Selasa, 30 Oktober 2012


KONSEP TENTANG HIDUP DAN ASAL USUL KEHIDUPAN

Suatu benda dikatakan hidup jika mampu menunjukkan ciri-ciri kehidupan yaitu : memerlukan nutrisi, bergerak, bernafas, tumbuh dan berkembang, melakukan ekskresi/ pengeluaran sisa-sisa metabolism, berkembang biak, peka terhadap rangsangan (iritabilita), koordinasi, dan adaptasi.

Asal Usul Kehidupan
Bagaimana makhluk hidup pertama lahir masih merupakan misteri yang belum bisa diungkap para ilmuan. Secara umum Teori asal usul kehidupan ada dua, yaitu abiogenesis ( makhluk hidup berasal dari benda mati) dan biogenesis (makhluk hidup brasal dari makhluk hidup juga).

1.   Teori Abiogenesis. Pemuka paham ini adalah seorang bangsa Yunani, yaitu Aristoteles (394-322 sebelum masehi). Teorinya mengatakan kalau makhluk hidup yang pertama menghuni bumi ini adalah berasal dari benda mati. Timbulnya makhluk hidup pertama itu terjadi secara spontan karena adanya gaya hidup. Oleh karena itu paham abiogenesis disebut juga paham generatio spontanea. Paham ini bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani kuno (ratusan tahun sebelum masehi) hingga pertengahan abad ke 17. Pada pertengahan abad ke 17 paham ini seolah-olah diperkuat oleh Antonie van Leeuweunhoek, seorang bangsa Belanda. Dia menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk melihat jentik-jentik (makhluk hidup) amat kecil pada setetes rendaman air jerami. Hal inilah yang seolah-olah memperkuat paham abiogenesis.

2.   Teori Biogenesis. Setelah bertahan cukup lama, paham abiogenesis mulai diragukan. Beberapa ahli kemudian mengemukakan paham biogenesis. Beberapa ahli yang mengemukakan paham biogenesis antara lain :
  1. Francesco Redi (Italia, 1626-1697). Redi menentang teori abiogenesis dengan mengadakan percobaan menggunakan toples dan daging. Toples 1 diisi daging yang ditutup rapat-rapat. Toples 2 diisi daging dan ditutup kain kasa. Toples 3 diiisi daging dan dibuka. Ketiga toples ini dibiarkan beberapa hari. Dari hasil percobaan ini ia mengambil kesimpulan sebagai berikut : Larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang dapat masuk ke dalam tabung dan bertelur pada keratin daging.
  2. Lazzaro Spallanzani (Italia, 1729-1799). Spallanzani menentang pendapat John Needham (penganut paham abiogenesis), menurutnya kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak sempurna. Kesimpulan percobaan spallanzani adalah : pada tabung terbuka terdapat kehidupan berasal dari udara, pada tabung tertutup tidak terdapat kehidupan, hal ini membuktikan bahwa kehidupan bukan dari air kaldu.
  3. Louis Pasteur (Perancis, 1822-1895). Louis Pasteur melakukan percobaan yang menyempurnakan percobaan Spalanzani. Pasteur mlakukan percobaan menggunakan labu yang penutupnya leher angsa, bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara bersama dengan debu. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut :
Ø  Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara
Ø  Jasad renik terdapat di udara bersama dengan debu. Dari percobaan ini, gugurlah teori abiogenesis tersebut. Pasteur terkenal dengan semboyannya “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang mengandung pengertian : kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup, makhluk hidup sekarang berasal dari makhluk hidup sebelumnya, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.

Di samping dua teori di atas, masih ada lagi beberapa teori tentang asal usul kehidupan. Beberapa teori yang dikembangkan ilmuan antara lain :
A.   teori kreasi khas, yang menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural ( gaib) pada saat yang istimewa
B.   Teori kosmozoan, yang menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja
C.   Teori evolusi biokimia, yang menyatakan bahwa kehidupan ini muncul berdasarkan hukum fisika, kimia, dan biologi
D.   Teori keadaan mantap, menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul.

Beberapa ilmuan yang membuktikan teori evolusi kimia antara lain Harold Urey, Stanley Miller, dan Alexander Oparin
Ø  Teori Harold Urey, menurutnya zat hidup yang pertama kali mempunyai susunan menyerupai virus saat ini. Zat hidup tersebut mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup. Urey berpendapat bahwa kehidupan terjadi pertamakali di udara (atmosfer). Pada saat tertentu dalam sejarah perkembangan terbentuk atmosfer yang kaya akan molekul- molekul CH4, NH3, H2, H2O. karena adanya loncatan listrik akibat halilintar dan sinar kosmik terjadi asam amino yang memungkinkan terjadi kehidupan.
Ø  Eksperimen Stanley miller, Stanley Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan. Dia melakukan percobaan untuk menguji hipotesis Harold Urey. Dari hasil eksperimennya Miller dapat memberikan petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam system kehidupan seperti lipida, karbohidrat, asam amino, protein, nukleotida dan lain-lain dapat terbentuk dalam kondisi abiotik.
Ø  Teori Evolusi Biologi Oparin, dia berpendapat bahwa kehidupan pertama terjadi di cekungan pantai dengan bahan-bahan timbunan senyawa organic dari lautan. Timbunan senyawa organic ini disebut sop purba atau sop primordial.
Meskipun banyak petunjuk yang diberikan, asal usul kehidupan masih misteri. Seandainya misteri ini terbongkar, mungkinkah manusia akan menjadi pencipta yang bahkan bisa menciptakan kehidupan?


Ciri-Ciri Makhluk Hidup dan Syarat Mahluk / Benda Hidup Biologi

Untuk dikatakan sebagai benda hidup, makhluk hidup atau organisme bernyawa diperlukan pemenuhan ciri-ciri sebagai berikut di bawah ini :
1.  Terdapat Protoplasma
Protoplasma merupakan suatu bagian yang terdiri atas bahan yang kompleks dan terlindung dengan baik. Protoplasma biasa dikenal dengan sebutan sel. Berbeda dengan benda tak hidup atau benda mati yang tidak memiliki protoplasma. Lihat saja batu atau komputer yang tidak memiliki protoplasma atau sel, sehingga disebut dengan benda mati.
2.  Mempunyai Bentuk dan Ukuran
Makhluk hidup dapat dikenali ciri khas yang menempel padanya dengan melihat bentuknya. Antara jenis mahluk hidup yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan baik dalam ukuran maupun bentuknya. Tengok saja antara pohon jamblang dengan pohon teh, pasti terlihat jelas bedanya.
3.  Melakukan Aktivitas-Aktifitas Kehidupan :
  • Makan. Semua benda hidup membutuhkan asupan bahan makanan yang berasal dari luar tubuh untuk kemudian diproses menjadi energi atau tenaga bagi tubuh.
  • Tumbuh Dan Berkembang. Orang, Binatang dan Tumbuh-Tumbuhan ketika baru lahir atau tumbuh ukurannya akan lebih kecil dan biasanya akan berkembang menjadi lebih besar menyerupai induknya.
  • Berkembang Biak. Makhluk hidup yang tidak mampu berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dan musnah di makan waktu. Oleh sebab itu makhluk hidup memiliki cara masing-masing untuk dapat memperbanyak diri untuk mempertahankan keberadaan di dunia.
  • Melakukan Adaptasi. Semua makhluk hidup perlu melakukan penyesuain diri dengan fungsi tubuh dan lingkungan sekitar ekosistem, habitat tempat tinggalnya untuk dapat bertahan hidup dengan lebih baik dan mudah. Contohnya seperti hewan gurun yang tahan panas, bunglong bisa berubah warna, dan lain sebagainya.
  • Memiliki Sistem Transportasi. Untuk menyampaikan zat ke bagian-bagian yang membutuhkan.
  • Dapat Bergerak. Manusia dan hewan memerlukan kegiatan dengan menggerakkan anggota tubuh untuk berbagai keperluan seperti jalan, makan, menggaruk, berkedip, dan sebagainya. Untuk tumbuhan tidak semuanya dapat melakukan pergerakan. Kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsangan dari lingkungan disebut dengan istilah iritabilita.
  • Metabolisme. Metabolisme adalah aktifitas fisika atau kimia yang terjadi di dalam tubuh baik secara anabolisme maupun katabolisme.
  • Sistem Regulasi. Pengertian arti definisi sistem regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup seimbang, serasi dan selaras.

Sitosol
Sitosol yang disebut juga hialoplasma, merupakan bagian sitoplasma yang berada di sela-sela organela berselaput. Beribu-ribu jenis enzim yang terlibat dalam proses metabolisme intermedia terlarut di dalamnya. Salah satu contoh metabolisme intermedia adalah proses glikolisis dan glikoneogenesis. Selain itu, cairan ini dipenuhi oleh ribosoma, mRNA maupun tRNA, yang aktif mensintesis protein. Sekitar 50% protein hasil sintesis yang dilakukan ribosoma, ditentukan tetap berada di dalam sitosol. Sebagian dari protein yang berada di sitosol, berbentuk benang-benang halus yang disebut filamen. Filamen-filamen ini teranyam membentuk rerangka, yang diberi nama rerangka sel atau sitoskelet. Rerangka sel memberi bentuk pada sel, mengatur dan menimbulkan gerakan sitoplasmik yang beruntun dan berkaitan, serta membentuk jaring-jaring kerja yang membantu mengatur reaksi-reaksi enzimatis. Terdapat empat macam filamen penyusun sel. Filamen pertama sangat halus, teranyam membentuk jejala trimatra. Jejala ini disebut jejala mikrotrabekula. Tiga kelompok filamen lainnya secara berurutan adalah mikrotubula, mikrofilamen dan filamen intermedia. Fileman-filamen ini merupakan protein struktur yang mudah sekali terurai dan terikat kembali. Mikrotubula terdiri dari monomer tubulin a dan tubulin b. Dua monomer tersebut membentuk dimer tubulin ab. Sejumlah tubulin ab terakit menjadi protofilamen. Tigabelas protofilamen, tersusun paralel satu terhadap yang lain dengan garis tengah sekitar 24 nanometer dengan tebal dinding 5

Sitoskelet
Mikrofilamen merupakan protein fibrosa yang bergaris tengah 60 angstrum dan tidak berongga. Terdapat banyak macam mikrofilamen. Beberapa diantaranya, yang penting adalah protein-protein kontraktil, yaitu aktin, miosin troponin dan tropomiosin. Aktin dapat berada dalam bentuk monomer aktin G dan filament aktin f. Filamen intermedia (FI) berukuran lebih kecil daripada mikrotubula, tetapi lebih besar daripada mikrofilamen. Diameternya berkisar antara delapan sampai sepuluh nanomer. FI berongga seperti mikrotubula Ribosoma terdiri dari bagian (= subunit) yaitu : subunit kecil dan besar. Senyawa penyusun ribosoma adalah protein dan rRNA. Pada sel prokaryota ribosomsa memiiki BM 2520 kD dan bermatra 29 x 21 nanometer. Riborsoma sel eukaryota bermatra 32 x 22 nanometer dengan BM lebih kurang 4220 KD. Ribosoma berperan sangat penting dalam proses sintesis protein. Pad proses ini Ribosoma berperan sebagai pemandu katalitik. Ribosoma mengatur dan menentukan supaya kodon (= sandi genetic) yang terdapat di mRNA dapat tepat berpasangan dengan antikodon yang terpadat pada tRNA, sehingga penerjemahan tidak meleset. Dalam proses sintesis protein, subunit kecil mengikat mRNA dan tRNA, sedangkan subunit besar membantu membentuk ikatan polipeptida. Didalam proses ini pemegang peran utama sebagai biokatalisator adalah rRNA Proses sintesis protein yang juga disebut ekspresi gen, diawali oleh beberapa proses yang di nucleus. Proses-proes tersebut adalah sintesis mRNA, tRNA dan rRNA, yang lebih dikenal dengan proses penyalinan atau transkripsi. Selain transkripsi, di nucleus terjadi pula sintesis ribosoma subunit besar maupun kecil. Setelah senyawa tersebut selesai disintesis mereka segera dikirim ke sitosol. Disitosol lah terjadinya sintesis protein. Empat senyawa yang berasal dari nucleus tersebut, masing-masing memegang peranan penting. mRNA merupakan pembawa sandi genetic yang akan diterjemahkan; tRNA berperan mengikat asam amino yang sesuai dengan kodon di mRNA, subunit-subunit ribosoma berperan sebagai pemandu katalitik untuk meyakinkan bahwa kodon yang terdapat di mRNA tepat berpasangan dengan antikodon yang ada di tRNA; rRNA memegang peran dalam kegiatan ribosoma sebagai biokatalisator Proses sintesis protein terdiri dari tiga tahap yaitu : pemrakarsaan (initiation), pemanjangan (elongation), dan penghentian (termination). Tiga tahapan ini berlangsung berkesinambungan



BIOLOGI SEL


Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata Latin cellulae yang berarti ‘kamar-kamar kecil’.
Anton van Leeuwenhoek melakukan banyak pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik dan menunjukkan pertama kali pada dunia ada “kehidupan di dunia lain” yang belum pernah dilihat oleh manusia. Karyanya menjadi dasar bagi cabang biologi yang penting saat ini: mikrobiologi. Perkembangan mikroskop selama hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk meneliti susunan tubuh makhluk hidup. Serangkaian penelitian telah dilakukan oleh 2 orang ilmuwan dari [Jerman] yaitu :
Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-1881) dan Theodor Schwann (ahli hewan, 1810-1882). Mereka menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun atas sel.
Selanjutnya pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow, mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru.

Teori-teori tentang sel :
- Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga yang disebut sel (cellula)
- Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi)
- Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut yang penyusunnya disebut “Sarcode”
- Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma
- Matthias Schleiden (ahli botani) dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . Konsep yang diajukan tersebut menunjukkan bahwa sel merupakan satuan structural makhluk hidup.
- Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti (nucleus)
- Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup
- Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla)

Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh struktur-struktur interselluler.
Sel juga merupakan sekumpulan materi yang paling sederhana yang dapat menjalankan proses hidup. Sel merupakan tingkatan struktur terendah yang mampu melakukan semua aktivitas kehidupan . Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya, tetapi umumnya seluruh sel mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain, misalnya :
·         oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau protein pada setiap sel untuk melepaskan energi .
·         mekanisme umum merubah makanan menjadi energi .
·         setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan disekitarnya .
·         hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan bergenerasi
Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus ) . Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat .
a.   Air. Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%. Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air, sedang yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous.
b.   Elektrolit. Elektrolit terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat, Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium. Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel
c.    Protein. Memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai berikut :
1.    Proses enzimatik
2.    Proses transport dan penyimpanan
3.    Proses pergerakan
4.    Fungsi mekanik
5.    Proses imunologis
6.    Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
7.    Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi
d. Lemak. Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon yang panjang, sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidro­fobik. Karena molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang merupakan sumber energi. Molekul lemak yang menyusun membran sel mempunyai gugus hidroksil ( fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan air, sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga disebut amfifatik.
e. Karbohidrat. Suatu karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel. Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida. Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel. Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari membran sel. Selain itu glikolipid dan glikoprotein menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis.

Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

Sel adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler.

Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel.

 

http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/prokaryoteeukaryote.jpgA. Sel Prokariotik & Eukariotik

Setiap organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang secara struktural berbeda, sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan arkhea; alga hijau biru yang memiliki sel prokariotik. Sedangkan protista, tumbuhan, jamur dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Kenapa dinamakan sel prokariotik dan eukariotik? Apa perbedaannya? Mari kita pelajari.

http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/procaryote.jpgSel Prokariotik. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti “sebelum” dan karyon yang artinya “kernel” atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya.

Gbr. Penampang Sel Prokariotik

Sedangkan sel eukariotik, eu berarti “sebenarnya”dan karyon berarti nukleus. Eukariotik mengandung pengertian memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus.

http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/eukaryote.jpg

Gbr. Penampang Sel Eukariotik


Lebih lengkap perbedaan antara sel perokariotik dan eukariotik, kita lihat pada tabel berikut:
Struktur
Prokariotik
Eukariotik
Membran nukleus
-
+
Membran plastida
-
+
Nukleus
-
+
Nukleolus
-
+
Plastida
-
+/-
Mitokondria
-
+
Badan golgi
-
+
Kromosom
+ (tunggal)
+ (ganda)
DNA
+ (telanjang)
+ (dengan protein)
RNA
+
+
Histon
-
+
Pigmen
+
+
Pembelahan
amitosis
Mitosis/meiosis

-          Sel Prokariotik
ü Tidak memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang dinamakan nukleoid
ü Organel-organelnya tidak dibatasi membran
ü Membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
ü Diameter sel antara 1-10mm
ü Mengandung 4 subunit RNA polymerase
ü Susunan kromosomnya sirkuler

·         Sel Eukariotik
ü  Memiliki inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nukleus
ü  Organel-organelnya dibatasi membran
ü   Membran selnya tersusun atas fosfolipid
ü   Diameter selnya antara 10-100 mm
ü   Mengandung banyak subunit RNA polymerase
ü   Susunan kromosomnya linier


B. Sel Hewan & Sel Tumbuhan

Sel hewan tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria.
Secara umum sel hewan tidak memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan adalah nukleus.
Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.

http://docs.google.com/File?id=dcdfzcc3_101kf4brmgn_b

http://docs.google.com/File?id=dcdfzcc3_100fcsg2tc5_b

Sel Tumbuhan, bagian terluar dari sel tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan penunjang. Dinding yang terbentuk pada waktu sel membelah disebut dinding primer dan setelah mengalami penebalan, berubah menjadi dinding skunder. Dinding primer sel merupakan selaput tipis yang tersusun atas serat-serat selulosa. Serat ini amat kuat daya regangnya. Dinding sel yang kaku tersusun atas polisakarida : hemiselulosa dan pektin. Dinding sel skunder dimiliki oleh sel-sel dewasa. Dinding skunder memiliki kandungan selulosa lebih banyak berkisar 41-45%, juga hemiselulosa dan lignin.
Diantara dinding dua sel yang berdekatan terdapat lamela tengah, tersusun atas magnesium dan kalium pekat berupa gel. Diantara dua sel bertetangga (saling menempel) terdapat pori. Melalui pori ini dua sel dihubungkan oleh benang-benang plasma yang dikenal plasmodesmata.
Dinding sel dibentuk oleh diktiosom. Bersama dengan vakuola, dinding sel berperan dala turgiditas sel (kekakuan sel). Ia mengakibatkan bentuk sel tetap.
Sel tumbuhan memiliki vakuola yang lebih besar (dibanding sel hewan). Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola –paling– besar adalah sel-sel parenkim dan kolenkim.
Selain itu sel tumbuhan memiliki organel yang tidak terdapat di dalam sel hewan, fungi, maupun prokariota seperti bakteri dan ganggang hijau-biru, yaitu plastida.
Bentuk plastida bisa bulat, oval maupun cakram. Plastida dibedakan menjadi leukoplas, kromoplas dan kloroplas, dimana ketiganya merupakan perkembangan dari proplastida (plastida muda).
Jika kita berada dalam sebuah rumah, maka ruangan di dalam rumah pada kehidupan sel dinamakan sitoplasma.
Fungsi utama kehidupan berlangsung di sitoplasma. Hampir semua kegiatan metabolisme berlangsung di dalam ruangan berisi cairan kental ini. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayang-layang dalam cairan kental (merupakan koloid, namun tidak homogen) yang disebut matriks. Organellah yang menjalankan banyak fungsi kehidupan: sintesis bahan, respirasi (perombakan), penyimpanan, serta reaksi terhadap rangsang. Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik.

Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat di dalam sel, kecuali di dalam inti dan organel sel. Khusus cairan yang terdapat di dalam inti sel dinamakan nukleoplasma. Sitoplasma bersifat koloid, yaitu tidak padat dan tidak cair. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air yang berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel.
Disamping air di dalamnya terlarut banyak molekul-molekul kecil, ion dan protein. Ukuran partikel terlarut antara 0,001-0,1 µm dan bersifat transparan. Koloid sitoplasma dapat berubah dari sol ke gel begitu sebaliknya. Sol terjadi jika konsentrasi air tinggi, sedang gel saat konsentrasi air rendah.

Organel-organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain:
·         Retikulum endoplasma
·         Ribosom
·         Mitokondria
·         Badan golgi
·         Lososom, dll.

http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/03euccellanimal.GIFSelain organel, terdapat pula vakuola, butir-butir tepung, butir silikat dan berbagai produk sekunder lain. Vakuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair, sehingga disebut pula ‘cairan sel’. Cairan yang mengisi vakuola berbeda-beda, tergantung letak dan fungsi sel.
Gbr. Penampang Sel. Sitoplasma ditunjukkan berwarna pink, yang menjadi tempat organel-organel sel.







Nukleus (Inti sel)

Nukleus ini umumnya paling mencolok pada sel eukariotik. Rata-rata diameternya 5 µm. Nukleus memiliki membran yang menyelubunginya yang disebut membran atau selubung inti. Membran ini memisahkan isi nukleus dengan sitoplasma.
Nukleus merupakan pusat pengatur berbagai aktifitas sel. Nukleus mengandung DNA dalam jumlah besar yang disebut gen. Gen yang terdapat pada kromosom berfungsi untuk sintesa RNA yang mengatur karakteristik dari protein yang diperlukan untuk berbagai aktifitas enzimatik, serta mengatur reproduksi sel. Inti sel terdiri atas nukleolus, nukleoplasma dan membran inti sel.Membran dari inti sel terdiri 2 lapis, dimana lapisan luar berhubungan dengan membran retikulum endoplasma. Pada membran inti sel terdapat porus yang mempunyai diameter yang cukup besar sehingga dapat dilalui oleh molekul protein yang disintesa dalam inti sel.
http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/nuclei.jpg
DNA adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel. Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Di antara perkecualian yang menonjol adalah beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk organisme) seperti HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) .

Gbr. Nukleus (Inti Sel)

DNA berbentuk seperti rantai panjang ganda yang terpilin (double helix); yang terdiri dari : 1) gugus posfat 2) gugus pentose (gula) yaitu deoksiribosa dan 3) basa nitrogen . RNA berbentuk seperti rantai pendek yang tunggal. basa nitrogen yang terdapat dalam DNA berupa timin,adenin,guanin,dan sitosin;RNA adenin,guanin,sitosin,urasil. kadar DNA tetap kadar RNA berubah sesuai dengan aktivitas sintesis protein. DNA berperan dalam sintesis protein dan pewarisan sifat; RNA hanya berperan dalam sintesis protein. DNA hanya terdapat dalam intisel yaitu dalam kromosom sedangkan RNA bisa ada di dalam inti sel maupun di luar inti sel yaitu di dalam ribosom. perbedaannya adalah DNA disebut double helix sehingga ia memiliki sepasang rantai genetik,sedangkan RNA hanya memiliki satu rantai saja. DNA sebagai pengatur segala aktivitas makhluk hidup dan penentu genetik,sdangkan RNA sebagai bentuk perintah DNA yang salah satu perintahnya yaitu membuat protein pada ribosom .
Struktur dasar RNA mirip dengan DNA. RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus gula ribosa, dan satu gugus basa nitrogen (basa N). Polimer tersusun dari ikatan berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus gula ribosa dari nukleotida yang lain . Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu gugus hidroksil tambahan pada cincin gula ribosa (sehingga dinamakan ribosa). Basa nitrogen pada RNA sama dengan DNA, kecuali basa timin pada DNA diganti dengan urasil pada RNA. Jadi tetap ada empat pilihan: adenin, guanin, sitosin, atau urasil untuk suatu nukleotida. Selain itu, bentuk konformasi RNA tidak berupa pilin ganda sebagaimana DNA, tetapi bervariasi sesuai dengan tipe dan fungsinya . RNA lebih tidak stabil daripada DNA di dalam sel dan lebih rentan terhadap penguraian oleh enzim nuklease secara laboratorium . Terdapat 3 jenis RNA yang dibentuk oleh DNA, dimana tiap jenis RNA mempunyai fungsi yang berbeda, yaitu :
1. Messenger RNA (mRNA), berfungsi membawa kode genetik ke sitoplasma untuk mengatur sintesa protein
2. Transfer RNA (tRNA) untuk transport asam amino menuju ribosom untuk digunakan menyusun molekul protein
3. Ribosomal RNA (rRNA) untuk membentuk ribosom bersama dengan 75 protein lainnya.


Membran atau selubung inti merupakan membran ganda. Kedua selubung ini masing-masing merupakan bilayer lipid dengan protein yang terkait. Membran ini dilubangi oleh beberapa pori yang berdiameter sekitar 100 nm. Pada bibir setiap pori membran dalam dan membran luar selubung nukleus menyatu. Pori-pori ini memungkinkan hubungan antara nukleoplasma (cairan inti) dengan sitoplasma (cairan sel)
Selain pori, sisi dalam selubung ini dilapisi lamina nukleus dengan susunan mirip jaring yang terdiri dari filamen protein yang mempertahankan bentuk nukleus.
http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/cell_cycle_animation_01.gifDi dalam nukleus terdapat:
(1). Nukleolus (anak inti), berfungsi mensintesis berbagai macam molekul  RNA (asam ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Molekul RNA yang disintesis dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, kemudian semuanya bergabung membentuk ribosom. Nukleolus berentuk seperti bola, dan memalui mikroskop elektron nukleolus ini tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari butiran dan serabut berwarna pekat yang menempel pada bagian kromatin.
(2). Nukleoplasma (cairan inti) merupakan zat yang tersusun dari protein.
(3). Butiran kromatin, yang terdapat di dalam nukleoplasma. Tampak jelas pada saat sel tidak membelah. Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam dioksiribonukleat) yang berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein.
Secara umum, Nukleus ber­tugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma. DNA yang terdapat di dalam kromo­som merupakan cetak biru bagi pem­bentukan ber­bagai protein (terutama enzim). Enzim diperlukan dalam menjalan­kan ber­bagai fungsi di sitoplasma. Di dalam nukleus juga ditemui nukleolus.
Nukleus berperan mengatur proses pembelahan sel

Membran sel

http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/membran2.gif

Membran sel sering juga disebut membran plasma. Membran sel merupakan bagian paling luar yang membatasi isi sel dengan sekitarnya (kecuali pada sel tumbuhan, bagian luarnya masih terdapat dinding sel atau cell wall).
Membran sel berupa lapisan luar biasa tipisnya. Tebalnya kira-kira 8 nm. Dibutuhkan 8000 membran sel untuk menyamai tebal kertas yang biasa kita pakai untuk menulis.
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.
Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
Lipid dan protein merupakan bahan penyusun utama dari membran, meskipun karbohidrat juga merupakan unsur penting. Gabungan lipid dan protein dinamakan lipoprotein. Saat ini model yang dapat diterima untuk penyusunan molekul-molekultersebut dalam membran ialah model mosaik fluida.
Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya paling melimpah dalam sebagian besar membran. Kemampuan fosfolipid untuk membentuk membran disebabkan oleh struktur molekularnya. Fosfolipid merupakan suatu molekul amfipatik, yang berarti bahwa molekul ini memiliki daerah hidrofilik (menykai air) maupun daerah hidrofobik (takut dengan air).

Berdasar struktur tersebut maka membran sel bersifat semi permeable atau selektif permeable yang berfungsi mengatur masuk dan keluarnya zat dari sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.

Transpor pasif
Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2 masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.
Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.

Transpor aktif
Transpor aktif merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam transpor aktif ialah channel protein dan carrier protein, serta ionophore.
Yang termasuk transpor aktif ialah coupled carriers, ATP driven pumps, dan light driven pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah, yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada Bakteriorhodopsin.
Pada 1895, Charles Overton mempostuatkan bahwa membran terbuat dari lipid, berdasarkan pengamatannya bahwa zat yang larut dalam lipid memasuki sel jauh lebih cepat dari pada zat yang tidak larut dalam lipid. 20 tahun kemudian, membran yang diisolasi dari sel darah merah dianalisis secara kimiawi ternyata tersusun atas lipid dan protein, yang sekaligus membenarkan postulat dari Overton.

Plastida

Plastida adalah organel yang meghasilkan warna pada sel tumbuhan. Plastida dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Organel ini hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dikenal tiga jenis plastida yaitu:
1). Leukoplas, Plastida ini berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan, terdiri dari:
·         Amiloplas (untuk menyimpan amilum)
·         Elaioplas atau Lipidoplas (untuk menyimpan lemak/minyak).
·         Proteoplas (untuk menyimpan protein).
Selalu ingat! Leukoplas berwarna? berfungsi untuk?

2). Kloroplas
http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/kloroplas.jpgKloroplas merupakan plastida berwarna hijau. Kloroplas yang berkembang dalam batang dan sel daun mengandung pigmen hijau yang dalam fotositesis menyerap tenaga matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi gula, yakni sumber energi kimia dan makanan bagi tetumbuhan. Kloroplas memperbanyak diri dengan memisahkan diri secara bebas dari pembelahan inti sel. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/chloroplastsfigure1.jpg
3). Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
• Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanophyta.
• Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada Rhodophyta.
• Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan Chrysophyta.
• Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua.
• Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada Phaeophyta.


Gbr. Kloroplas (merupakan salah satu jenis plastida pada tumbuhan).

Kloroplas dan plastida lainnya memiliki membran rangkap. Membran dalam melingkupi matriks yang dinamakan stroma. Membran dalam ini terlipat berpasangan yang disebut lamela. Secara berkala lamella ini membesar sehingga membentuk gelembung pipih terbungkus membran dan dinamakan tilakoid. Struktur ini tersusun dalam tumpukan mirip koin. Tumpikan tilakoid dinamakan granum. Pada tilakoid terdapat unit fotosintesis yang berisi molekul pigmen seperti klorofil a, klorofil b, karoten, xantofil.
Kandungan kimiawi kloroplas adalah protein, fosfolipid, pigmen hijau dan kuning, DNA dan RNA.

 

Dinding Sel

Inilah bagian yang membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel itu tipis, berlapis-lapis, dan pada tahap awalnya lentur. Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan sel terutama adalah pektin, zat yang membuat agar-agar mengental. Lapisan inilah yang merekatkan sel-sel yang berdekatan. Setelah pembelahan sel, tiap belahan baru membentuk dinding dalam dari serat selulosa. Dinding ini terentang selama sel tumbuh serta menjadi tebal dan kaku setelah tumbuhan dewasa. (Sumber: Time Life, 1984).
http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/cellwall.jpg
Gbr. Model Dinding Sel

Pada dinding sel ada bagian yang tidak menebal, yaitu bagian yang disebut noktah. Melalui noktah ini terjadi hubungan antara antara sitoplasma satu dengan yang lain yang disebut plasmodesmata.
Plasmodesmata berupa juluran plasma, yang berfungsi menjadi pintu keluar masuknya zat.
Sebagian besar isi dari sel berupa air. Tekanan air atau isi sel terhadap dinding sel disebut tekanan turgor. Dinding sel dan vakuola berperan dalam turgiditas sel.

Beberapa senyawa penyusun dinding sel, antara lain :

a. Hemiselulosa

Hemiselulosa merupakan polisakarida yang tersusun atas glukosa, xilosa, manosa dan asam glukoronat. Di dalam dinding sel, hemiselulosa berfungsi sebagai perekat antar mikrofibril selulosa.

b. Pektin

Pektin merupakan polisakarida yang tersusun atas galaktosa, arabinosa, dan asam galakturonat.

c. Lignin

Lignin hanya dijumpai pada dinding sel yang dewasa dan berfungsi untuk melindungi sel tumbuhan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan.

d. Kutin

Kutin merupakan suatu selubung atau lapisan pada permukaan atas daun atau batang dan berfungsi untuk mencegah dehidrasi akibat penguapan dan melindungi kerusakan sel akibat patogen dari luar.

e. Protein dan lemak

Di dalam dinding sel ditemukan dalam jumlah yang sedikit.

Ingat ! Dinding sel hanya dimiliki oleh tumbuhan.

Mitokondria
Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].
Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.
Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium

Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.
- Autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.

-  Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

Badan Golgi
Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.

Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.
Beberapa fungsi badan golgi antara lain :
1.    Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2.    Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3.    Membentuk dinding sel tumbuhan
4.    Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5.    Tempat untuk memodifikasi protein
6.    Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7.    Untuk membentuk lisosom

Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik.
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Ada tiga jenis retikulum endoplasma:
1.   RE kasar. Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein.
2.   RE halus Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.
3.   RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

Sentriol (sentrosom)
Sentorom merupakan wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase, terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi kromoson, dan duplikasi sentrosom. Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana sepasang sentriol akan terpisah sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S, yaitu sentirol anak akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol. Fase G2 merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah memanjang. Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub pembelahan dan berlekatan dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang spindel.












Gb. Sentriol
Gb. Vakuola

Vakuola
Vakuola merupakan ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris). Cairan ini adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali pada hewan uniseluler tingkat rendah.
Fungsi vakuola adalah :
1.    memelihara tekanan osmotik sel
2.    penyimpanan hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3.    mengadakan sirkulasi zat dalam sel

Ribosomes are the sites of protein synthesis. They are not membrane-bound and thus occur in both prokaryotes and eukaryotes. Eukaryotic ribosomes are slightly larger than prokaryotic ones. Structurally, the ribosome consists of a small and larger subunit, as shown in Figure 11. Biochemically, the ribosome consists of ribosomal RNA (rRNA) and some 50 structural proteins. Often ribosomes cluster on the endoplasmic reticulum, in which case they resemble a series of factories adjoining a railroad line.
Figur 11: Structure of the ribosome. Image from Purves et al., Life: The Science of Biology, 4th Edition, by Sinauer Associates













Perbedaan Sel Hewan dan Tumbuhan
Sel Hewan
Sel Tumbuhan
·      tidak memiliki dinding sel
·      tidak memiliki butir plastida
·      bentuk tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku
·      jumlah mitokondria relatif banyak
·      vakuolanya banyak dengan ukuran yang relatif kecil
·      sentrosom dan sentriol tampak jelas

·      memiliki dinding sel
·      memiliki butir plastida
·      bentuk tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
·      jumlah mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida
vakuola sedikit tapi ukurannya besar
·      sentrosom dan sentriolnya tidak jelas


Siklus Sel dan Pembelahan Sel
Interfase (tidak aktif membelah atau stadium istirahat)
Periode interfase yaitu:
·         Periode saat sel istirahat setelah menjalani mitosis
·         Periode pada saat sel secara aktif membentuk protein, lemak, dan potongan-potongan RNA
·         Periode pada waktu penyalinan DNA
·         Fase ini memakan waktu 10 s.d 20 jam

1.    Fase S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA
2.    Fase M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)
3.    Fase G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
a.  Fase G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.
b.  Fase G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
c.  Fase G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.
Fase tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.













Mitosis
Stadium mitosis
·         Profase –> struktur protein yg terdapat pada Sitoplasma sel bergerak kearah kutub yang berlawanan,  membran inti sel pecah sehingga kromosom berada di luar inti (sitoplama)
·         Metafase –> 2 set pasangan Kromosom yang berdampingan berada dibagian tengah sel
·         Anafase –> mikrotubulus mulai menarik pasangan kromosom agar terpisah
·         Telofase –> sel terbelah ditengahnya dan terbentuk membran inti yang baru





Fase ini memakan waktu 1 jam

MEIOSIS
·    Proses dimana sel-sel ovarium (oosit primer) atau testis (spermatosit primer) membentuk sel telur atau sperma yang matang.
·    Replikasi DNA dalam sel seks yg diikuti oleh pembelahan 2 sel –> terbentuk 4 sel anak yg masing-masing hanya memilki 1 pasang kromosom.


·    Selama fertilisasi informasi genetik yang terkandung dalam telur akan manyatu dengan kromosom
·     
·     
·             
·     
·   
·     
·   
·    dalam sperma.
table 12-5

Sel-sel khusus
·       Sel Tidak Berinti, contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). Di dalam sel darah merah, terdapat Haemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel).
·       Sel Berinti Banyak, contohnya Paramecium sp dan sel otot
·       Sel hewan berklorofil, contohnya Euglena sp. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil.
·       Sel pendukung, contohnya adalah sel xilem. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai "tulang" dan saluran air. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses transpirasi pada tumbuhan.

Cell Junctions

The plasma membranes of adjacent cells are usually separated by extracellular fluids that allow transport of nutrients and wastes to and from the bloodstream. In certain tissues, however, the membranes of adjacent cells may join and form a junction. Three kinds of cell junctions are recognized, as follows :

The three types of cell junctions.
·       Desmosomes are protein attachments between adjacent cells. Inside the plasma membrane
·       Tight junctions are tightly stitched seams between cells. The junction completely encircles each cell, preventing the movement of material between the cell. Tight junctions are characteristic of cells lining the digestive tract, where materials are required to pass through cells (rather than intercellular spaces) to penetrate the bloodstream.
·       Gap junctions are narrow tunnels between cells that consist of proteins called connexons. The proteins allow only the passage of ions and small molecules. In this manner, gap junctions allow communication between cells through the exchange of materials or the transmission of electrical impulses.


Latihan Soal



Sejarah, Teori, Struktur dan Fungsi Sel

A.  Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !

1.    Sel merupakan kesatuan struktural dari mahluk hidup. Teori ini ditemukan oleh ….
a. Rudolf Vircow
b. Schleiden dan Schwann
c. Rene Deutrochet  
d. Robert Hooke

2.    Organel yang berfungsi aktif pada pembelahan sel dan hanya terdapat pada sel hewan saja adalah ….
a. kromosom      c. sentrosom
b. ribosom         d. lisosom  

3.    Organle sel yang aktif dalam sintesis karbohidrat dan hanya ditemukan dalam sel tumbuhan adalah ….
a. mitokondria    c. plastida
b. lisosom          d. kloroplas

4.    Grana dari kloroplas dan Krista dari mitokondria mempunyai persamaan fungsi, yaitu untuk ….
a. memperluas bidang tempat terjadinya reaksi kimia dalam sel
b. memperbesar tekanan osmosis  
c. menstimulasi reproduksi sel
d. mengontrol metabolisme sel

5.    Organ tubuh yang banyak mengandung peroksisom adalah ….
a. hepar             c. otak
b. paru-paru       d. jantung

6.    Organel berupa saluran halus dalam sitoplasma yang berbatasan dengan sistem membran dan erat kaitannya dengan sistem angkutan pada sintesis protein adalah ….
a.  ribosom                 
b. retikulum endoplasma
c. badan golgi    
d. plasmodesmata  

7.    Dalam sel kelenjar, organel yang berhubungan dengan sekresi atau penggetahan adalah:
a. lisosom                    c. mitokondria
b. badan golgi     d. RE

8.    Perhatikan gambar sel berikut ini, yang merupakan penghasil energi adalah ….
http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/penampangsel.JPG 
a.    1       b. 2    c.    3                   d.    4

9.    Hampir semua sel eukariotik memiliki mikrotubulus yang berupa tabung-tabung halus dari protein. Organel sel tersebut berkaitan erat dalam pembentukan ….
a. kolkisin, tubulin, dan karbohidrat
b. karbohidrat, silia dan sentriol
c. kerangka sel, sentriol dan flagel  
d. kerangka sel, silia, lemak

10. Sel fagosit berperan penting dalam memangsa benda asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga organel yang paling banyak di dalam sel ini adalah….
a. badan golgi    
b. retikulum endoplasma  
c. mitokondria
d. lisosom

11. Plasmodesma merupakan bagian protoplasma yang terdapat di bagian  ….
a. dinding sel               c. noktah
b. plasma sel                d. vakuola

12. Protoplasma memiliki sifat tidak cair dan tidak padat koloid, manakah yang benar ?
a. bila protoplasma hipotonis, koloid cenderung fase gel
b. bila protoplasma isotonis, koloid cenderung fase sol
c. bila protoplasma isotonis, koloid cenderung fase gel
d. bila protoplasma hipertonis, koloid cenderung fase gel

13. Berikut ini adalah ciri khas sel eukariotik, kecuali
a.    Memiliki membran inti
b.    Materi genetik terdapat dalam inti
c.    Mempunyai sistem membran dalam
d.    Materi genetik berbentuk sirkuler

14. Bakteri digolongkan dalam organisme prokariotik karena ….
a. tidak memiliki membran plasma
b. tidak memiliki sistem endomembran dan membran nukleus
c. tidak memiliki mitokondria
d. tidak memiliki membran plasma dan membran nukleus

15. Berikut adalah organel sel kecuali ….
a. membrann plasma     c. ribosom
b. mesosom                 d. mitokondria

16. Pasangan yang menunjukkan ciri khas sel tumbuhan adalah ….
a. dinding sel dan kloroplas
b. membran plasma dan nukleus
c. mitokondria dan lisosom  
d. vakuola dan nukleus

17. Berikut yang bukan merupakan fungsi RE, adalah ….
a. detoksifikasi
b. tempat melekatnya ribosom
c. sintesis lemak  
d. transportasi materi di dalam sel

18. Berikut termasuk organel ekskresi adalah ….
a. lisosom                    c. kompleks golgi
b. mitokondria             d. RE

19. Peristiwa terlepasnya membran plasma dari dinding sel disebut ….
a. difusi             c. plasmolisis
b. krenasi          d. lisis

20. Organel sel yang berperan mengarahkan kromosom ke kutub pada saat pembelahan sel adalah ….
a. nukleus                    c. sentriol
b. nukleolus        d. mitokondria


B. Jodohkan pasangan berikut sehingga benar !
     
1.    membran sel               
a.    respirasi
2.    nukleus 
b.    transportasi
3.    retikulum endoplasma
c.    reproduksi
4.    mitokondria           
d.    ekskresi
5.    badan golgi
e.    regulasi


C. Isilah Kolom Berikut Dengan Jawaban Mendatar dan Menurun!

Pertanyaan Mendatar:
2). Berfungsi mencerna makromolekul dalam sel
5). Jenis plastida yang menyebabkan warna biru
9). Dihasilkan oleh mitokondria
10). Perlekukan pada membran dalam mitokondria

Menurun:
1). Nama belakang ilmuwan yang menemukan bahwa sel adalah ruangan kosong
3). Berukuran besar pada sel tumbuhan dan kecil atau sama sekali tidak ada pada sel hewan
4). Salah satu penyusun membran sel
6). Berkaitan dengan dengan fungsi ribosom
7). Pengatur aktivitas sel
8). Pembelahan yang terjadi pada sel eukariotik
http://biologi.blogsome.com/wp-admin/images/sEL.JPG 

SOAL BAKTERI

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1.    Semua organisme yang termasuk dalam kingdom monera memiliki ciri ...
a. Berkoloni                c. prokariot
b. Autotrof                 d. heterotrof

2.    Suatu makluk hidup bersel tunggal, tidak berklorofil, dapat membuat makanan sendiri dan bila lingkungan tidak sesuai dapat membuat endospora. Didasarkan atas sifat tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa makhluk hidup tadi adalah ...
a. Virus             c. alga biru
b. Bakteri          d. protozoa

3.    Perhatikan bentuk bakteri dibawah ini!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6kvwlSvnHh9oeqhWKL-9KC_nnKtyUAyHIuMlh45JxNggS_aS-HF9b6yYpqbPn21PiJCtrNb1sWH2TfvOCf6Gu_UFxndBWZk3A4m0lCe8u-0KHUWeOaRik4-XTDZAdkRKUf2BuQ6jJtKk/s320/bakteri+5.bmp
Nama bentuk koloni bakteri di atas adalah ...
a. monobacil              c. diplobasil
b. diplococcus            d. streptobasil

4.    Manakah dari pasangan yang benar antara bentuk bakteri dengan nama koloninya ….


Bentuk Bakteri
Nama koloninya
A
234252.jpg
Streptococcus
B
strep%20bacteria,lrg.jpg
staphylococcus
C
bacteria5_jpg1f2cfe32-b8c8-4f65-9e77-560f98ca8c12Large.jpg
Monobacil
D
69091a.jpg
Diplobacil

5.    Diplococus pneumonia adalah penyebab penyakit pneumonia (paru-paru) pada manusia. Dari namanya dapat dipastikan bakteri tersebut berbentuk...
a. monobacil              c. diplobasil
b. diplococcus            d. streptobasil

6.    Dinding sel bakteri memiliki struktur yang disebut ...
a. selubung lendir c. lipoprotein
b. kapsid                       d. peptidoglikan

7.    Bakteri yang memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal pada dinding selnya disebut ...
a. Gram positip                    c. autotrof
b. Gram negatif                    d. patogen.

8.    Selubung lendir yang melapisi bagian luar dari dinding sel, dimanfaatkan bakteri untuk ....
a. berkembang biak
b. melekatkan diri pada inangnya
c. menyebabkan penyakit
d. Membusukkan makanan

9.    Pernyataan di bawah  ini yang tidak ter­masuk struktur dasar bakteri adalah ….
a. DNA              c.Fagel        
b. Sitoplasma    d. Dinding sel

10. Perhatikan gambar dibawah ini!

bacteria_cell-SOAL copy.jpg
Fungsi label U adalah ...
a. sebagai alat reproduksi sexual
b. sebagai pertahanan diri dalam lingkungan yang buruk
c. sebagai alat gerak
d. sebagai alat untuk melekat pada inangnya

11. Bakteri yang hidup dengan cara memanfaat­kan sisa-sisa produk buangan organisme disebut ...
a. Heterotrof              c. saprofit
b. Autotrof                 d. aerob

12. Kelompok bakteri yang tidak memiliki lapisan peptidoglikan, dapat hidup pada tempat yang terlalu ekstrim, dan memiliki lipopolisakarida pada dinding selnya termasuk dalam kelompok ...
a. Archaebacteria       c. Eubacteria
b. Prokariota              d. Monera

13. Bakteri halofil merupakan bakteri yang dapat hidup pada lingkungan ekstrin yang sangat ...
a. panas           c. asam
b. Dingin                    d. manis

14. Untuk memperbanyak diri bakteri melakukan reproduksi dengan cara ...
a. pembelahan biner   c. konjugasi
b. transformasi           d. replikasi

15. Perkembangbiakan bakteri secara konjugasi dilakukan dengan tujuan ...
a. memperbanyak diri
b. melestarikan jenisnya
c. membentuk variasi genetik
d. Memecah diri

16. Bakteri yang menyebabkan penyakit raja singa (Gonorrhoe) adalah ...
a. Neischeria gonorrhoe
b. Treponema palidum
c. Bacilus antrachis
d. Vibrio cholerae

17. Bakteri yang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan yogurth adalah ...
a. Lactobacillus bulgaris
b. Rhyzobium leguminosorum
c. Pseudomonas solancearum
d. Nitrosomonas sp

18. Untuk mengatasi serangan bakteri yang merugikan pada bahan makanan ikan dapat dilakukan dengan cara ...
a. pasterurilisasi   c. sterilisasi
b. pengasinan      d. pengapuran

19. Untuk menghindari penyakit TBC / Tuberculosis dilakukan dengan pemberian vaksin ..
a. BCG              c. Vaksin kolera
b. Vaksin tifus   d. Vaksin tifus

20. Kelompok penyakit dibawah ini disebabkan yang disebabkan oleh bakteri adalah ..
a. Influenza, cacar, rabies
b. Gonorhoe, TBC, sifilis
c. Trachoma, cacar, rabies
d. Kolera, sifilis, TBC


SOAL KONSEP HIDUP DAN BIOLOGI SEL

1.    Ilmu pengetahuan tentang kehidupan pada dasarnya menggunakan pengertian Biologi, yang paling tepat dijabarkan sebagai berikut ….
A. Biologi adalah ilmu  yang  menjelaskan arti keseimbangan  alam
B. Biologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara produsen dan konsumen
C. Biologi adalah ilmu yang mempelajari semua     mahluk  yang hidup dimasa kini dan masa lampau
D. Biologi adalah ilmu yang mempelajari semua mahluk hidup ini

2.    Ilmu  yang  mempelajari perkembangan organisme sejak dari sel telur yang telah dibuahi sampai menjadi individu lengkap disebut . . .
A. ginekologi                         C. embriologi
B. kebidanan                         D. reproduksi

3.    Pemeliharaan kebersihan pribadi dan pengelolaan kesehatan lingkungan terinci secara ilmiah dalam mata pelajaran . . .
A. higiene          D. bakteriologi
B. ekologi          E. patologi
C. sanitasi

4.    Penyakit kusta, sudah lama diketahui penyebab dan cara penyembuhannya, berkat perkembangan pesat penelitian di bidang . . .
A. virologi                   C. bakteriologi
B. parasitologi                       D. farmakologi

5.    Adanya mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati  dengan mikroskop buatan Antonie Van Leeuwenhoek pada akhir abad ke XIV ditafsirkan sebagai gejala ….
A. biogenesis                         C. antibiosis
B. metagenesis                      D. abiogenesis

6.    Eksperimen Pasteur dikembangkan untuk mem­perbaiki eksperimen Spalanzani yang rangkaian percobaannya tidak  memungkinkan masuknya elemen vital (gaya hidup) untuk mendorong . . .
A. generatio spontanae  C. adaptasi
B. regulasi                             D. reproduksi

7.    Dengan peralatannya Stanley Miller berhasil me­reaksikan gas-gas dan menghasilkan asam amino. Sebagai sumber karbon, dipergunakan gas ….
A. CO2                         C. CH3
B. CO                          D. CH4

8.    Beberapa sistem yang mengatur keseimbangan dan keserasian proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh mahluk hidup merupakan manifestasi fungsi ….
A. nutrisi           C. transportasi
B. regulasi         D. ekskresi

9.    Dalam tubuh mahluk hidup reaksi-reaksi kimia metabolisme dapat berlangsung pada suhu antara    0 – 40 oC, karena reaksi-reaksi itu mendapatkan bantuan ….
 A. energi               C. enzim

 B. oksigen             D. hormon


10. Enzim adalah suatu bahan yang dapat mempercepat terjadinya reaksi di dalam tubuh organisme. Salah satu sifat enzim adalah ….
A. bekerja sangat spesifik
B. dapat menghasilkan energi
C. mempunyai kemampuan memperbanyak diri
D. hanya dapat bekerja dengan adanya ATP

11. Komponen terbesar penyusun protoplasma adalah...
A. garam                C. air
B. asam                  D. gula

12. Komponen zat yang penting untuk membentuk substansi dasar protoplasma adalah . . .
A. metana             C. karbon
B. asam amino       D. atom hidrogen

13. Unsur berikut yang tergolong dalam unsur makro dari tumbuhan  yaitu ….
A.  S, P, Ca, Cl             C. Na, Al, C, O
B.  C, S, N, H                        D. Ca, H, CO, Mo

14. Gerakan molekul-molekul yang bebas dan acak dalam protoplasma dan  yang meningkat gerakan­nya dengan meningkatnya suhu protoplasma adalah ….
A. Gerak Rotasi            C. Gerak Amuboid
B. Gerak Tyndall D. Gerak Brown

15. Percobaan untuk membuktikan bahwa mahluk hidup berasal dari kehidupan yang sudah ada, merupakan usaha menentang teori generatio spontanae. Usaha percobaan lain dilakukan oleh …
1. Lazzaro Spallanzani   
2. Jhon Nedham 
3. Fransesco Redi
4. Aristoteles

16. Persamaan antara percobaan Spallanzani dengan percobaan Louis Pasteur adalah bahwa kedua percobaan itu adalah . . .
1. bertujuan membuktikan ketidakbenaran teori   abiogenesis
2. menggunakan metoda ilmiah
3. menggunakan kaldu
4. mencapai hasil yang sama

17. Beberapa ciri yang membedakan mahluk hidup dan benda tak hidup antara lain ….
1. transfortasi           3. regulasi
2. sintesis                 4. Reproduksi

18. Di bawah ini merupakan sifat fisika protoplasma adalah ….
1. sifat cairan sel 
2. Premeabilitasi membran
3. Transformasi zat
4. Tersusun oleh bahan anorganik dan organik

19. Sel hewan yang dimasukkan pada larutan yang hipertonis akan mengalami ….
      1. mengalami haemolisis
      2. turgor  naik
      3. nilai osmosis turun
      4. mengalami krenasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar