama siswa putri.
Pada intinya tindakan yang diberikan oleh guru kepada siswa langsung direspon
dengan beragam tanggapan. Secara hasil, berdasarkan KKM yaitu 78 maka didapatkan 3 siswa yang sudah
mencapai KKM atau sebesar 13,04%. Dari hal-hal yang dinilai dalam menulis iklan baris ini, kekurangan siswa terletak
pada penulisan diksi dan tanda baca sesuai dengan EYD, koheren.\, dan kohesif,
dan kelengkapa dalam menulis iklan
baris.
Hasil
penelitian tindakan kelas pada siklus I
berkaitan dengan peningkatan keterampilan menulis iklan baris dengan memanfaatkan surat kabar
dapat dilihat di bawah ini.
Dari
hasil siklus I ini tampak bahwa prestasi siswa dalam menulis iklan baris belum memuaskan. Hal itu dapat
dilihat dari rata-rata nilai yang didapat siswa dalam menulis iklan baris yaitu 70,67. Sedangkan dalam hal
ketuntasan, siswa yang sedah memcapai batas tuntas ada 13 siswa atau 43,33% dan
siswa yang belum tuntas ada 17 siswa atau 90,00%. Dari keadaan tersebut dapat
disimpulkan bahwa pembelajaran menulis
iklan baris dengan pemanfaatan media surat kabar pada siklus I belum
maksimal. Sehingga perlu adannya peningkatan lagi dalam siklus berikutnya.
Secara
keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran sudah cukup memuaskan. Berdasarkan
pengamatan observer, respon siswa dalam mengikuti pelajaran menulis iklan baris dengan memanfaatkan surat kabar
cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan adannya beberapa siswa yang bertanya
kepada guru mengenai penjelasan penggunaan kumpilan surat kabar untuk
membuat iklan baris. Dari hal itu
berdampak pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
Keaktifan
siswa meningkat dengan adanya kumpulan surat kabar yang diberikan kepada siswa.
Keaktifan itu berawal dari rasa ingin tahu siswa terhadap perlakuan baru yang
diberikan guru kepada siswa dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan.
Siswa yang aktif dalam siklus I ini sebanyak 14 dari 30 siswa atau 46,67%. Jadi
sudah hamper separoh dari jumlah siswa, tetapi masih
ada beberapa siswa yang kurang merespon pelajaran bahkan ada siswa yang membuat
kegaduhan.
Siklus II
Siklus
II dilaksanakan untuk mengatasi kekurangan yang terjadi dalam proses
pembelajaran pada siklus I. upaya untuk mengatasi kekurangan pada siklus I
adalah dengan menambah materi yang belum tersampaikan dan menngoreksi pekerjaan
siswa dan disampaikan kepada siswa yang dibuat dalam menulis iklan baris. Berpijak dari siklus I peneliti
dan guru sejawat berusaha meminimalisir kelemahan yang berakibat pada kurang
maksimalnya peningkatan keterampilan siswa dalam menulis iklan baris.
Siklus
II ini dilaksanakan dalam waktu satu kali pertemuan atau 2 X 40 menit dan masih
menggunakan media yang sama dengan siklus I, materi difokuskan pada cara
menulis kutipan dan daftar pustaka dari surat kabar. Pada siklus II ini semua
siswa masuk, tanpa ada yang izin untuk keluar karena kegiatan atau berhalangan
hadir. Peningkatan hasil pada siklus II ini sangat memuaskan. Jumlah siswa yang
mendapat nilai sama atau melampaui batas KKM sebanyak 27 siswa sedangkan dalam hal keaktifan siswa yang
aktif 28 siswa atau 93,33%. Kenaikan nilai yang dicapai siswa dari siklus I ke
siklus II menunjukkan
keefektifan surat kabar dalam meningkatkan keterampilan menulis iklan baris siswa.
Dari
hasil analisis pada siklus II ini tampak bahwa prestasi siswa dalam
menulis iklan baris sudah memuaskan. Hal
itu dapat dilihat dari rata-rata nilai yang didapat siswa dalam menulis iklan baris yaitu 84,47. Sedangkan dalam hal
ketuntasan, siswa yang sudah mencapai batas tuntas ada 27 siswa atau 90,00%,
dan siswa yang belum tuntas ada 3 siswa atau 10,00%. Dari keadaan tersebut
dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis
iklan baris dengan memanfaatkan media surat kabar pada siklus II sudah
mmemuaskan dan cukup maksimal, sehingga penelitian ini dihentikan pada siklus
II.
Berdasarkan
pengamatan peneliti pada saat pembelajaran siklus II berlangsung, penilaian pada aspek keaktifan
siswa mengalami peningkatan. Peningkatan yang terjadi dapat dilihat terutama
pada keaktifan siswa dalam hal bertanya. Hal itu terjadi karena pada siklus II
siswa sudah ditugaskan untuk membuat
iklan baris, sehingga guru jarang meemberikan pertanyaan-pertanyaan
kepada siswa.
Meningkatnya
keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis
iklan baris disebabkan keingintahuan siswa mengenal kata-kata yang
ada dalam judul-judul berita dan yang
berkaitan dengan menulis kutipan dan daftar pustaka. Siswa yang aktif pada
siklus II ini sebanyak 28 siswa atau 93,33%. Tetapi dalam proses pembelajaran
pada siklus II ini masih ada siswa yang sering membuat gaduh, dan cenderung
mengajak temannya untuk bercanda. Setelah berdiskusi dengan guru-guru yang
mengajar kelas IX-A, ternyata siswa yang membuat gaduh tersebut memang telah
menjadi perhatian guru-guru yang mengajar di kelas IX-A. siswa yang membuat
gaduh tersebut sebanyak lima siswa.
Hasil Peningkatan
Siswa
Berdasarkan
tindakan yang telah dilakukan oleh peneliti dan guru teman sejawat, guru telah
berhasil dalam melaksanakan dan menciptakan pembelajaran. Guru mampu
membangkitkan semangat belajar siswa dan membuat siswa mempunyai minat yang
lebih untuk mengikuti pelajaran yang berdampak pada meningkatnya keaktifan dan
kemampuan siswa dalam menulis iklan
baris. Kinerja guru dalam pembelajaran
juga menjadi lebih meningkat karena adanya pengalaman baru dalam
mengajar.
a.
Keaktifan
siswa dalam mengikuti pelajaran
b.
Peningkatan
guru dalam hal pengembangan materi ajar, penggunaan media pembelajaran, dan
membangkitkan motivasi belajar siswa
Dalam mengajar guru
mengakui jarang menggunakan media untuk pembelajaran Bahasa Indonesia yang
dilakukan. Papan tulis dan buku teks adalah sebagai pegangan penuh dalam
mengajar. Metode ceramah dan penugasan tertulis atau lisan menjadi andalan yang sering digunakan dalam
kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Tindakan itu dilakukan oleh guru
dengan alasan, dengan menggunakan itu semua sudah cukup dan yang terpenting
materi yang ditentukan dalam silabus dapat tersampaikan semua. Minimnya variasi
dan media yang digunakan oleh guru dalam mengajar berdampak pada motivasi siswa yang rendah
dalam kegiatan belajar mengajar. Hal itu terlihat dari kondisi kelas sebelum
penelitian ini dilakukan cenderung gaduh dan sedikitnya respon dari siswa pada
pelajaran yang disampaikan.
Setelah diadakan
tindakan dalam penelitian dengan menggunakan media kumpulan surat kabar, guru
berpendapat bahwa hal ini dapat merubah sikap siswa dalam kegiatan belajar
mengajar seperti siswa mulai semangat dan aktif dalam merespon materi dan tugas
yang diberikan atau disampaikan oleh guru. Pengalaman yang didapatkan oleh guru tersebut membuat guru berfikir bahwa
media pembelajaran tidak harus elektronik atau mahal tetapi juga dapat
memanfaatkan potensi-potensi yang ada di sekitar kita sehingga guru berniat
untuk menggali ide dan mencoba memanfaatkan media yang ada di sekitar guru dan
mudah didapatkan.
c.
Peningkatan
kemampuan siswa dan hasil yang diperoleh dalam menulis iklan baris
Selain peningkatan
keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran, kemampuan dan hasil dalam
menulis iklan baris siswa juga
meningkat. Pada siklus I batas tuntas yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 78
telah dicapai oleh 13 siswa atau 33,33%, dan pada siklus II yang mencapai batas
tuntas adalah 27 siswa atau 90,00%, sehingga peningkatan prosentase
ketercapaian ketuntasan yang diperoleh siswa dalam menulis iklan baris adalah 46,67%. Nilai rata-rata
siswa juga meningkat dari 70,67 pada siklus I menjadi 84,47 pada siklus II,
jadi peningkatan rata-rata siswa dalam hasil atau nilai adalah 13,38. Siswa
yang belum tuntas pada siklus yang kedua ini beralasan waktu yang diberikan
masih kurang. Selain itu pada saat pertemuan sebelumnya siswa tersebut tidak
masuk.
Tabel Data Peningkatan Hasil dan
Proses Pembelajaran Menulis iklan baris pada Siklus I dan Siklus II
Kendala-kendala yang
Dihadapi
Dalam
upaya peningkatan keterampilan menulis
iklan baris dengan memanfaatkan media kumpulan juful-judul berita dari
surat kabar pada siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun ini tidak
lepas dari adanya kendala-kendala yang dapat berakibat tidak optimalnya
penelitian. Kendala yang ada pada siklus I
adalah kedisiplinan siswa untuk segera mengkondisikan diri untuk
menerima pelajaran belum baik. Materi dalam pembelajaran menulis iklan baris ini ada yang belum tersampaikan
oleh guru dan kekurangpahaman dari guru terhadap beberapa makna yang ada pada
surat kabar yang diberikan kepada siswa
Pelaksanaan
siklus II masih dijumpai beberapa kendala selam proses penelitian berlangsung,
tetapi kuantitasnya sangat kecil. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain
adanya siswa yang masih membuat gaduh dan mengganggu proses pembelajaran serta
masih adanya beberapa siswa yang kesulitan dalam diksi atau pemilihan kata dan penulisan kutipan yang
dipakai dalam menulis iklan baris.
Kendala-kendala tersebut dapat diatasi oleh guru dengan menegur dan memberikan
peringatan kepada siswa yang ramai untuk memperhatikan pelajaran dan guru
berkeliling untuk melihat siswa yang kesulitan dalam menulis iklan baris.
Kesimpulan
Berdasarkan paparan data, analisis
data, temuan penelitian, dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
1.
Pemanfaatan
media surat kabar dapat meningkatkan
proses pembelajaran keterampilan menulis
iklan baris pada siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun.
2.
Pemanfaatan media surat kabar dapat meningkatkan prestasi belajar menulis iklan baris
pada siswa kelas IX-A SMP Negeri
1 Kare Kabupaten Madiun.
3.
Pemanfaatan media surat kabar dapat meningkatkan aktivitas belajar
menulis iklan baris pada siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun.
4.
Pembelajaran
dengan pemanfaatan media urat kabar pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas
IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun telah terlaksana sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan.
5.
Penerapan
pembelajaran dengan pemanfaatan media surat kabar pada pembelajaran Bahasa Indonesia menumbuhkan rasa senang pada siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah
Arbay, 1974, Intisari Sastra Indonesia,
Bandung; Djatnika..
Agus
Suriamiharja,Akhlan Husein, dan Nunuy Nurjanah, 1996, Petunjuk Praktis Menulis, Jakarta : Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek
Penataran Guru SLTP setara D-III tahun 1996/1997
Alex
Sobur, 2004, Analisis Teks Media.
Bandung : Remaja Karya.
Anwar
Hasnum, 2004, Pedoman dan Petunjuk Praktis Karya Tulis: puisi, Artikel, Makalah,
Laporan, Surat Dinas, Yogyakarta; Absolut.
Andi
Baso Mappatoto, 1999, Teknik Penulisan
Featur (Karangan Khas). Jakarta : Gramedia Puataka Utama.
Asep
Syamsul M. Romli, 2005, Jurnalistik
Praktis untuk Pemula, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arief
S. Sadiman, R. Raharja, Anung Hartono, dan Rahardjito, 1996, Media Pendidikan, Jakarta; PT. Raja
Grafindo Persada.
Ari
Wijayanti, 2006, Pengajaran Bahasa yang Kreatif
dalam http://lubisgrafurawordpress.com/2000/10/03/pengajaran-bahasa-yangkreatif/-63k-.
Diakses tanggal 12 Agustus 2008
Arifin,
E. Zaenal. 1998. Dasar-Dasar Penulisan
Karangan Ilmiah. Jakarta: Grasindo.
Atar
Semi, M. 1990, Menulis Efektif,
Padang; Angkasa Raya
Azhar
Arsyat, 2005, Media Pendidikan, Jakarta; PT Raja Grafindo Persada.
Basuki
Wibawa dan Farida Mukti, 2001, Media
Pengajaran, Bandung; CV Maulana.
Budinuryanta,
Kasurijanta dan Imam Koermen. 1997, Materi
Pokok Keterampilan Berbahasa, Jakarta; Depdikbud.
Burhan
Nurgiyantoro, 2001, Penilaian dalam
Pengajaran Bahasa dan Sastra, Yogyakarta; BPFE.
Chotimah
Husnul, 2007, Model-model Pembelajaran
untuk PTK, Malang.
Depdiknas,
2004, Standar Kompetensi Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah, Jakarta;
Depdiknas.
Gorys
Keraf, 2003, Argumentasi dan Narasi,
Jakarta; Gramedia.
Kasihani
Kasbolah, 2001, Penelitian Tindakan
Kelas, Malang; UNM.
Nursito,
2000, Ikhtisar Kesusastraan Indonesia,
Yogyakarta, Adi Cita
Omar
Hamalik, 1986, Media Pendidikan,
Bandung; Alumni.
Omar
Hamalik, 2004 Proses Belajar Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara
Robertus
Angkowo dan A. Kosasih, 2007, Optimalisasi
Media Pembelajaran, Jakarta; Grasindo.
Rochiati
Wiriaatmadja.2008. Metode Penelitian
Tindakan Kelas, Bandung PT. Remaja Rosdakarya.
Subarti
Akhadiah, Maidar G. Arsyad, dan Sakura Ridwan, 1996, Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia, Jakarta; Erlangga.
Sri
Utari Subyakto Nababan, 1993, Metodologi
Pengajaran Bahasa, Jakarta; Gramedia Pustaka Utama.
Suharsimi
Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2006, Penelitian
Tindakan Kelas, Jakarta; Bumi Aksara.
Tarigan,
Henry Guntur, 1993, Menulis Sebagai Suatu
Keterampilan Barbahasa, Bandung; Angkasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar