KONSEP TENTANG HIDUP DAN ASAL USUL KEHIDUPAN
Suatu benda dikatakan hidup jika mampu menunjukkan ciri-ciri kehidupan yaitu : memerlukan nutrisi, bergerak, bernafas, tumbuh dan berkembang, melakukan ekskresi/ pengeluaran sisa-sisa metabolism, berkembang biak, peka terhadap rangsangan (iritabilita), koordinasi, dan adaptasi.
Asal Usul Kehidupan
Bagaimana makhluk hidup pertama
lahir masih merupakan misteri yang belum bisa diungkap para ilmuan. Secara umum
Teori asal usul kehidupan ada dua, yaitu abiogenesis ( makhluk
hidup berasal dari benda mati) dan biogenesis (makhluk hidup brasal dari
makhluk hidup juga).
1. Teori Abiogenesis. Pemuka
paham ini adalah seorang bangsa Yunani, yaitu Aristoteles (394-322 sebelum
masehi). Teorinya mengatakan kalau makhluk hidup yang pertama menghuni bumi
ini adalah berasal dari benda mati. Timbulnya makhluk hidup pertama itu terjadi
secara spontan karena adanya gaya hidup. Oleh karena itu paham abiogenesis
disebut juga paham generatio spontanea. Paham ini bertahan cukup lama,
yaitu semenjak zaman Yunani kuno (ratusan tahun sebelum masehi) hingga
pertengahan abad ke 17. Pada pertengahan abad
ke 17 paham ini seolah-olah diperkuat oleh Antonie van Leeuweunhoek, seorang bangsa
Belanda. Dia menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk melihat
jentik-jentik (makhluk hidup) amat kecil pada setetes rendaman air jerami. Hal
inilah yang seolah-olah memperkuat paham abiogenesis.
2. Teori Biogenesis. Setelah
bertahan cukup lama, paham abiogenesis mulai diragukan. Beberapa ahli
kemudian mengemukakan paham biogenesis. Beberapa ahli yang mengemukakan
paham biogenesis antara lain :
- Francesco Redi (Italia,
1626-1697). Redi menentang teori
abiogenesis dengan mengadakan percobaan menggunakan toples dan daging.
Toples 1 diisi daging yang ditutup rapat-rapat. Toples 2 diisi daging dan
ditutup kain kasa. Toples 3 diiisi daging dan dibuka. Ketiga toples ini
dibiarkan beberapa hari. Dari hasil percobaan ini ia mengambil kesimpulan
sebagai berikut : Larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk
tetapi berasal dari lalat yang dapat masuk ke dalam tabung dan bertelur
pada keratin daging.
- Lazzaro Spallanzani (Italia,
1729-1799). Spallanzani menentang
pendapat John Needham (penganut paham abiogenesis), menurutnya
kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak
sempurna. Kesimpulan percobaan spallanzani adalah : pada tabung
terbuka terdapat kehidupan berasal dari udara, pada tabung tertutup tidak
terdapat kehidupan, hal ini membuktikan bahwa kehidupan bukan dari air kaldu.
- Louis Pasteur (Perancis,
1822-1895). Louis Pasteur melakukan
percobaan yang menyempurnakan percobaan Spalanzani. Pasteur
mlakukan percobaan menggunakan labu yang penutupnya leher angsa, bertujuan
untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara bersama dengan
debu. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut :
Ø Mikroorganisme yang
tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang
terdapat di udara
Ø Jasad renik terdapat
di udara bersama dengan debu. Dari percobaan ini, gugurlah
teori abiogenesis tersebut. Pasteur terkenal
dengan semboyannya “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang
mengandung pengertian : kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan
makhluk hidup, makhluk hidup sekarang berasal dari makhluk hidup sebelumnya,
makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.
Di samping dua teori
di atas, masih ada lagi beberapa teori tentang asal usul kehidupan. Beberapa
teori yang dikembangkan ilmuan antara lain :
A.
teori kreasi khas, yang menyatakan
bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural ( gaib) pada saat yang
istimewa
B. Teori kosmozoan, yang menyatakan
bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja
C. Teori evolusi
biokimia,
yang menyatakan bahwa kehidupan ini muncul berdasarkan hukum fisika, kimia, dan
biologi
D. Teori keadaan mantap, menyatakan bahwa
kehidupan tidak berasal usul.
Beberapa ilmuan yang
membuktikan teori evolusi kimia antara lain Harold Urey, Stanley Miller, dan
Alexander Oparin
Ø Teori Harold Urey, menurutnya zat
hidup yang pertama kali mempunyai susunan menyerupai virus saat ini. Zat hidup
tersebut mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup. Urey
berpendapat bahwa kehidupan terjadi pertamakali di udara (atmosfer). Pada saat
tertentu dalam sejarah perkembangan terbentuk atmosfer yang kaya akan molekul-
molekul CH4, NH3, H2, H2O. karena
adanya loncatan listrik akibat halilintar dan sinar kosmik terjadi asam amino
yang memungkinkan terjadi kehidupan.
Ø Eksperimen Stanley
miller,
Stanley Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap
masalah asal usul kehidupan. Dia melakukan percobaan untuk menguji hipotesis Harold
Urey. Dari hasil eksperimennya Miller dapat memberikan petunjuk
bahwa satuan-satuan kompleks di dalam system kehidupan seperti lipida,
karbohidrat, asam amino, protein, nukleotida dan lain-lain dapat terbentuk
dalam kondisi abiotik.
Ø Teori Evolusi Biologi
Oparin,
dia berpendapat bahwa kehidupan pertama terjadi di cekungan pantai dengan
bahan-bahan timbunan senyawa organic dari lautan. Timbunan senyawa organic ini
disebut sop purba atau sop primordial.
Meskipun banyak
petunjuk yang diberikan, asal usul kehidupan masih misteri. Seandainya misteri
ini terbongkar, mungkinkah manusia akan menjadi pencipta yang bahkan bisa
menciptakan kehidupan?
Ciri-Ciri
Makhluk Hidup dan Syarat
Mahluk / Benda Hidup Biologi
Untuk dikatakan sebagai benda hidup,
makhluk hidup atau organisme bernyawa diperlukan pemenuhan ciri-ciri sebagai
berikut di bawah ini :
1. Terdapat
Protoplasma
Protoplasma merupakan suatu bagian
yang terdiri atas bahan yang kompleks dan terlindung dengan baik. Protoplasma
biasa dikenal dengan sebutan sel. Berbeda dengan benda tak hidup atau benda
mati yang tidak memiliki protoplasma. Lihat saja batu atau komputer yang tidak
memiliki protoplasma atau sel, sehingga disebut dengan benda mati.
2. Mempunyai
Bentuk dan Ukuran
Makhluk hidup dapat dikenali ciri
khas yang menempel padanya dengan melihat bentuknya. Antara jenis mahluk hidup
yang satu dengan yang lain memiliki perbedaan baik dalam ukuran maupun
bentuknya. Tengok saja antara pohon jamblang dengan pohon teh, pasti terlihat
jelas bedanya.
3. Melakukan
Aktivitas-Aktifitas Kehidupan :
- Makan. Semua benda hidup membutuhkan
asupan bahan makanan yang berasal dari luar tubuh untuk kemudian diproses
menjadi energi atau tenaga bagi tubuh.
- Tumbuh Dan Berkembang. Orang, Binatang dan
Tumbuh-Tumbuhan ketika baru lahir atau tumbuh ukurannya akan lebih kecil
dan biasanya akan berkembang menjadi lebih besar menyerupai induknya.
- Berkembang Biak. Makhluk hidup yang tidak mampu
berkembangbiak menghasilkan keturunan akan punah dan musnah di makan
waktu. Oleh sebab itu makhluk hidup memiliki cara masing-masing untuk
dapat memperbanyak diri untuk mempertahankan keberadaan di dunia.
- Melakukan Adaptasi. Semua makhluk hidup perlu
melakukan penyesuain diri dengan fungsi tubuh dan lingkungan sekitar
ekosistem, habitat tempat tinggalnya untuk dapat bertahan hidup dengan
lebih baik dan mudah. Contohnya seperti hewan gurun yang tahan panas,
bunglong bisa berubah warna, dan lain sebagainya.
- Memiliki Sistem Transportasi. Untuk menyampaikan zat ke
bagian-bagian yang membutuhkan.
- Dapat Bergerak. Manusia dan hewan memerlukan
kegiatan dengan menggerakkan anggota tubuh untuk berbagai keperluan
seperti jalan, makan, menggaruk, berkedip, dan sebagainya. Untuk tumbuhan
tidak semuanya dapat melakukan pergerakan. Kemampuan untuk bereaksi
terhadap rangsangan dari lingkungan disebut dengan istilah iritabilita.
- Metabolisme. Metabolisme adalah aktifitas
fisika atau kimia yang terjadi di dalam tubuh baik secara anabolisme
maupun katabolisme.
- Sistem Regulasi. Pengertian arti definisi sistem
regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk
dapat hidup seimbang, serasi dan selaras.
Sitosol
Sitosol
yang disebut juga hialoplasma, merupakan bagian sitoplasma yang berada di
sela-sela organela berselaput. Beribu-ribu jenis enzim yang terlibat dalam
proses metabolisme intermedia terlarut di dalamnya. Salah satu contoh
metabolisme intermedia adalah proses glikolisis dan glikoneogenesis. Selain itu,
cairan ini dipenuhi oleh ribosoma, mRNA maupun tRNA, yang aktif mensintesis
protein. Sekitar 50% protein hasil sintesis yang dilakukan ribosoma, ditentukan
tetap berada di dalam sitosol. Sebagian dari protein yang berada di sitosol,
berbentuk benang-benang halus yang disebut filamen. Filamen-filamen ini
teranyam membentuk rerangka, yang diberi nama rerangka sel atau sitoskelet.
Rerangka sel memberi bentuk pada sel, mengatur dan menimbulkan gerakan
sitoplasmik yang beruntun dan berkaitan, serta membentuk jaring-jaring kerja
yang membantu mengatur reaksi-reaksi enzimatis. Terdapat empat macam filamen
penyusun sel. Filamen pertama sangat halus, teranyam membentuk jejala trimatra.
Jejala ini disebut jejala mikrotrabekula. Tiga kelompok filamen lainnya secara berurutan
adalah mikrotubula, mikrofilamen dan filamen intermedia. Fileman-filamen ini
merupakan protein struktur yang mudah sekali terurai dan terikat kembali.
Mikrotubula terdiri dari monomer tubulin a dan tubulin b. Dua monomer tersebut
membentuk dimer tubulin ab. Sejumlah tubulin ab terakit menjadi protofilamen.
Tigabelas protofilamen, tersusun paralel satu terhadap yang lain dengan garis
tengah sekitar 24 nanometer dengan tebal
dinding 5
Sitoskelet
BIOLOGI SEL
Pada
awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert
Hooke
yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel
berasal dari kata Latin cellulae yang berarti
‘kamar-kamar kecil’.
Anton van Leeuwenhoek melakukan banyak pengamatan
terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik dan menunjukkan pertama kali pada
dunia ada “kehidupan di dunia lain” yang belum pernah dilihat oleh manusia.
Karyanya menjadi dasar bagi cabang biologi yang penting saat ini: mikrobiologi. Perkembangan mikroskop selama
hampir 200 tahun berikutnya telah memberikan kesempatan bagi para ahli untuk
meneliti susunan tubuh makhluk hidup. Serangkaian penelitian telah dilakukan
oleh 2 orang ilmuwan dari [Jerman] yaitu :
Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-1881) dan Theodor Schwann (ahli hewan, 1810-1882). Mereka
menyimpulkan bahwa setiap mahluk hidup tersusun atas sel.
Selanjutnya
pada tahun 1885 seorang ilmuwan Jerman, Rudolf
Virchow,
mengamati bahwa sel dapat membelah diri dan membentuk sel-sel baru.
Teori-teori tentang sel :
- Robert Hooke (Inggris, 1665) meneliti
sayatan gabus di bawah mikroskop. Hasil pengamatannya ditemukan rongga-rongga
yang disebut sel (cellula)
- Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel
tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella
(kantong yang berisi)
- Felix Durjadin (Prancis, 1835) meneliti
beberapa jenis sel hidup dan menemukan isi dalam, rongga sel tersebut
yang penyusunnya disebut “Sarcode”
- Johanes Purkinje (1787-1869) mengadakan
perubahan nama Sarcode menjadi Protoplasma
- Matthias Schleiden (ahli botani)
dan Theodore Schwann (ahli zoologi) tahun 1838 menemukan adanya
kesamaan yang terdapat pada struktur jaringan tumbuhan dan hewan. Mereka
mengajukan konsep bahwa makhluk hidup terdiri atas sel . Konsep yang
diajukan tersebut menunjukkan bahwa sel
merupakan satuan structural makhluk hidup.
- Robert Brown (Scotlandia, 1831) menemukan
benda kecil yang melayang-layang pada protoplasma yaitu inti
(nucleus)
- Max Shultze (1825-1874) ahli anatomi
menyatakan sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup
- Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa setiap
cel berasal dari cel sebelumnya (omnis celulla ex celulla)
Sel
adalah satu
unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan penyatuan dari
berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh struktur-struktur interselluler.
Sel
juga merupakan sekumpulan materi yang paling sederhana yang dapat menjalankan
proses hidup. Sel merupakan tingkatan struktur terendah yang mampu melakukan
semua aktivitas kehidupan . Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya,
tetapi umumnya seluruh sel mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain,
misalnya :
·
oksigen akan terikat pada
karbohidrat, lemak atau protein pada setiap sel untuk melepaskan energi .
·
mekanisme umum merubah makanan
menjadi energi .
·
setiap sel melepaskan hasil akhir
reaksinya ke cairan disekitarnya .
·
hampir semua sel mempunyai kemampuan
mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel
sejenis yang lain akan bergenerasi
Secara umum sel-sel yang menyusun
tubuh manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel,
protoplasma dan inti sel (nukleus ) . Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang
terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat .
a. Air. Medium cairan utama dari sel adalah
air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%. Banyak bahan-bahan kimia sel larut
dalam air, sedang yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous.
b. Elektrolit. Elektrolit
terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat, Bikarbonat, Natrium,
Klorida dan Kalsium. Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi
selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel
c. Protein. Memegang
peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan
sebagai berikut :
1. Proses
enzimatik
2. Proses
transport dan penyimpanan
3. Proses
pergerakan
4. Fungsi
mekanik
5. Proses
imunologis
6. Pencetus dan
penghantar impuls pada sel saraf
7. Mengatur
proses pertumbuhan dan regenerasi
d. Lemak. Asam lemak
yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon yang panjang,
sedang asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan
molekul yang sangat hidrofobik. Karena molekul triasilgliserol ini tidak larut
dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel
adiposa) yang merupakan sumber energi. Molekul lemak yang menyusun membran sel
mempunyai gugus hidroksil ( fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan
dengan air, sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air)
sehingga disebut amfifatik.
e.
Karbohidrat. Suatu
karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C
disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang
penting untuk fungsi sel. Karbohidrat
yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida. Polisakarida berperan
sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan
luar membran sel. Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) dan
yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari
membran sel. Selain itu glikolipid dan glikoprotein menyusun struktur antigen
golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis.
Secara anatomis sel dibagi
menjadi 3 bagian, yaitu:
Sel
adalah satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan
gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh
sokongan struktur-struktur interselluler.
Setiap
jenis sel
dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah
yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke
jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain
yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100
triliun sel.
A. Sel Prokariotik
& Eukariotik
Setiap
organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang secara
struktural berbeda, sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan
arkhea; alga hijau biru yang memiliki sel prokariotik. Sedangkan protista,
tumbuhan, jamur dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Kenapa
dinamakan sel prokariotik dan eukariotik? Apa perbedaannya? Mari kita pelajari.
Sel
Prokariotik. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang
berarti “sebelum” dan karyon yang artinya “kernel” atau juga disebut nukleus.
Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi
pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang
memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya.
Gbr. Penampang Sel Prokariotik
Sedangkan sel eukariotik, eu berarti
“sebenarnya”dan karyon berarti nukleus. Eukariotik mengandung pengertian
memiliki nukleus sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus.

Gbr. Penampang Sel Eukariotik
Lebih lengkap perbedaan antara
sel perokariotik dan eukariotik, kita lihat pada tabel berikut:
|
Struktur
|
Prokariotik
|
Eukariotik
|
|
Membran nukleus
|
-
|
+
|
|
Membran plastida
|
-
|
+
|
|
Nukleus
|
-
|
+
|
|
Nukleolus
|
-
|
+
|
|
Plastida
|
-
|
+/-
|
|
Mitokondria
|
-
|
+
|
|
Badan golgi
|
-
|
+
|
|
Kromosom
|
+
(tunggal)
|
+
(ganda)
|
|
DNA
|
+
(telanjang)
|
+
(dengan protein)
|
|
RNA
|
+
|
+
|
|
Histon
|
-
|
+
|
|
Pigmen
|
+
|
+
|
|
Pembelahan
|
amitosis
|
Mitosis/meiosis
|
-
Sel
Prokariotik
ü Tidak
memiliki inti sel yang jelas karena tidak memiliki membran inti sel yang
dinamakan nukleoid
ü Organel-organelnya
tidak dibatasi membran
ü Membran
sel tersusun atas senyawa peptidoglikan
ü Diameter
sel antara 1-10mm
ü Mengandung
4 subunit RNA polymerase
ü Susunan
kromosomnya sirkuler
·
Sel
Eukariotik
ü Memiliki
inti sel yang dibatasi oleh membran inti dan dinamakan nukleus
ü Organel-organelnya
dibatasi membran
ü Membran selnya tersusun atas fosfolipid
ü Diameter selnya antara 10-100 mm
ü Mengandung banyak subunit RNA polymerase
ü
Susunan kromosomnya linier
B.
Sel Hewan & Sel Tumbuhan
Sel
hewan
tidak memiliki dinding sel. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis
yang tidak kuat. Ada beberapa sel hewan khususnya hewan bersel satu, selnya
terlindungi oleh cangkok yang kuat dan keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun
atas zat kersik dan pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena dan Radiolaria.
Secara umum sel hewan tidak memiliki
vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat kecil. Pada beberapa jenis hewan
bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba dan Paramaecium.
Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan
vakuola non kontraktil (penyimpan makanan). Bagian paling besar pada sel hewan
adalah nukleus.
Dalam satu sel hewan terdapat dua
sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom.
Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yang berlawanan
dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.
Sel
Tumbuhan,
bagian terluar dari sel tumbuhan adalah dinding sel. Dinding sel berfungsi
sebagai pelindung dan penunjang. Dinding yang terbentuk pada waktu sel membelah
disebut dinding primer dan setelah mengalami penebalan, berubah menjadi dinding
skunder. Dinding primer sel merupakan selaput tipis yang tersusun atas
serat-serat selulosa. Serat ini amat kuat daya regangnya. Dinding sel yang kaku
tersusun atas polisakarida : hemiselulosa dan pektin. Dinding sel
skunder dimiliki oleh sel-sel dewasa. Dinding skunder memiliki kandungan
selulosa lebih banyak berkisar 41-45%, juga hemiselulosa dan lignin.
Diantara dinding dua sel yang
berdekatan terdapat lamela tengah, tersusun atas magnesium dan kalium pekat
berupa gel. Diantara dua sel bertetangga (saling menempel) terdapat pori.
Melalui pori ini dua sel dihubungkan oleh benang-benang plasma yang dikenal
plasmodesmata.
Dinding sel dibentuk oleh diktiosom.
Bersama dengan vakuola, dinding sel berperan dala turgiditas sel (kekakuan
sel). Ia mengakibatkan bentuk sel tetap.
Sel tumbuhan memiliki vakuola yang
lebih besar (dibanding sel hewan). Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap.
Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola –paling– besar adalah sel-sel parenkim
dan kolenkim.
Selain itu sel tumbuhan memiliki
organel yang tidak terdapat di dalam sel hewan, fungi, maupun prokariota
seperti bakteri dan ganggang hijau-biru, yaitu plastida.
Bentuk plastida bisa bulat, oval
maupun cakram. Plastida dibedakan menjadi leukoplas, kromoplas dan kloroplas,
dimana ketiganya merupakan perkembangan dari proplastida (plastida muda).
Jika
kita berada dalam sebuah rumah, maka ruangan di dalam rumah pada kehidupan sel
dinamakan sitoplasma.
Fungsi utama kehidupan berlangsung di
sitoplasma. Hampir semua kegiatan metabolisme berlangsung di dalam ruangan
berisi cairan kental ini. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang
melayang-layang dalam cairan kental (merupakan koloid, namun tidak homogen)
yang disebut matriks. Organellah yang menjalankan banyak fungsi kehidupan:
sintesis bahan, respirasi (perombakan), penyimpanan, serta reaksi terhadap
rangsang. Sebagian besar proses di dalam sitoplasma diatur secara enzimatik.
Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat
di dalam sel, kecuali di dalam inti dan organel sel. Khusus cairan yang
terdapat di dalam inti sel dinamakan nukleoplasma.
Sitoplasma bersifat koloid, yaitu tidak padat dan tidak cair. Penyusun utama
dari sitoplasma adalah air yang berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta
sebagai media terjadinya reaksi kimia sel.
Disamping air di dalamnya terlarut
banyak molekul-molekul kecil, ion dan protein. Ukuran partikel terlarut antara
0,001-0,1 µm dan bersifat transparan. Koloid sitoplasma dapat berubah dari sol
ke gel begitu sebaliknya. Sol terjadi jika konsentrasi air tinggi, sedang gel
saat konsentrasi air rendah.
Organel-organel yang terdapat dalam sitoplasma antara lain:
·
Retikulum
endoplasma
·
Ribosom
·
Mitokondria
·
Badan
golgi
·
Lososom,
dll.
Selain organel, terdapat pula vakuola,
butir-butir tepung, butir silikat dan berbagai produk sekunder lain. Vakuola
memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang
berbentuk cair, sehingga disebut pula ‘cairan sel’. Cairan yang mengisi vakuola
berbeda-beda, tergantung letak dan fungsi sel.
Gbr. Penampang Sel. Sitoplasma
ditunjukkan berwarna pink, yang menjadi tempat organel-organel sel.
Nukleus
(Inti sel)
Nukleus
ini umumnya paling mencolok pada sel eukariotik. Rata-rata diameternya 5 µm.
Nukleus memiliki membran yang menyelubunginya yang disebut membran atau
selubung inti. Membran ini memisahkan isi nukleus dengan sitoplasma.
Nukleus
merupakan pusat pengatur berbagai aktifitas sel. Nukleus mengandung DNA dalam
jumlah besar yang disebut gen. Gen yang terdapat pada kromosom berfungsi untuk
sintesa RNA yang mengatur karakteristik dari protein yang diperlukan untuk
berbagai aktifitas enzimatik, serta mengatur reproduksi sel. Inti sel terdiri
atas nukleolus, nukleoplasma dan membran inti sel.Membran dari inti sel terdiri
2 lapis, dimana lapisan luar berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.
Pada membran inti sel terdapat porus yang mempunyai diameter yang cukup besar
sehingga dapat dilalui oleh molekul protein yang disintesa dalam inti sel.

DNA
adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat
kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.
Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi
genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Di antara
perkecualian yang menonjol adalah beberapa jenis virus (dan virus tidak termasuk
organisme) seperti HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) .
Gbr. Nukleus (Inti Sel)
DNA
berbentuk seperti rantai panjang ganda yang terpilin (double helix); yang
terdiri dari : 1) gugus posfat 2) gugus pentose (gula) yaitu deoksiribosa dan
3) basa nitrogen . RNA berbentuk seperti rantai pendek yang tunggal. basa
nitrogen yang terdapat dalam DNA berupa timin,adenin,guanin,dan sitosin;RNA
adenin,guanin,sitosin,urasil. kadar DNA tetap kadar RNA berubah sesuai dengan
aktivitas sintesis protein. DNA berperan dalam sintesis protein dan pewarisan
sifat; RNA hanya berperan dalam sintesis protein. DNA hanya terdapat dalam
intisel yaitu dalam kromosom sedangkan RNA bisa ada di dalam inti sel maupun di
luar inti sel yaitu di dalam ribosom. perbedaannya adalah DNA disebut double
helix sehingga ia memiliki sepasang rantai genetik,sedangkan RNA hanya memiliki
satu rantai saja. DNA sebagai pengatur segala aktivitas makhluk hidup dan
penentu genetik,sdangkan RNA sebagai bentuk perintah DNA yang salah satu
perintahnya yaitu membuat protein pada ribosom .
Struktur
dasar RNA mirip dengan DNA. RNA merupakan polimer yang tersusun dari sejumlah
nukleotida. Setiap nukleotida memiliki satu gugus fosfat, satu gugus gula
ribosa, dan satu gugus basa nitrogen (basa N). Polimer tersusun dari ikatan
berselang-seling antara gugus fosfat dari satu nukleotida dengan gugus gula
ribosa dari nukleotida yang lain . Perbedaan RNA dengan DNA terletak pada satu
gugus hidroksil tambahan pada cincin gula ribosa (sehingga dinamakan ribosa).
Basa nitrogen pada RNA sama dengan DNA, kecuali basa timin pada DNA diganti
dengan urasil pada RNA. Jadi tetap ada empat pilihan: adenin, guanin, sitosin,
atau urasil untuk suatu nukleotida. Selain itu, bentuk konformasi RNA tidak
berupa pilin ganda sebagaimana DNA, tetapi bervariasi sesuai dengan tipe dan
fungsinya . RNA lebih tidak stabil daripada DNA di dalam sel dan lebih rentan
terhadap penguraian oleh enzim nuklease secara laboratorium . Terdapat 3 jenis
RNA yang dibentuk oleh DNA, dimana tiap jenis RNA mempunyai fungsi yang
berbeda, yaitu :
1.
Messenger RNA (mRNA), berfungsi membawa kode genetik ke sitoplasma untuk
mengatur sintesa protein
2.
Transfer RNA (tRNA) untuk transport asam amino menuju ribosom untuk digunakan
menyusun molekul protein
3.
Ribosomal RNA (rRNA) untuk membentuk ribosom bersama dengan 75 protein lainnya.
Membran atau selubung inti merupakan
membran ganda. Kedua selubung ini masing-masing merupakan bilayer lipid
dengan protein yang terkait. Membran ini dilubangi oleh beberapa pori yang berdiameter
sekitar 100 nm. Pada bibir setiap pori membran dalam dan membran luar selubung
nukleus menyatu. Pori-pori ini memungkinkan hubungan antara nukleoplasma
(cairan inti) dengan sitoplasma (cairan sel)
Selain pori, sisi dalam selubung ini
dilapisi lamina nukleus dengan susunan mirip jaring yang terdiri dari filamen
protein yang mempertahankan bentuk nukleus.
Di
dalam nukleus terdapat:
(1).
Nukleolus
(anak inti), berfungsi mensintesis berbagai macam molekul RNA (asam
ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Molekul RNA yang
disintesis dilewatkan melalui pori nukleus ke sitoplasma, kemudian semuanya
bergabung membentuk ribosom. Nukleolus berentuk seperti bola, dan memalui
mikroskop elektron nukleolus ini tampak sebagai suatu massa yang terdiri dari
butiran dan serabut berwarna pekat yang menempel pada bagian kromatin.
(2).
Nukleoplasma
(cairan inti) merupakan zat yang tersusun dari protein.
(3).
Butiran kromatin,
yang terdapat di dalam nukleoplasma. Tampak jelas pada saat sel tidak membelah.
Pada saat sel membelah butiran kromatin menebal menjadi struktur seperti benang
yang disebut kromosom. Kromosom mengandung DNA (asam dioksiribonukleat) yang
berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesis protein.
Secara
umum,
Nukleus bertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma. DNA yang terdapat di
dalam kromosom merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama
enzim). Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Di
dalam nukleus juga ditemui nukleolus.
Nukleus berperan mengatur proses
pembelahan sel
Membran
sel

Membran
sel sering
juga disebut membran plasma. Membran sel merupakan bagian paling luar yang
membatasi isi sel dengan sekitarnya (kecuali pada sel tumbuhan, bagian luarnya
masih terdapat dinding sel atau cell
wall).
Membran sel berupa lapisan luar biasa
tipisnya. Tebalnya kira-kira 8 nm. Dibutuhkan 8000 membran sel untuk menyamai
tebal kertas yang biasa kita pakai untuk menulis.
Membran
sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel
membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat
transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan
dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid
bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat
melalui membran sel.
Struktur
membran sel yaitu model mozaik
fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori
mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan
molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran.
Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak.
Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya
bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi
semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids,
protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.
Lipid
dan protein merupakan bahan penyusun utama dari membran, meskipun karbohidrat
juga merupakan unsur penting. Gabungan lipid dan protein dinamakan lipoprotein.
Saat ini model yang dapat diterima untuk penyusunan molekul-molekultersebut
dalam membran ialah model mosaik fluida.
Salah
satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara
dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul
hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil
(air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan
ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme
khusus agar dapat masuk ke dalam sel.

Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya
paling melimpah dalam sebagian besar membran. Kemampuan fosfolipid untuk membentuk
membran disebabkan oleh struktur molekularnya. Fosfolipid merupakan suatu
molekul amfipatik, yang berarti bahwa molekul ini memiliki daerah hidrofilik
(menykai air) maupun daerah hidrofobik (takut dengan air).
Berdasar struktur tersebut maka membran
sel bersifat semi permeable atau
selektif permeable yang berfungsi mengatur masuk dan keluarnya zat dari sel.
Banyaknya molekul
yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu
lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk
molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor
aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
Transpor
pasif
Transpor pasif
merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor
pasif ini bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan
contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang
meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang
lebih acak. Difusi akan berlanjut selama respirasi seluler yang mengkonsumsi O2
masuk. Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah
perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari
hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi juga masih dianggap ke dalam
transpor pasif karena zat terlarut berpindah menurut gradien konsentrasinya.
Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.
Contoh molekul yang berpindah dengan transpor pasif ialah air dan glukosa. Transpor pasif air dilakukan lipid bilayer dan transpor pasif glukosa terfasilitasi transporter. Ion polar berdifusi dengan bantuan protein transpor.
Transpor
aktif
Transpor aktif
merupakan kebalikan dari transpor pasif dan bersifat tidak spontan. Arah
perpindahan dari transpor ini melawan gradien konsentrasi. Transpor aktif
membutuhkan bantuan dari beberapa protein. Contoh protein yang terlibat dalam
transpor aktif ialah channel protein
dan carrier protein, serta ionophore.
Yang termasuk
transpor aktif ialah coupled carriers,
ATP driven pumps, dan light driven
pumps. Dalam transpor menggunakan coupled carriers dikenal dua istilah,
yaitu simporter dan antiporter. Simporter ialah suatu
protein yang mentransportasikan kedua substrat searah, sedangkan antiporter
mentransfer kedua substrat dengan arah berlawanan. ATP driven pump merupakan suatu siklus transpor Na+/K+ ATPase. Light driven pump umumnya ditemukan pada
sel bakteri. Mekanisme ini membutuhkan energi cahaya dan contohnya terjadi pada
Bakteriorhodopsin.
Pada 1895, Charles Overton
mempostuatkan bahwa membran terbuat dari lipid, berdasarkan pengamatannya bahwa
zat yang larut dalam lipid memasuki sel jauh lebih cepat dari pada zat yang
tidak larut dalam lipid. 20 tahun kemudian, membran yang diisolasi dari sel
darah merah dianalisis secara kimiawi ternyata tersusun atas lipid dan protein,
yang sekaligus membenarkan postulat dari Overton.
Plastida
Plastida adalah organel yang
meghasilkan warna pada sel tumbuhan. Plastida dapat dilihat dengan mikroskop
cahaya biasa. Organel ini hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dikenal tiga jenis
plastida yaitu:
1). Leukoplas, Plastida
ini berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan, terdiri dari:
·
Amiloplas (untuk menyimpan amilum)
·
Elaioplas atau Lipidoplas (untuk
menyimpan lemak/minyak).
·
Proteoplas (untuk menyimpan protein).
Selalu
ingat! Leukoplas berwarna? berfungsi untuk?
2). Kloroplas
Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau. Kloroplas yang
berkembang dalam batang dan sel daun mengandung pigmen hijau yang dalam
fotositesis menyerap tenaga matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi
gula, yakni sumber energi kimia dan makanan bagi tetumbuhan. Kloroplas
memperbanyak diri dengan memisahkan diri secara bebas dari pembelahan inti sel.
Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya
fotosintesis.
3). Kromoplas
yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya :
•
Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanophyta.
•
Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada Rhodophyta.
•
Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan Chrysophyta.
•
Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua.
•
Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada Phaeophyta.
Gbr. Kloroplas (merupakan salah
satu jenis plastida pada tumbuhan).
Kloroplas dan plastida lainnya memiliki
membran rangkap. Membran dalam melingkupi matriks yang dinamakan stroma.
Membran dalam ini terlipat berpasangan yang disebut lamela. Secara berkala
lamella ini membesar sehingga membentuk gelembung pipih terbungkus membran dan
dinamakan tilakoid. Struktur ini tersusun dalam tumpukan mirip koin. Tumpikan
tilakoid dinamakan granum. Pada tilakoid terdapat unit fotosintesis yang berisi
molekul pigmen seperti klorofil a, klorofil b, karoten, xantofil.
Kandungan kimiawi kloroplas adalah
protein, fosfolipid, pigmen hijau dan kuning, DNA dan RNA.
Dinding Sel
Inilah
bagian yang membedakan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Dinding sel
hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel itu tipis, berlapis-lapis, dan
pada tahap awalnya lentur. Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan
sel terutama adalah pektin, zat yang membuat agar-agar mengental. Lapisan
inilah yang merekatkan sel-sel yang berdekatan. Setelah pembelahan sel, tiap
belahan baru membentuk dinding dalam dari serat selulosa. Dinding ini terentang
selama sel tumbuh serta menjadi tebal dan kaku setelah tumbuhan dewasa.
(Sumber: Time Life, 1984).

Gbr. Model Dinding Sel
Pada dinding sel ada bagian yang
tidak menebal, yaitu bagian yang disebut noktah. Melalui noktah ini terjadi
hubungan antara antara sitoplasma satu dengan yang lain yang disebut
plasmodesmata.
Plasmodesmata
berupa juluran plasma, yang berfungsi menjadi pintu keluar masuknya zat.
Sebagian besar isi dari sel berupa air.
Tekanan air atau isi sel terhadap dinding sel disebut tekanan turgor. Dinding
sel dan vakuola berperan dalam turgiditas sel.
Beberapa senyawa
penyusun dinding sel, antara lain :
a. Hemiselulosa
Hemiselulosa merupakan
polisakarida yang tersusun atas glukosa, xilosa, manosa dan asam glukoronat. Di
dalam dinding sel, hemiselulosa berfungsi sebagai perekat antar mikrofibril
selulosa.
b.
Pektin
Pektin merupakan polisakarida
yang tersusun atas galaktosa, arabinosa, dan asam galakturonat.
c.
Lignin
Lignin hanya dijumpai pada
dinding sel yang dewasa dan berfungsi untuk melindungi sel tumbuhan terhadap
lingkungan yang tidak menguntungkan.
d.
Kutin
Kutin merupakan suatu selubung
atau lapisan pada permukaan atas daun atau batang dan berfungsi untuk mencegah
dehidrasi akibat penguapan dan melindungi kerusakan sel akibat patogen dari
luar.
e. Protein dan lemak
Di dalam dinding sel ditemukan
dalam jumlah yang sedikit.
Ingat ! Dinding sel hanya dimiliki
oleh tumbuhan.
MitokondriaMitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].
Membran luar terdiri
dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein
porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul
kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria
menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga
mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan
dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan
Asetil KoA.
Membran dalam yang
kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80%
protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini
meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam
matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas
permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi
ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi
oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria,
serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks
melewati membran dalam.
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium
Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.


- Endositosis ialah pemasukan
makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang
kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan,
yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang
digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut.
Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim
hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada
endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

- Autofagi digunakan untuk pembuangan dan
degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi.
Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan
membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik
dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses
ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio
manusia.
- Fagositosis
merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti
bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau
mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan
enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom
lanjut).
Badan Golgi
Badan Golgi (disebut juga
aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan
dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan
banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya
ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel
tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan
biasanya disebut diktiosom.
Badan
Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia
yang bernama Camillo Golgi.
Beberapa fungsi badan golgi
antara lain :
1. Membentuk
kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar
kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2. Membentuk
membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung
yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3. Membentuk
dinding sel tumbuhan
4. Fungsi
lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk
memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5. Tempat
untuk memodifikasi protein
6. Untuk
menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7. Untuk
membentuk lisosom
Retikulum Endoplasma
Retikulum
endoplasma (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan
eukariotik.

Retikulum
endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung
ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada
jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian
banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran
dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan
retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Ada tiga jenis retikulum
endoplasma:
1.
RE
kasar.
Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom
ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai
tempat sintesis protein.
2.
RE
halus
Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di
permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu
sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi
obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.
RE
halus
Berbeda dari RE kasar, RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di
permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu
sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi
obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel.
3.
RE
sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE
halus. RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang
membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus
mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion
kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.
Sentriol
(sentrosom)
Sentorom merupakan
wilayah yang terdiri dari dua sentriol (sepasang sentriol) yang terjadi ketika
pembelahan sel, dimana nantinya tiap sentriol ini akan bergerak ke bagian
kutub-kutub sel yang sedang membelah. Pada siklus sel di tahapan interfase,
terdapat fase S yang terdiri dari tahap duplikasi kromoseom, kondensasi
kromoson, dan duplikasi sentrosom. Terdapat sejumlah fase tersendiri dalam
duplikasi sentrosom, dimulai dengan G1 dimana sepasang sentriol akan terpisah
sejauh beberapa mikrometer. Kemudian dilanjutkan dengan S, yaitu sentirol anak
akan mulai terbentuk sehingga nanti akan menjadi dua pasang sentriol. Fase G2
merupakan tahapan ketika sentriol anak yang baru terbentuk tadi telah
memanjang. Terakhir ialah fase M dimana sentriol bergerak ke kutub-kutub
pembelahan dan berlekatan dengan mikrotubula yang tersusun atas benang-benang
spindel.


|
Gb. Sentriol
|
Gb. Vakuola
|
Vakuola
Vakuola merupakan
ruang dalam sel yang berisi cairan (cell sap dalam bahasa Inggris). Cairan ini
adalah air dan berbagai zat yang terlarut di dalamnya. Vakuola ditemukan pada
semua sel tumbuhan namun tidak dijumpai pada sel hewan dan bakteri, kecuali
pada hewan uniseluler tingkat rendah.
Fungsi vakuola adalah
:
1.
memelihara
tekanan osmotik sel
2.
penyimpanan
hasil sintesa berupa glikogen, fenol, dll
3.
mengadakan
sirkulasi zat dalam sel
Ribosomes
are the sites of protein synthesis. They are not membrane-bound and thus occur
in both prokaryotes and eukaryotes. Eukaryotic ribosomes are slightly larger
than prokaryotic ones. Structurally, the ribosome consists of a small and
larger subunit, as shown in Figure 11. Biochemically, the ribosome consists of ribosomal
RNA (rRNA) and some 50 structural proteins. Often ribosomes cluster on the endoplasmic
reticulum, in which case they resemble a series of factories adjoining a
railroad line.
|
Figur 11: Structure of the
ribosome. Image from Purves et al., Life: The Science of Biology, 4th
Edition, by Sinauer Associates
|
![]() |

Perbedaan
Sel Hewan dan Tumbuhan
|
Sel
Hewan
|
Sel
Tumbuhan
|
|
·
tidak
memiliki dinding sel
·
tidak
memiliki butir plastida
·
bentuk
tidak tetap karena hanya memiliki membran sel yang keadaannya tidak kaku
·
jumlah
mitokondria relatif banyak
·
vakuolanya
banyak dengan ukuran yang relatif kecil
·
sentrosom
dan sentriol tampak jelas
|
·
memiliki
dinding sel
·
memiliki
butir plastida
·
bentuk
tetap karena memiliki dinding sel yang terbuat dari cellulosa
·
jumlah
mitokondria relatif sedikit karena fungsinya dibantu oleh butir plastida
vakuola sedikit tapi ukurannya besar
·
sentrosom
dan sentriolnya tidak jelas
|
Siklus Sel dan Pembelahan Sel
Interfase (tidak aktif
membelah atau stadium istirahat)
Periode interfase yaitu:
·
Periode saat sel istirahat setelah
menjalani mitosis
·
Periode pada saat sel secara aktif
membentuk protein, lemak, dan potongan-potongan RNA
·
Periode pada waktu penyalinan DNA
·
Fase ini memakan waktu 10 s.d 20 jam
1.
Fase S (sintesis): Tahap terjadinya
replikasi DNA
3.
Fase G (gap): Tahap pertumbuhan bagi
sel.
a. Fase G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan
berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun
perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik
dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan
pertumbuhan (dorman) dan mati.
b. Fase G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk
tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
c. Fase G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis
dan mitosis.
Fase tersebut berlangsung dengan
urutan S > G2 > M > G0 > G1 >
kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.

Mitosis
Stadium mitosis
·
Profase –>
struktur protein yg terdapat pada Sitoplasma sel bergerak kearah kutub yang
berlawanan, membran inti sel pecah
sehingga kromosom berada di luar inti (sitoplama)
·
Metafase –> 2 set
pasangan Kromosom yang berdampingan berada dibagian tengah sel
·
Anafase –>
mikrotubulus mulai menarik pasangan kromosom agar terpisah
·
Telofase –> sel
terbelah ditengahnya dan terbentuk membran inti yang baru




Fase ini memakan waktu 1 jam
MEIOSIS
·
Proses dimana sel-sel ovarium (oosit
primer) atau testis (spermatosit primer) membentuk sel telur atau sperma yang
matang.
·
Replikasi DNA dalam sel seks yg
diikuti oleh pembelahan 2 sel –> terbentuk 4 sel anak yg masing-masing hanya
memilki 1 pasang kromosom.


·
Selama fertilisasi informasi genetik
yang terkandung dalam telur akan manyatu dengan kromosom
·


·
·


·
·


·
·


·
dalam
sperma.

Sel-sel khusus
·
Sel Tidak Berinti, contohnya
trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). Di dalam sel darah merah, terdapat
Haemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel).
·
Sel Berinti Banyak, contohnya Paramecium
sp dan sel otot
·
Sel hewan berklorofil, contohnya Euglena sp. Euglena sp
adalah hewan uniseluler berklorofil.
·
Sel pendukung, contohnya adalah sel
xilem. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai
"tulang" dan saluran air. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses
transpirasi pada tumbuhan.
Cell
Junctions
The plasma membranes of adjacent cells are usually
separated by extracellular fluids that allow transport of nutrients and wastes
to and from the bloodstream. In certain tissues, however, the membranes of
adjacent cells may join and form a junction. Three kinds of cell junctions are
recognized, as follows :

|
·
Desmosomes are
protein attachments between adjacent cells. Inside the plasma membrane
·
Tight junctions are
tightly stitched seams between cells. The junction completely encircles each
cell, preventing the movement of material between the cell. Tight junctions are
characteristic of cells lining the digestive tract, where materials are
required to pass through cells (rather than intercellular spaces) to penetrate
the bloodstream.
·
Gap
junctions are narrow tunnels between cells that consist of proteins
called connexons. The proteins allow only the passage of ions and small
molecules. In this manner, gap junctions allow communication between cells
through the exchange of materials or the transmission of electrical impulses.
Latihan Soal
Sejarah,
Teori, Struktur
dan Fungsi Sel
A.
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !
1.
Sel merupakan kesatuan struktural
dari mahluk hidup. Teori ini ditemukan oleh ….
a. Rudolf Vircow
b. Schleiden dan Schwann
c. Rene Deutrochet
d. Robert Hooke
a. Rudolf Vircow
b. Schleiden dan Schwann
c. Rene Deutrochet
d. Robert Hooke
2.
Organel yang berfungsi aktif
pada pembelahan sel dan hanya terdapat pada sel hewan saja adalah ….
a. kromosom c. sentrosom
b. ribosom d. lisosom
a. kromosom c. sentrosom
b. ribosom d. lisosom
3.
Organle sel yang aktif dalam
sintesis karbohidrat dan hanya ditemukan dalam sel tumbuhan adalah ….
a. mitokondria c. plastida
b. lisosom d. kloroplas
a. mitokondria c. plastida
b. lisosom d. kloroplas
4.
Grana dari kloroplas dan Krista
dari mitokondria mempunyai persamaan fungsi, yaitu untuk ….
a. memperluas bidang tempat terjadinya reaksi kimia dalam sel
b. memperbesar tekanan osmosis
c. menstimulasi reproduksi sel
d. mengontrol metabolisme sel
a. memperluas bidang tempat terjadinya reaksi kimia dalam sel
b. memperbesar tekanan osmosis
c. menstimulasi reproduksi sel
d. mengontrol metabolisme sel
5.
Organ tubuh yang banyak
mengandung peroksisom adalah ….
a. hepar c. otak
b. paru-paru d. jantung
a. hepar c. otak
b. paru-paru d. jantung
6.
Organel berupa saluran halus
dalam sitoplasma yang berbatasan dengan sistem membran dan erat kaitannya
dengan sistem angkutan pada sintesis protein adalah ….
a. ribosom
b. retikulum endoplasma
a. ribosom
b. retikulum endoplasma
c. badan golgi
d. plasmodesmata
7.
Dalam sel kelenjar, organel
yang berhubungan dengan sekresi atau penggetahan adalah:
a. lisosom c. mitokondria
b. badan golgi d. RE
a. lisosom c. mitokondria
b. badan golgi d. RE
8.
Perhatikan gambar sel berikut
ini, yang merupakan penghasil energi adalah ….
a. 1 b. 2
c. 3 d.
4
9.
Hampir semua sel eukariotik
memiliki mikrotubulus yang berupa tabung-tabung halus dari protein. Organel sel
tersebut berkaitan erat dalam pembentukan ….
a. kolkisin, tubulin, dan karbohidrat
b. karbohidrat, silia dan sentriol
c. kerangka sel, sentriol dan flagel
d. kerangka sel, silia, lemak
a. kolkisin, tubulin, dan karbohidrat
b. karbohidrat, silia dan sentriol
c. kerangka sel, sentriol dan flagel
d. kerangka sel, silia, lemak
10. Sel
fagosit berperan penting dalam memangsa benda asing yang masuk ke dalam tubuh,
sehingga organel yang paling banyak di dalam sel ini adalah….
a. badan golgi
b. retikulum endoplasma
a. badan golgi
b. retikulum endoplasma
c. mitokondria
d. lisosom
11. Plasmodesma
merupakan bagian protoplasma yang terdapat di bagian ….
a. dinding sel c. noktah
b. plasma sel d. vakuola
a. dinding sel c. noktah
b. plasma sel d. vakuola
12. Protoplasma
memiliki sifat tidak cair dan tidak padat koloid, manakah yang benar ?
a. bila
protoplasma hipotonis, koloid cenderung fase gel
b. bila
protoplasma isotonis, koloid cenderung fase sol
c. bila
protoplasma isotonis, koloid cenderung fase gel
d. bila
protoplasma hipertonis, koloid cenderung fase gel
13. Berikut
ini adalah ciri khas sel eukariotik, kecuali …
a.
Memiliki membran inti
b.
Materi genetik terdapat dalam inti
c.
Mempunyai sistem membran dalam
d.
Materi genetik berbentuk sirkuler
14. Bakteri
digolongkan dalam organisme prokariotik karena ….
a. tidak memiliki membran plasma
b. tidak memiliki sistem endomembran dan membran nukleus
c. tidak memiliki mitokondria
d. tidak memiliki membran plasma dan membran nukleus
a. tidak memiliki membran plasma
b. tidak memiliki sistem endomembran dan membran nukleus
c. tidak memiliki mitokondria
d. tidak memiliki membran plasma dan membran nukleus
15. Berikut
adalah organel sel kecuali ….
a. membrann plasma c. ribosom
b. mesosom d. mitokondria
a. membrann plasma c. ribosom
b. mesosom d. mitokondria
16. Pasangan
yang menunjukkan ciri khas sel tumbuhan adalah ….
a. dinding sel dan kloroplas
b. membran plasma dan nukleus
c. mitokondria dan lisosom
d. vakuola dan nukleus
a. dinding sel dan kloroplas
b. membran plasma dan nukleus
c. mitokondria dan lisosom
d. vakuola dan nukleus
17. Berikut
yang bukan merupakan fungsi RE, adalah ….
a. detoksifikasi
b. tempat melekatnya ribosom
c. sintesis lemak
d. transportasi materi di dalam sel
a. detoksifikasi
b. tempat melekatnya ribosom
c. sintesis lemak
d. transportasi materi di dalam sel
18. Berikut
termasuk organel ekskresi adalah ….
a. lisosom c. kompleks golgi
b. mitokondria d. RE
a. lisosom c. kompleks golgi
b. mitokondria d. RE
19. Peristiwa
terlepasnya membran plasma dari dinding sel disebut ….
a. difusi c. plasmolisis
b. krenasi d. lisis
a. difusi c. plasmolisis
b. krenasi d. lisis
20. Organel
sel yang berperan mengarahkan kromosom ke kutub pada saat pembelahan sel adalah
….
a. nukleus c. sentriol
b. nukleolus d. mitokondria
a. nukleus c. sentriol
b. nukleolus d. mitokondria
B. Jodohkan
pasangan berikut sehingga benar !
|
1.
membran sel
|
a.
respirasi
|
|
2.
nukleus
|
b.
transportasi
|
|
3.
retikulum endoplasma
|
c.
reproduksi
|
|
4.
mitokondria
|
d.
ekskresi
|
|
5.
badan golgi
|
e.
regulasi
|
C. Isilah
Kolom Berikut Dengan Jawaban Mendatar dan Menurun!
Pertanyaan Mendatar:
2).
Berfungsi mencerna makromolekul dalam sel
5). Jenis plastida yang menyebabkan warna biru
9). Dihasilkan oleh mitokondria
10). Perlekukan pada membran dalam mitokondria
5). Jenis plastida yang menyebabkan warna biru
9). Dihasilkan oleh mitokondria
10). Perlekukan pada membran dalam mitokondria
Menurun:
1). Nama
belakang ilmuwan yang menemukan bahwa sel adalah ruangan kosong
3). Berukuran besar pada sel tumbuhan dan kecil atau sama sekali tidak ada pada sel hewan
4). Salah satu penyusun membran sel
6). Berkaitan dengan dengan fungsi ribosom
7). Pengatur aktivitas sel
8). Pembelahan yang terjadi pada sel eukariotik
3). Berukuran besar pada sel tumbuhan dan kecil atau sama sekali tidak ada pada sel hewan
4). Salah satu penyusun membran sel
6). Berkaitan dengan dengan fungsi ribosom
7). Pengatur aktivitas sel
8). Pembelahan yang terjadi pada sel eukariotik
SOAL
BAKTERI
Pilihlah
satu jawaban yang paling tepat!
1. Semua organisme yang termasuk dalam kingdom monera memiliki
ciri ...
a. Berkoloni c. prokariot
b. Autotrof d. heterotrof
a. Berkoloni c. prokariot
b. Autotrof d. heterotrof
2. Suatu makluk hidup bersel tunggal, tidak berklorofil, dapat
membuat makanan sendiri dan bila lingkungan tidak sesuai dapat membuat endospora.
Didasarkan atas sifat tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa makhluk
hidup tadi adalah ...
a. Virus c. alga biru
b. Bakteri d. protozoa
a. Virus c. alga biru
b. Bakteri d. protozoa
3. Perhatikan bentuk bakteri dibawah ini!

Nama bentuk koloni bakteri di atas adalah ...
a. monobacil c. diplobasil
b. diplococcus d. streptobasil

Nama bentuk koloni bakteri di atas adalah ...
a. monobacil c. diplobasil
b. diplococcus d. streptobasil
4. Manakah dari pasangan yang benar antara bentuk bakteri
dengan nama koloninya ….
|
|
Bentuk
Bakteri
|
Nama
koloninya
|
|
A
|
![]() |
Streptococcus
|
|
B
|
![]() |
staphylococcus
|
|
C
|
![]() |
Monobacil
|
|
D
|
![]() |
Diplobacil
|
5. Diplococus
pneumonia adalah penyebab penyakit pneumonia
(paru-paru) pada manusia. Dari namanya dapat dipastikan bakteri tersebut
berbentuk...
a. monobacil c. diplobasil
b. diplococcus d. streptobasil
a. monobacil c. diplobasil
b. diplococcus d. streptobasil
6. Dinding sel bakteri memiliki struktur yang disebut ...
a. selubung lendir c. lipoprotein
b. kapsid d. peptidoglikan
a. selubung lendir c. lipoprotein
b. kapsid d. peptidoglikan
7. Bakteri yang memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal pada
dinding selnya disebut ...
a. Gram positip c. autotrof
b. Gram negatif d. patogen.
a. Gram positip c. autotrof
b. Gram negatif d. patogen.
8. Selubung lendir yang melapisi bagian luar dari dinding sel,
dimanfaatkan bakteri untuk ....
a. berkembang biak
b. melekatkan diri pada inangnya
c. menyebabkan penyakit
d. Membusukkan makanan
a. berkembang biak
b. melekatkan diri pada inangnya
c. menyebabkan penyakit
d. Membusukkan makanan
9. Pernyataan di bawah
ini yang tidak termasuk struktur dasar bakteri adalah ….
a. DNA c.Fagel
a. DNA c.Fagel
b. Sitoplasma d. Dinding sel
10. Perhatikan gambar dibawah ini!

Fungsi label U adalah ...
a. sebagai alat reproduksi sexual
b. sebagai pertahanan diri dalam lingkungan yang buruk
c. sebagai alat gerak
d. sebagai alat untuk melekat pada inangnya
a. sebagai alat reproduksi sexual
b. sebagai pertahanan diri dalam lingkungan yang buruk
c. sebagai alat gerak
d. sebagai alat untuk melekat pada inangnya
11. Bakteri yang hidup dengan cara memanfaatkan sisa-sisa
produk buangan organisme disebut ...
a. Heterotrof c. saprofit
b. Autotrof d. aerob
a. Heterotrof c. saprofit
b. Autotrof d. aerob
12. Kelompok bakteri yang tidak memiliki lapisan peptidoglikan, dapat hidup pada tempat
yang terlalu ekstrim, dan memiliki lipopolisakarida pada dinding selnya
termasuk dalam kelompok ...
a. Archaebacteria c. Eubacteria
b. Prokariota d. Monera
a. Archaebacteria c. Eubacteria
b. Prokariota d. Monera
13. Bakteri halofil merupakan bakteri yang dapat hidup pada
lingkungan ekstrin yang sangat ...
a. panas c. asam
b. Dingin d. manis
a. panas c. asam
b. Dingin d. manis
14. Untuk memperbanyak diri bakteri melakukan reproduksi dengan
cara ...
a. pembelahan biner c. konjugasi
b. transformasi d. replikasi
a. pembelahan biner c. konjugasi
b. transformasi d. replikasi
15. Perkembangbiakan bakteri secara konjugasi dilakukan dengan
tujuan ...
a. memperbanyak diri
b. melestarikan jenisnya
c. membentuk variasi genetik
d. Memecah diri
a. memperbanyak diri
b. melestarikan jenisnya
c. membentuk variasi genetik
d. Memecah diri
16. Bakteri yang menyebabkan penyakit raja singa (Gonorrhoe)
adalah ...
a. Neischeria gonorrhoe
b. Treponema palidum
c. Bacilus antrachis
d. Vibrio cholerae
a. Neischeria gonorrhoe
b. Treponema palidum
c. Bacilus antrachis
d. Vibrio cholerae
17. Bakteri yang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan yogurth
adalah ...
a. Lactobacillus bulgaris
b. Rhyzobium leguminosorum
c. Pseudomonas solancearum
d. Nitrosomonas sp
a. Lactobacillus bulgaris
b. Rhyzobium leguminosorum
c. Pseudomonas solancearum
d. Nitrosomonas sp
18. Untuk mengatasi serangan bakteri yang merugikan pada bahan
makanan ikan dapat dilakukan dengan cara ...
a. pasterurilisasi c. sterilisasi
b. pengasinan d. pengapuran
a. pasterurilisasi c. sterilisasi
b. pengasinan d. pengapuran
19. Untuk menghindari penyakit TBC / Tuberculosis dilakukan dengan pemberian vaksin ..
a. BCG c. Vaksin kolera
b. Vaksin tifus d. Vaksin tifus
a. BCG c. Vaksin kolera
b. Vaksin tifus d. Vaksin tifus
20. Kelompok penyakit dibawah ini disebabkan yang disebabkan
oleh bakteri adalah ..
a. Influenza, cacar, rabies
b. Gonorhoe, TBC, sifilis
c. Trachoma, cacar, rabies
d. Kolera, sifilis, TBC
a. Influenza, cacar, rabies
b. Gonorhoe, TBC, sifilis
c. Trachoma, cacar, rabies
d. Kolera, sifilis, TBC
SOAL KONSEP HIDUP
DAN BIOLOGI SEL
1.
Ilmu
pengetahuan tentang kehidupan pada dasarnya menggunakan pengertian Biologi,
yang paling tepat dijabarkan sebagai berikut ….
A. Biologi adalah ilmu
yang menjelaskan arti keseimbangan alam
B. Biologi adalah ilmu yang
mempelajari hubungan antara produsen dan konsumen
C. Biologi adalah ilmu yang
mempelajari semua mahluk yang hidup dimasa kini
dan masa lampau
D. Biologi adalah ilmu yang
mempelajari semua mahluk hidup ini
2.
Ilmu
yang mempelajari perkembangan organisme sejak dari sel telur yang telah
dibuahi sampai menjadi individu lengkap disebut . . .
A. ginekologi
C. embriologi
B. kebidanan
D. reproduksi
3.
Pemeliharaan
kebersihan pribadi dan pengelolaan kesehatan lingkungan terinci secara ilmiah
dalam mata pelajaran . . .
A.
higiene D. bakteriologi
B.
ekologi E. patologi
C. sanitasi
4.
Penyakit
kusta, sudah lama diketahui penyebab dan cara penyembuhannya, berkat
perkembangan pesat penelitian di bidang . . .
A.
virologi
C.
bakteriologi
B.
parasitologi
D. farmakologi
5.
Adanya
mikroorganisme pada rendaman jerami yang teramati dengan mikroskop buatan
Antonie Van Leeuwenhoek pada akhir abad ke XIV ditafsirkan sebagai gejala ….
A. biogenesis
C. antibiosis
B. metagenesis
D. abiogenesis
6.
Eksperimen
Pasteur dikembangkan untuk memperbaiki eksperimen Spalanzani yang rangkaian
percobaannya tidak memungkinkan masuknya elemen vital (gaya hidup) untuk
mendorong . . .
A. generatio spontanae C. adaptasi
B.
regulasi
D. reproduksi
7.
Dengan
peralatannya Stanley Miller berhasil mereaksikan gas-gas dan menghasilkan asam
amino. Sebagai sumber karbon, dipergunakan gas ….
A. CO2
C. CH3
B.
CO
D. CH4
8.
Beberapa
sistem yang mengatur keseimbangan dan keserasian proses-proses yang berlangsung
di dalam tubuh mahluk hidup merupakan manifestasi fungsi ….
A.
nutrisi C. transportasi
B.
regulasi D. ekskresi
9.
Dalam
tubuh mahluk hidup reaksi-reaksi kimia metabolisme dapat berlangsung pada suhu
antara 0 – 40 oC, karena reaksi-reaksi itu mendapatkan
bantuan ….
A.
energi
C. enzim
B. oksigen
D. hormon
10. Enzim adalah suatu bahan yang
dapat mempercepat terjadinya reaksi di dalam tubuh organisme. Salah satu sifat
enzim adalah ….
A. bekerja sangat spesifik
B. dapat menghasilkan energi
C. mempunyai kemampuan
memperbanyak diri
D. hanya dapat bekerja dengan
adanya ATP
11. Komponen terbesar penyusun
protoplasma adalah...
A.
garam
C. air
B.
asam
D. gula
12. Komponen zat yang penting untuk
membentuk substansi dasar protoplasma adalah . . .
A.
metana
C. karbon
B. asam
amino D. atom hidrogen
13. Unsur berikut yang tergolong
dalam unsur makro dari tumbuhan yaitu ….
A. S, P, Ca,
Cl C. Na, Al, C, O
B. C, S, N,
H D.
Ca, H, CO, Mo
14. Gerakan molekul-molekul yang
bebas dan acak dalam protoplasma dan yang meningkat gerakannya dengan
meningkatnya suhu protoplasma adalah ….
A. Gerak
Rotasi C. Gerak
Amuboid
B. Gerak Tyndall D. Gerak Brown
15. Percobaan untuk membuktikan
bahwa mahluk hidup berasal dari kehidupan yang sudah ada, merupakan usaha
menentang teori generatio spontanae.
Usaha percobaan lain dilakukan oleh …
1. Lazzaro
Spallanzani
2. Jhon Nedham
3. Fransesco Redi
4. Aristoteles
16. Persamaan antara percobaan
Spallanzani dengan percobaan Louis Pasteur adalah bahwa kedua percobaan itu
adalah . . .
1. bertujuan membuktikan
ketidakbenaran teori abiogenesis
2. menggunakan metoda ilmiah
3. menggunakan kaldu
4. mencapai hasil yang sama
17. Beberapa ciri yang membedakan
mahluk hidup dan benda tak hidup antara lain ….
1. transfortasi
3. regulasi
2.
sintesis
4. Reproduksi
18. Di bawah ini merupakan sifat
fisika protoplasma adalah ….
1. sifat cairan sel
2. Premeabilitasi membran
3. Transformasi zat
4. Tersusun oleh bahan
anorganik dan organik
19. Sel hewan yang dimasukkan pada
larutan yang hipertonis akan mengalami ….
1. mengalami haemolisis
2. turgor naik
3. nilai osmosis turun
4. mengalami krenasi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar