Senin, 01 Oktober 2018

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS IKLAN BARIS DENGAN PEMANFAATAN MEDIA SURAT KABAR SISWA KELAS IX-A SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SMP NEGERI 1 KARE KABUPATEN MADIUN


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENULIS IKLAN BARIS DENGAN PEMANFAATAN MEDIA SURAT KABAR  SISWA KELAS IX-A SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SMP NEGERI 1 KARE  KABUPATEN MADIUN

Oleh : Tri Harianto
Guru SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun

Abstrak

Kata Kunci   : Media surat kabar, pretasi belajar, menulis iklan baris

Penelitian ini  bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis iklan baris dengan memanfaatkan media surat kabar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-ASMP Negeri 1 Kare  Kabupaten Madiun. Sumber data yang digunakan adalah informasi dan dokumen. Teknik pengumpulan data yang dipakai meliputi : (1) wawancara, (2) observasi, (3) dokumen, (4) tes.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mempunyai bentuk siklus. Langkah-langkah dalam siklus tersebut terdiri dari planning (perencanaan), acting (pelaksanaan), observing (observasi), dan reflecting (refleksi).
Penelitian ini diawali dengan survey awal dan wawancara untuk mengetahui kondisi awal. Kondisi awal yang terjadi di kelas IX-ASMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun tergolong rendah. Hal itu disebabkan karena kurangnya ide kreativitas dan wawancara yang dimiliki oleh siswa yang merupakan titik lemah dalam membuat iklan baris terutama dalam menentukan idea tau gagasan, tema atau topik, membuat judul, dan pemilihan kata-kata yang akan dituangkan dalam tulisan. Minimnya waktu untuk menyampaikan materi kebahasaan juga menjadi salah satu penyebab lemahnya keterampilan siswa dalam menulis ilmiah. Setelah mengetahui kondisi awal, guru memberikan perlakuan dalam menulis iklan baris denngan memanfaatkan media surat kabar yaitu Jawa Pos edisi Agustus dan September 2017, tentang pendidikan. Materi pelajaran yang diberikan adalaah kaidah yang harus diperhatikan dalam iklan baris. Pemberian materi diberikan secara bertahap dalam dua siklus yang dilakukan dalam dua pertemuan setiap siklusnya.
Penelitian ini berkesimpulan : pertama, penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Peningkatan proses yang terjadi ditunjukkan dengan keaktifan siswa dalam pembelajaran dan keseriusan atau semangat siswa dalam mengikuti pelajaran menulis iklan baris dengan menggunakan media kumpulan  surat kabar. Kedua penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menulis ilmiah siswa dengan memanfaatkan media  surat kabar. Peningkatan yang terjadi cukup memuaskan terkait dengan hasil. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menulis iklan baris yang pada observasi awal nilai menulis siswa masih banyak yang di bawah KKM (78) dan setelah dilakukan tindakan, pada siklus I nilai rata-rata siswa 70,67 menjadi 84,47 pada siklus II  


Latar Belakang
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia peningkatan kemampuan siswa dalam menulis khususnya menulis  iklan baris merupakan aspek yang cukup penting, sehingga kemampuan berbahasa siswa terutama dalam aspek menulis harus dikembangkan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, siswa diharapkan dapat memahami hal-hal yang berkenaan dengan aspek-aspek menulis terutama menulis iklan baris. Hal-hal yang berkenaan dengan aspek menulis diantaranya adalah mengungkapkan idea tau gagasan, penentuan tema karangan, pembuatan dan pengangbangan karangan, dan cakrawala pengetahuan yang berkaitan dengah  iklan baris terkhusus dalam hal isi, pengembangan bahasa, tanda baca, ejaan, dan diksi pada benak dan pikiran mereka.
Penghargaan kepada siswa juga perlu untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Penghargaan itu diberikan seperti member nilai yang bagus bagi siswa yang hasil tulisannya dapat menembus media cetak. Dengan motivasi tersebut siswa diharapkan terbiasa dengan kegiatan tulis-menulis yang berujung pada peningkatan kemampuan menulis siswa. Apabila guru dapat memberikan motivasi-motivasi baru dalam proses pembelajaran terutama pembelajaran menulis akan sangat membantu dalam hal peningkatan minat siswa dalam hal tulis menulis.
Berbagai masalah sebagaimana dikemukakan di atas seperti kelemahan siswa dalam mengungkapkan ide dan gagasan, penentuan tema karangan, pembuatan dan pengembangan kerangka karangan, dan tata bahasannyamemberikan isyarat secara jelas tentang masalah nyata yang dihadapi siswa dalam pembelajaran menulis  iklan baris. Hal ini terbukti ketika siswa diminta untuk membuat tulisan ilmiah, mereka bingung dalam menuangkan gagasan yang berkenaan dengan topik yang telah ditentukan oleh guru dan mereka  masih bingung pada sistematika dan hal-hal yang berkaitan dengan penulisan. Factor lain adalah metode mengajar yang dipergunakan guru metode ceramah, dengan metode ini menyebabkan siswa    bosan. Selain itu kurangnya ide kreatif dan wawasan yang dimiliki siswa juga merupakan titik lemah dalam membuat  iklan baristerutama dalam menentukan idea tau gagasan, tema atau topik, membuat judul, dan pemilihan kata-kata yang akan dituangkan dalam tulisan.
Berpijak pada fakta-fakta di atas seperti kelemahan siswa dalam ketrampilan menulis iklan baris, kurangnya waktu untuk menyampaiakan materi kebahasaan, dan kurangnya ide kreatif siswa dalam menulis iklan baris sebaiknya guru mencari pendekatan atau inovasi baru untuk meningkatkan ketrampilan menulis  iklan baris siswa. Hal ini berarti guru sebagai ujung tombak pembelajaran harus cerdas dalam mencari inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan kemampuan menulis  iklan baris siswa. Sehingga pembelajaran tidak melulu pada konsep konvensional yaitu guru hanya ceramah dan siswa mendengarkan. Dalam setiap pembelajaran harus menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu, dan  penggunaan media pembelajaran sangat dianjurkan bahkan diwajibkan.
Judul, terutama judul dalam surat kabar, mengandunng sifat pragmatis membuat pembaca berpikir apa maksud dari penulisan judul itu. Sehingga pembaca akan terpacu pikirannya dalam menguak maksud penulisan judul berita itu, yang berujung pada daya kreativitas.  dalam surat kabar bersifat ilmiah karena menuangkan fakta umum dan dijadikan sebagai nama, title, atau intisari dari sebuah tulisan yang secara tidak lanngsung menjadi tema atau topik dalam tulisan itu. Hal ini senada dengan pendapat Anwar Hasnun (2004;159) yang mengatakan bahwa judul dalam karya ilmiah harus memiliki hubungan yang jelas dengan isinya.
Dari pemaparan di atas dimungkinkan judul dapat dijadikan sebagai sebuah media dalam pembelajaran di sekolah terutama pembelajaran menulis iklan baris. Karena jika judul dijadikan sebuah media pembelajaran maka siswa tidak akan kesulitan dalam mencari idea atau gagasan dalam menulis  iklan baris. Selain itu siswa akan sangat terbantu dalam membuat tema atau topik dan karangan-karangan atau bahkan dapat dimungkinkan juga siswa akan terbantukan dalam penambahan wawasan pemerolehan kosa kata baru atau diksinya.
Menulis  iklan baris tidak sesederhana menulis wacana yang lain. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Tulisan ilmiah yang baik memiliki beberapa cirri di antaranya bermakna jelas, lugas, merupakan kesatuan yang bulat, singkat dan padat, dan berdasarkan fakta. Judul berita dalam surat kabar memenuhi persyaratan untuk membantu siswa mendapatkan hal itu semua. Oleh karena itu dapat diidentifikasikan permasalahannya adalah kurang ttrampilnya siswa dalam menulis  iklan baris, bagaaimana cara meningkatkannya, dan bagaimana hubungan pemanfaatan media surat kabar untuk meningkatkan ketrampilan menulis  iklan baris.
Berdasarkan uraian di atas dalam kaitannya dengan penelitian ini adalah perlu digunakannya surat kabar untuk meningkatkan kemampuan menulis  iklan baris pada siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun dalam bentuk penelitian tindakan kelas.  Adapun penelitian yang dilakukan berjudul “Meningkatkan Prestasi Belajar Menulis Iklan Baris dengan Pemanfaatan Media Surat Kabar  Siswa Kelas IX-A Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018 SMP Negeri 1 Kare  Kabupaten Madiun”

Kajian Pustaka
Hakikat Kemampuan Menulis
1.   Pengertian
Kemampuan adalah kesiapan mental dan intelektual baik terwujud kematangan sikap dan pengetahuan maupun keterampilan yang digunakan untuk menemukan kebutuhan (Tanuwijaya etal. 1996:8). Menurut Purwo (1991).
2.   Tahap-Tahap Menulis
Menulis merupakan suatu proses, yaitu proses penulisan yang di dalamnya terdapat beberapa tahap - tahap penulisan, meliputi :
a.   Kegiatan Pra Penulisan
1)   Pemilihan Topik
Kegiatan pemilihan topik merupakan kegiatan pertama yang dilakukan, jika akan menulis karangan. Penulis harus menentukan apa yang akan dibahasnya. Dalam memilih topik perlu mempertimbangkan hal-hal berikut (1) topik harus ada manfaatnya dan layak dibahas (2) topik tersebut cukup menarik terutama bagi penulis, (3) topik ini dikenal baik, (4) bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan culup memadai. 
2)   Penentuan Judul
Penentuan judul merupakan hal penting karenanjudul merupakan cerminan dari isi karangan. Judul dapat dipilih dari peristiwa yang ada dalam karangan atau diambil hanya sebuah kata, puncak yang tercantum dalam karangan.
3)   Penentuan Tujuan
Tujuan dari tulisan biasanya akan tercermin lewat ragam karangan misalnya menguraikan suatu peristiwa, menjelaskan suatu konsep, mendiskripsikan suatu benda atau keadaan, meyakinkan seseorang atau memperbaiki pembaca.
4)   Pengembangan Topik
Topik yang telah dipilih agar menjadi karangan perlu dipikirkan terlebih dahulu apa yang hendak diuraikan dalam karangan itu.
b.   Kegiatan Penulisan
Pada tahap ini siswa perlu diingatkan pada berbagai bentuk karangan sehingga mereka bias mengembangkan karangan itu secara naratif, diskriptif, ekspositif, argumentatif atau persuasif. Selain itu perlu pula diingatkan cara-cara pengembangan paragraf.
c.    Kegiatan Revisi
Siswa perlu mengoreksi tulisan yang telah dibuatnya. Mereka dipersilakan memeriksa kembali tulisan yang telah dibuatnya mulai dari pilihan kata, tanda baca, struktur kalimat ataupun sistematika penulisan. Kegiatan pemeriksaan ini tidak perlu melibatkan teman-temannya, akan tetapi guru berperan penting dalam memberikan bantuan kepada siswa.
3.   Ragam Tulisan
Menurut Marwoto (1987:152) tulisan secara umum dapat dikembangkan dalam 4 bentuk yaitu :
a.   Narasi
Narasi merupakan bentuk tulisaan yang bertujuan menyampaikan atau  menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman dari waktu ke waktu. Tulisan narasi sering disebut sebagai cerita yang bersifat menceritakan suatu peristiwa yang disusun sedemikian rupa dan runtut sehingga menimbulkan pengertian-pengertian yang merefleksikan interpretasi penulis.
b.   Eksposisi
Tulisan ekspresi adalah tulisan yang bertujuan menjelaskan atau memberikan informasi tentang sesuatu.
Karangan ekspresi berwujud gagasan yang memberikan, mengupas, atau menguraikan susuatu penyuluhan tanpa disertai desakan atau paksaan kepada pembacanya agar yang dipaparkan sebagai sesuatu yang benar.
c.    Diskripsi
Tulisan diskripsi dapat diartikan sebagai tulisan yang membangkitkan kesan atau impresi seseorang melalui uraian atau likisan tertentu. Sehingga tulisan ini terutama digunakan untuk membangkitkan kesan atau impresi tentang seseorang, tempat, suatu pemandangan yang semacam itu.
d.   Argumentasi
Tulisan argumentasi adalah tulisan yangn isinya terdiri dari paparan, alas an atau penyitesisan pendapat untuk membangun sesuatu kesimpulan.
4.   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Kemampuan Menulis
a.    Sifat pribadi siswa
Sifat pribadi siswa meliputi :
1)   Kemauan atau kehendak
2)   Kemampuan
3)   Kesempatan
b.   Keadaan bahan yang dipelajari
c.    Factor-faktor yang berhubungan dengan proses belajar
d.   Proses belajar dan ingatan
e.    Hubungan antara proses belajar dan kematangan
5.   Penilaian Kemampuan Menulis
Menurut Noehi Nasution (1999:126) menyatakan : pelaksanaan penilaian dapat dilaksanakan secara lisan, tertulis, dan dengan perbuatan atau melakukan sendiri. Teknik yang akan digunakan tergantung dari berbagai factor  antara lain waktu, dana, peralatan yang diujikan.
a.    Materi
Materi pembelajaran sekolah menyangkut pengembangan kemampuan proses berfikir (kognitif, psikomotorik dan afektif).
b.   Alat yang digunakan
Alat yang digunakan dalam penilaian tergantung dari jenis materi yang dinilai.

Pengertian Iklan Baris
Iklan baris (bahasa Inggris: Classified advertising) adalah salah satu cara promosi barang dan jasa yang umumnya ditemukan di koran. Cara ini merupakan pengembangan dari promosi iklan yang mengutamakan daya tarik dengan gambar dan dengan informasi yang lebih lengkap dan terperinci dalam bentuk teks.
Iklan baris mengutamakan informasi yang paling inti yang perlu diketahui oleh peminatnya. Karena itu biasanya iklan baris hanya memuat informasi seperlunya dan hanya membutuhkan beberapa baris saja. Biasanya koran-koran mensyaratkan iklan baris minimal 2-3 baris dilengkapi sekali dengan laman, nomor telepon, dan sebagainya untuk menambah keberkesanan iklan baris tersebut.
Karena tidak menggunakan gambar sebagai daya tariknya, iklan baris dimuat secara berkelompok sesuai dengan isinya. Misalnya, kelompok barang yang dijual dipasang dalam baris yang berbeda dengan kelompok barang yang dicari. Selanjutnya, barang-barang yang dijual pun diklasifikasikan lebih jauh: tanah, rumah, mobil, motor, dll.
Penjual atau pembeli biasanya memberikan nomor telepon atau alamat rumah di mana barang itu dapat dilihat, dibeli, dan diambil.
Karena ukurannya jauh lebih kecil daripada iklan biasa, iklan baris umumnya lebih murah daripada iklan-iklan lain. Pemuatannya pun jauh lebih sederhana karena tidak membutuhkan art-work atau ilustrasi grafis, sehingga koran-koran umumnya dapat menerima iklan baris untuk segera dimuat dalam penerbitan esok harinya.
Perkembangan teknologi media pada masa kini membuat iklan baris tidak lagi terbatas pada koran, tetapi juga media lainnya, seperti internet.
1.   Ciri-ciri dari iklan baris adalah :
a.    Iklan berada pada halaman koran khusus iklan dengan kolom-kolom kira-kira besarnya 3 x 5 cm.
b.   Iklan ditampilkan berwarna hitam putih.
c.    Iklan berupa tulisan singkat 3-4 empat baris dan kadang-kadang disisipkan gambar kecil.
d.   Menampilkan inti atau to the point apa yang ingin dijual.
e.    Menyisipkan no hp. atau orang yang dapat dihubungi
2.   Jenis iklan baris
Berdasarkan tujuannya, iklan baris terdiri dari empat jenis, yaitu: 
a.    Iklan penawaran (jasa/barang)
b.   Iklan pencarian
c.    Iklan penjualan
d.   Iklan lowongan
3.   Karakteristik Iklan Baris
a.    Terdiri dari 2 sampai 3 baris,  informasi yang terkandung di dalamnya hanya informasi penting saja  dan ditulis secara singkat, padat, dan jelas.
b.   Dikelompokan sesuai dengan jenis barang atau jasa yang ditawarkan
c.    Berupa kalimat-kalimat pendek dan biasanya menggunakan singktan-singkatan untuk menghemat tempat.
d.   Sebagian iklan baris dilengkapi gambar dengan ukuran kecil dan tidak berwarna
e.    Dilengkapi dengan nomor telepon penjual untuk dihubungi oleh si pembeli
f.    Tidak menggunakan ilustrasi grafis
g.   Biaya pemasangan tergolong murah karena tidak memerlukan tempat lebar dalam surat kabar.
4.   Hal – hal yang harus ada dalam iklan baris.
a. Iklan penawaran,pencarian, dan penjualan 
§  Memuat nama barang/jasa 
§  Memuat jenis/ tipe barang atau jasa 
§  Memuat kondisi barang atau jasa 
§  Memuat fasilitas barang / jasa 
§  Memuat alamat/ nomor telepon yang bisa di hubungi
b.   Iklan lowongan pekerjaan
§  Menyebutkan bidang/posisi yang dibutuhkan
§  Menyebutkan kemampuan/kemahiran yang dibutuhkan
§  Menyebutkan kondisi seseorang yang di butuhkan seperti jenis kelamin, usia, lulusan, dll
§  Menyebutkan fasilitas yang di tawarkan oleh perusahaan
§  Menyebutkan alamat/nomor telepon perusahan
5.   Kriteria Menulis Iklan Baris
a.    Komunikatif,  artinya orang membaca iklan langsung dapat menangkap isi yang dimaksud dengan mudah. Maka dari itu, dalam penyingkatan kata di iklan baris hendaknya menggunakan singkatan yang sesuai dengan kebiasaan pada iklan baris.
b.   Padat/lengkap, di sini artinya iklan yang dibaca sudah mencakup informasi yang dibutuhkan oleh pembaca jika akan menghubungi.
c.    Singkat, artinya penulisan iklan baris hemat kata karena dengan cara demikian biaya pemasangan iklannya akan murah.
6.   Mendaftar Butir-butir yang Ditulis dalam Ikan Baris
Setelah mengamati contoh iklan baris, kita dapat menemukan pola yang sama. Pola tersebut berisi butir-butir/komponen yang lazim ditulis/ada dalam iklan baris. Secara garis besar, iklan baris memiliki empat komponen yaitu kegiatan pengiklanan, barang/hal yang diiklankan, spesifikasi barang/hal yang diiklankan, dan identitas pemasang iklan.
Kegiatan pengiklanan merupakan aktivitas yang dilakukan oleh pemasang iklan, misalnya: menjual, membeli, membutuhkan, dll. Barang/hal yang diiklankan merupakan sesuatu yang akkan dijual, dibeli, dibutuhkan dan lain-lain. Spesifikasi barang/hal yang diiklankan merupakan cirri-ciri yang terdapat pada barang/hal yang diiklankan, misalnya mobil: kondisi, warna, tahun, cc, mesin, dsb. Identitas pemasang iklan merupakan individu yang dapat dihubungi oleh pihak yang menanggapi iklan. Dalam hal ini dapat berupa nama, alamat, atau nomor telepon atau Hp.
   
Metode Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Menurut Suharsono (dalam Suharsini Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2007:58) mengemuka­kan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (M) adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelejaran di kelasnya. PTK berfokkus di kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, bukan pada input kelas (silabus, materi, dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). M harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas (2007:58)
Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantive, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inquiri, atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan (Tomkins dalam Rochiyati, 2006:11). Secara ringkas, penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktik pembelajaran mereka sendiri. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktik pembelajaran mereka, dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu.
Kasibani Kasbolah (2001;2) menyatakan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki mutu pendidikan yang secara langsung menyentuh masalah lapangan, yaitu masalah yang ada di kelas. Untuk lebih mengenal apa yang dimaksud dengan Penelitian Tindakan Kelas kita perlu mengetahui cirri-ciri atau karakteristik dari PTK itu sendiri. Dengan mengetahui cirri-ciri yang ada pada Penelitian Tindakan Kelas diharapkan pengertian tentang jenis penelitian tindakan akan menjadi lebih jelas.
Ciri atau karakteristik Penelitian Tindakan Kelas (Kasihani Kasbolah, 2001:15-17) yaitu sebagai berikut:
1.   Penelitian tindakan kelas dilaksanakan oleh guru sendiri
2.   Penelitian tindakan kelas berangkat dari permasalahan praktik faktual
3.   Penelitian tindakan kelas adalah adanyan tindakan-tindakan yang perludilakukan untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas yang bersangkutan.
4.   Penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif
 
Sumber Data
1.   Tempat dan peristiwa yang menjadi sumber data dalam penelitian yakni berbagai kegiatan pembelajaran menulis  iklan baris yang berlangsung di dalam kelas yang dialami siswa dengan media surat kabar.
2.   Informan dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun.
3.   Dokumen yang berupa daftar nilai, hasil tes siswa, hasil angket yang diisi siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, dan foto kegiatan pembelajaran  iklan baris.

Teknik Pengumpulan Data
1.   Observasi, digunakan untuk mengamati pelaksanaan dan perkembangan pembelajaran menulis  iklan baris yang dilakukan guru dan siswa dalam penelitian ini peneliti sebagai partisipasi pasif yang hanya mengamati jalannya pembelajaran berlangsung.
2.   Wawancara, untuk menggali data berkenaan dengan aspek jenis kesulitan belajar, aspek kesalahan pembelajaran, aspek penentuan tindakan, dan aspek responden akibat tindakan yang tidak dialami.
3.   Angket, dilakukan dengan cara meminta sisiwa menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan pelaksanaan penelitian. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang jumlahnya banyak dan tidak memungkinkan diwawancarai sati persatu. Angket dalam penelitian ini diterapkan pada siswa kelas IX-A yang berjumlah 30 siswa.
4.   Tes, dilakukan untuk mengetahui hasil dari kegiatan pembelajaran sesudah pelaksanaan penelitian. Dalam penelitian ini guru melaksanakan tes dengan cara mmemberikan tugas menulis  iklan baris. Tujuannya untuk mengetahui kamampuan siswa setelah mengetahui kemampuan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis  iklan baris dengan menggunakan surat kabar. 

Teknih Uji Validasi Data
1.   Trianggulasi sumber data
Teknik ini digunakan untuk membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang telah diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.
2.   Trianggulasi metode
Teknik ini digunakan untuk membandingkan data yang diperoleh dari hasil observasi dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara.

Teknik Analisis Data
1.   Data Reduction (Reduksi Data)
Data reduction adalah bagian dari analisis, suatu bentuk analisis yang mempertegas, memperpendek, membuat focus, membuang hal-hal yang tidak pentingdan mengatur data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat dilakukan. Data berupa proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, dan abstraksi data yang berupa data kasar dan konsep-konsep umum yang munculdan catatan-catatan di lapangan. Proses ini merupakan bagian dari analisis yang sudah dimulai sejak peneliti mengambil keputusan (walaupun tidak disadari sepenuhnya) tentang kerangka kerja konseptual,pemilihan kasus, pernyataan yang akan dipakai. Proses ini berlangsung hingga laporan akhir penelitian ditulis.
2.   Data Display (Sajian Data)
Data display adalah suatu rangkaian organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan riset dilakukan. Dengan melihat sajian data, peneliti akan mengerti apa yang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis atau tindakan lain berdasarkan penelitian tersebut. Penyajian data yang baik dan jelas sistematikanya akan benyak menolong peneliti sendiri. Pengelompokan atau pengklasifikasian data yang sudah ada berarti sudah memiliki daerah analisis penelitian.
3.   Conslusion Drawing (Penarikan Kesimpulan)
Proses ini sudah memasuki penarikan kesimpulan dari data yang sudah diperoleh sejak awal penelitian, karena kesimpulan masih bersifat sementara, artinya penelitian tetap bersifat terbuka dan skeptic, tidak tertutup kemungkinan adanya kesimpulan-kesimpulannya (diverifikasi) secara eksplisit dan berlandaskan kuat. Kesimpulan akhir tidak akan terjadi sampai proses pengumpulan data berakhir.

Prosedur Penelitian
1.   Tahap Pengenalan Masalah
a.    Mengidentifikasi masalah
b.   Menganalisis masalah secara mendalam dengan mengacu pada teori-teori yang relevan.
c.    Menyusun bentuk tindakan yang sesuai dengan siklus sebelumnya.
d.   Menyusun alat monitoring dan evaluasi.
2.   Tahap Persiapan Tindakan
a.    Penyusunan jadwal penelitian
b.   Penyusunan rencana pembelajaran
c.    Penyusunan soal evaluasi
3.   Tahap Penyusunan Rancana Tindakan
Rencana tindakan disusun dalam 2 siklus, yaitu siklus I,dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan interpretasi, serta tahap analisis dan refleksi.
4.   Tahap Implementasi Tindakan
Dalam tahap ini peneliti melaksanakan hipotesis tindakan, yakni untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menulis  iklan baris siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun dengan menggunakan media surat kabar.
5.   Tahap pengamatan
Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar.
6.   Tahap Penyusunan Laporan
Pada tahap ini peneliti menyusun laporan dari semua kegiatan yang telah dilakukan selama penelitian.

Proses Penelitian
1.   Tahap Perencanaan
a.   Rancangan Siklus I
1)   Skenario pembelajaran sebagai berikut :
a)   Guru memberikan apersepsi berkaitan dengan topik yang akan dikembalikan dalam menulis  iklan baris.
b)   Guru menjelaskan mengenai karakteristik menulis  iklan baris.
c)   Guru melakukan Tanya jawab kepada siswa yang berkaitan dengan menulis  iklan baris.
d)   Pada pelajaran inti guru menugasi siswa untuk menulis sebuah makalah sederhana atau term paper dengan acuan judul-judul berita surat kabar yang diberikan.
2)   Instrument untuk evaluasi yang berupa porto folio
3)   Menerapkan indikator keterampilan tujuan sebagai berikut
Indikator penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada cara Haris atau Arman Halim yang dikutip oleh Burhan Nurgiantoro (2001; 306) yang dalam menganlisa sebuah karangan terdapat lima unsur  yaitu : (a) isi, gagasan yang dikemukakan, (b) organisasi isi, (c) tata bahasa dan pola kalimat, (d) pilihan struktur dan kosa kata, dan (e) mekanik atau ejaan.
Teknik penilaian yang digunakan adalah dengan menggunakan model skala interval untuk tiap tingkat tertentu pada aspek yang dinilai menurut Hartfield (dalam Burhan Nurgiantoro, 2001; 307).
4)   Tahap pelaksanaan, dilakukan dengan melaksanakan scenario pembelajaran yang telah direncanakan, yang dilakukan bersamaan dengan observasi terhadapa dampak tindakan.
5)   Tahap observasi dan evaluasi, dilakukan dengan mengamati dan mengevaluasi aktivitas penerapan pendekatan keterampilan proses pada pembelajaran menulis  iklan baris yang telah dilakukan untuk mendapatkan data tentang kekurangan dan kemajuan aplikasi tindakan pertama.
6)   Tahap analisis dan refleksi, dilakukan dengan menganalisis hasil observasi dan interpretasi sehingga diperoleh kesimpulan yang telah memenuhi target. 
b.   Rancangan Siklus II
Siklus II  dilaksanakan dengan tahapan-tahapan seperti pada siklus I yaitu tahap pelaksanaan, observasi dan interpretasi, serta analisis dan refleksi. Akan tetapi dengan perencanaan ulang berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I (refleksi) sehingga kekurangan yang terjadi pada siklus I tidak terjadi pada siklus II.
2.   Tahap Pelaksanaan
Tahap ini dilaksanakan sesuai dengan skenario pembelajaran, yang direncanakan, yang dilakukan bersamaan observasi terhadap dampak tindakan.
3.   Tahap Observasi dan Interpretasi
Tahap ini dilakukan dengan menganal dan menginterpretasikan aktivitas penerapan media judul-judul berita surat kabar sebagai media penunjang dalam meningkatkan kualitas kemampuan menulis  iklan baris dan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan untuk mendapatkan data tentanng kekurangan dan kemajuan melalui tindakan sebelumnya.
4.   Tahap Analisis dan Refleksi
Tahap ini dilaksanakan dengan menganlisis hasil observasi dan interpretasi sehingga diperoleh kesimpulan bagian mana yang perlu diperbaiki atau disempurnakan dan bagian mana yang memenuhi target tindakan.
5.   Tahap penyusunan laporan
a.    Adanya peningkatan kemampuan siswa dalam hal menulis  iklan baris.
b.   Adannya respon positif dari  guru lain dan pelaku yang bersangkutan seperti kegiatan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan lebih bermakna. 
c.    Adanya respon positif dari siswa, seperti siswa lebih antusias dan senang dalam mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya menulis  iklan baris.

Hasil Penelitian
Sikus I
Dari diskripsi siklus I didapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaannya, yang membuat proses pembelajaran hasilnya kurang maksimal. Kekurangan itu berasal dari materi yang disampaikan oleh guru dan siswa. Dari segi materi yang disampaikan oleh guru ada yang tertinggal atau kurang jelas dalam menyampaikan. Contohnya ketika menerangkan materi, masalah pengutipan kalimat dan daftar pustaka dari surat kabar belum disampaikan sehingga hasil dalam menulis  iklan baris kurang maksimal.
Dari segi siswa kekurangannya adalah adanya beberapa siswa yang tidak mengikuti system pembelajaran atau cenderung membuat gaduh. Tetapi secara keseluruhan antusiasme siswa dalam pembelajaran menulis  iklan baris dengan memanfaatkan mediasurat kabar ini cukup baik. Hal ini terlihat dari respon sebagian siswa yang cukup banyak terutama siswa putri. Pada intinya tindakan yang diberikan oleh guru kepada siswa langsung direspon dengan beragam tanggapan. Secara hasil, berdasarkan KKM yaitu 78 maka didapatkan 3 siswa yang sudah mencapai KKM atau sebesar 13,04%. Dari hal-hal yang dinilai dalam menulis  iklan baris ini, kekurangan siswa terletak pada penulisan diksi dan tanda baca sesuai dengan EYD, koheren.\, dan kohesif, dan kelengkapa dalam menulis  iklan baris.
Hasil penelitian tindakan kelas pada siklus I  berkaitan dengan peningkatan keterampilan menulis  iklan baris dengan memanfaatkan surat kabar dapat dilihat di bawah ini.
Dari hasil siklus I ini tampak bahwa prestasi siswa dalam menulis  iklan baris belum memuaskan. Hal itu dapat dilihat dari rata-rata nilai yang didapat siswa dalam menulis  iklan baris yaitu 70,67. Sedangkan dalam hal ketuntasan, siswa yang sedah memcapai batas tuntas ada 13 siswa atau 43,33% dan siswa yang belum tuntas ada 17 siswa atau 90,00%. Dari keadaan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis  iklan baris dengan pemanfaatan media surat kabar pada siklus I belum maksimal. Sehingga perlu adannya peningkatan lagi dalam siklus berikutnya.
Secara keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran sudah cukup memuaskan. Berdasarkan pengamatan observer, respon siswa dalam mengikuti pelajaran menulis  iklan baris dengan memanfaatkan surat kabar cukup bagus. Hal ini ditunjukkan dengan adannya beberapa siswa yang bertanya kepada guru mengenai penjelasan penggunaan kumpilan surat kabar untuk membuat  iklan baris. Dari hal itu berdampak pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
Keaktifan siswa meningkat dengan adanya kumpulan surat kabar yang diberikan kepada siswa. Keaktifan itu berawal dari rasa ingin tahu siswa terhadap perlakuan baru yang diberikan guru kepada siswa dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan. Siswa yang aktif dalam siklus I ini sebanyak 14 dari 30 siswa atau 46,67%. Jadi sudah hamper separoh dari jumlah siswa,  tetapi masih ada beberapa siswa yang kurang merespon pelajaran bahkan ada siswa yang membuat kegaduhan.

Siklus II 
Siklus II dilaksanakan untuk mengatasi kekurangan yang terjadi dalam proses pembelajaran pada siklus I. upaya untuk mengatasi kekurangan pada siklus I adalah dengan menambah materi yang belum tersampaikan dan menngoreksi pekerjaan siswa dan disampaikan kepada siswa yang dibuat dalam menulis  iklan baris. Berpijak dari siklus I peneliti dan guru sejawat berusaha meminimalisir kelemahan yang berakibat pada kurang maksimalnya peningkatan keterampilan siswa dalam menulis  iklan baris.
Siklus II ini dilaksanakan dalam waktu satu kali pertemuan atau 2 X 40 menit dan masih menggunakan media yang sama dengan siklus I, materi difokuskan pada cara menulis kutipan dan daftar pustaka dari surat kabar. Pada siklus II ini semua siswa masuk, tanpa ada yang izin untuk keluar karena kegiatan atau berhalangan hadir. Peningkatan hasil pada siklus II ini sangat memuaskan. Jumlah siswa yang mendapat nilai sama atau melampaui batas KKM sebanyak  27 siswa sedangkan dalam hal keaktifan siswa yang aktif 28 siswa atau 93,33%. Kenaikan nilai yang dicapai siswa dari siklus I ke siklus II menunjukkan keefektifan surat kabar dalam meningkatkan keterampilan menulis  iklan baris siswa.
Dari hasil analisis pada siklus II ini tampak bahwa prestasi siswa dalam menulis  iklan baris sudah memuaskan. Hal itu dapat dilihat dari rata-rata nilai yang didapat siswa dalam menulis  iklan baris yaitu 84,47. Sedangkan dalam hal ketuntasan, siswa yang sudah mencapai batas tuntas ada 27 siswa atau 90,00%, dan siswa yang belum tuntas ada 3 siswa atau 10,00%. Dari keadaan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis  iklan baris dengan memanfaatkan media surat kabar pada siklus II sudah mmemuaskan dan cukup maksimal, sehingga penelitian ini dihentikan pada siklus II.
Berdasarkan pengamatan peneliti pada saat pembelajaran siklus II  berlangsung, penilaian pada aspek keaktifan siswa mengalami peningkatan. Peningkatan yang terjadi dapat dilihat terutama pada keaktifan siswa dalam hal bertanya. Hal itu terjadi karena pada siklus II siswa sudah ditugaskan untuk membuat  iklan baris, sehingga guru jarang meemberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa.
Meningkatnya keaktifan siswa dalam pembelajaran menulis  iklan baris disebabkan keingintahuan siswa mengenal kata-kata yang ada   dalam judul-judul berita dan yang berkaitan dengan menulis kutipan dan daftar pustaka. Siswa yang aktif pada siklus II ini sebanyak 28 siswa atau 93,33%. Tetapi dalam proses pembelajaran pada siklus II ini masih ada siswa yang sering membuat gaduh, dan cenderung mengajak temannya untuk bercanda. Setelah berdiskusi dengan guru-guru yang mengajar kelas IX-A, ternyata siswa yang membuat gaduh tersebut memang telah menjadi perhatian guru-guru yang mengajar di kelas IX-A. siswa yang membuat gaduh tersebut sebanyak lima siswa.

Hasil Peningkatan Siswa
Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan oleh peneliti dan guru teman sejawat, guru telah berhasil dalam melaksanakan dan menciptakan pembelajaran. Guru mampu membangkitkan semangat belajar siswa dan membuat siswa mempunyai minat yang lebih untuk mengikuti pelajaran yang berdampak pada meningkatnya keaktifan dan kemampuan siswa dalam menulis  iklan baris. Kinerja guru dalam pembelajaran  juga menjadi lebih meningkat karena adanya pengalaman baru dalam mengajar.
a.    Keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran
b.   Peningkatan guru dalam hal pengembangan materi ajar, penggunaan media pembelajaran, dan membangkitkan motivasi belajar siswa
Dalam mengajar guru mengakui jarang menggunakan media untuk pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan. Papan tulis dan buku teks adalah sebagai pegangan penuh dalam mengajar. Metode ceramah dan penugasan tertulis atau lisan  menjadi andalan yang sering digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan. Tindakan itu dilakukan oleh guru dengan alasan, dengan menggunakan itu semua sudah cukup dan yang terpenting materi yang ditentukan dalam silabus dapat tersampaikan semua. Minimnya variasi dan media yang digunakan oleh guru dalam mengajar  berdampak pada motivasi siswa yang rendah dalam kegiatan belajar mengajar. Hal itu terlihat dari kondisi kelas sebelum penelitian ini dilakukan cenderung gaduh dan sedikitnya respon dari siswa pada pelajaran yang disampaikan.
Setelah diadakan tindakan dalam penelitian dengan menggunakan media kumpulan surat kabar, guru berpendapat bahwa hal ini dapat merubah sikap siswa dalam kegiatan belajar mengajar seperti siswa mulai semangat dan aktif dalam merespon materi dan tugas yang diberikan atau disampaikan oleh guru. Pengalaman yang didapatkan  oleh guru tersebut membuat guru berfikir bahwa media pembelajaran tidak harus elektronik atau mahal tetapi juga dapat memanfaatkan potensi-potensi yang ada di sekitar kita sehingga guru berniat untuk menggali ide dan mencoba memanfaatkan media yang ada di sekitar guru dan mudah didapatkan.
c.    Peningkatan kemampuan siswa dan hasil yang diperoleh dalam menulis  iklan baris
Selain peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran, kemampuan dan hasil dalam menulis  iklan baris siswa juga meningkat. Pada siklus I batas tuntas yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 78 telah dicapai oleh 13 siswa atau 33,33%, dan pada siklus II yang mencapai batas tuntas adalah 27 siswa atau 90,00%, sehingga peningkatan prosentase ketercapaian ketuntasan yang diperoleh siswa dalam menulis  iklan baris adalah 46,67%. Nilai rata-rata siswa juga meningkat dari 70,67 pada siklus I menjadi 84,47 pada siklus II, jadi peningkatan rata-rata siswa dalam hasil atau nilai adalah 13,38. Siswa yang belum tuntas pada siklus yang kedua ini beralasan waktu yang diberikan masih kurang. Selain itu pada saat pertemuan sebelumnya siswa tersebut tidak masuk.
Tabel Data Peningkatan Hasil dan Proses Pembelajaran  Menulis  iklan baris pada Siklus I dan Siklus II

Kendala-kendala yang Dihadapi
Dalam upaya peningkatan keterampilan menulis  iklan baris dengan memanfaatkan media kumpulan juful-judul berita dari surat kabar pada siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun ini tidak lepas dari adanya kendala-kendala yang dapat berakibat tidak optimalnya penelitian. Kendala yang ada pada siklus I  adalah kedisiplinan siswa untuk segera mengkondisikan diri untuk menerima pelajaran belum baik. Materi dalam pembelajaran menulis  iklan baris ini ada yang belum tersampaikan oleh guru dan kekurangpahaman dari guru terhadap beberapa makna yang ada pada surat kabar yang diberikan kepada siswa
Pelaksanaan siklus II masih dijumpai beberapa kendala selam proses penelitian berlangsung, tetapi kuantitasnya sangat kecil. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain adanya siswa yang masih membuat gaduh dan mengganggu proses pembelajaran serta masih adanya beberapa siswa yang kesulitan dalam diksi atau  pemilihan kata dan penulisan kutipan yang dipakai dalam menulis  iklan baris. Kendala-kendala tersebut dapat diatasi oleh guru dengan menegur dan memberikan peringatan kepada siswa yang ramai untuk memperhatikan pelajaran dan guru berkeliling untuk melihat siswa yang kesulitan dalam menulis  iklan baris.

Kesimpulan
Berdasarkan paparan data, analisis data, temuan penelitian, dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.   Pemanfaatan media surat kabar  dapat meningkatkan proses pembelajaran keterampilan menulis  iklan baris pada siswa kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare  Kabupaten Madiun.
2.   Pemanfaatan  media surat kabar  dapat meningkatkan prestasi belajar menulis  iklan baris  pada siswa kelas  IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun.
3.   Pemanfaatan  media surat kabar  dapat meningkatkan aktivitas belajar menulis  iklan baris  pada siswa kelas  IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun.
4.   Pembelajaran dengan pemanfaatan media urat kabar pada pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX-A SMP Negeri 1 Kare Kabupaten Madiun telah terlaksana sesuai dengan  langkah-langkah yang telah direncanakan.
5.   Penerapan pembelajaran dengan pemanfaatan media surat kabar pada pembelajaran Bahasa Indonesia  menumbuhkan rasa senang pada siswa.


DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Arbay, 1974, Intisari Sastra Indonesia, Bandung; Djatnika..
Agus Suriamiharja,Akhlan Husein, dan Nunuy Nurjanah, 1996, Petunjuk Praktis Menulis, Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP setara D-III tahun 1996/1997
Alex Sobur, 2004, Analisis Teks Media. Bandung : Remaja Karya.
Anwar Hasnum, 2004,  Pedoman dan Petunjuk Praktis Karya Tulis: puisi, Artikel, Makalah, Laporan, Surat Dinas, Yogyakarta; Absolut.
Andi Baso Mappatoto, 1999, Teknik Penulisan Featur (Karangan Khas). Jakarta : Gramedia Puataka Utama.
Asep Syamsul M. Romli, 2005, Jurnalistik Praktis untuk Pemula, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arief S. Sadiman, R. Raharja, Anung Hartono, dan Rahardjito, 1996, Media Pendidikan, Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada.
Ari Wijayanti, 2006, Pengajaran Bahasa yang Kreatif  dalam http://lubisgrafurawordpress.com/2000/10/03/pengajaran-bahasa-yangkreatif/-63k-. Diakses tanggal 12 Agustus 2008
Arifin, E. Zaenal. 1998. Dasar-Dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: Grasindo.
Atar Semi, M. 1990, Menulis Efektif, Padang; Angkasa Raya
Azhar Arsyat, 2005,  Media Pendidikan, Jakarta; PT Raja Grafindo Persada.
Basuki Wibawa dan Farida Mukti, 2001, Media Pengajaran, Bandung; CV Maulana.
Budinuryanta, Kasurijanta dan Imam Koermen. 1997, Materi Pokok Keterampilan Berbahasa, Jakarta; Depdikbud.
Burhan Nurgiyantoro, 2001, Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra, Yogyakarta; BPFE.
Chotimah Husnul, 2007, Model-model Pembelajaran untuk PTK, Malang.
Depdiknas, 2004, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah, Jakarta; Depdiknas.
Gorys Keraf, 2003, Argumentasi dan Narasi, Jakarta; Gramedia.
Kasihani Kasbolah, 2001, Penelitian Tindakan Kelas, Malang; UNM.
Nursito, 2000, Ikhtisar Kesusastraan Indonesia, Yogyakarta, Adi Cita
Omar Hamalik, 1986, Media Pendidikan, Bandung; Alumni.
Omar Hamalik,  2004 Proses Belajar Mengajar, Jakarta : Bumi Aksara
Robertus Angkowo dan A. Kosasih, 2007, Optimalisasi Media Pembelajaran, Jakarta; Grasindo.
Rochiati Wiriaatmadja.2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas, Bandung PT. Remaja Rosdakarya.
Subarti Akhadiah, Maidar G. Arsyad, dan Sakura Ridwan, 1996, Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia, Jakarta; Erlangga.
Sri Utari Subyakto Nababan, 1993, Metodologi Pengajaran Bahasa, Jakarta; Gramedia Pustaka Utama.
Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi, 2006, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta; Bumi Aksara.
Tarigan, Henry Guntur, 1993, Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Barbahasa, Bandung; Angkasa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar