Selasa, 30 Oktober 2012


JARINGAN


Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Ada empat macam jaringan pada hewan vertebrata, yaitu jaringan epitel, jaringan penyokong, jaringan otot, dan jaringan saraf.
I.         Jaringan epitel. Jaringan epitel merupakan jaringan yang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik di sebelah luar maupun dalam. Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan ektoderm. Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang membatasi rongga dalam disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga disebut mesoderm.

Fungsi jaringan epitel :
1. Sebagai pelindung atau proteksi jaringan yang berada di sebelah dalamnya
2. Sebagai kelenjar, yaitu cairan yang menghasilkan getah. Kelenjar merupakan lekukan dari jaringan epitel dimana pada dindingnya terdapat sel kelenjar. Sel kelenjar adalah sel yang mengambil bahan baku dari darah lalu dibuat menjadi sesuatu. Kelenjar Ekskresi bila zat yang dikeluarkannya untuk dibuang, contohnya urine. Kelenjar sekresi jika zat yang dikeluarkannya untuk digunakan kembali, contohnya enzim-enzim. Kelenjar endokrin bila zat yang dikeluarkan (hormone) langsung ke dalam darah.
3. Sebagai penerima rangsang atau reseptor, disebut epitel sensori atau neuroepitelium. Epitel sensori kebanyakan berada di alat indra.
4. Sebagai pintu gerbang lalu lintas zat, berfungsi melakukan penyerapan zat ke dalam tubuh dan mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Contohnya pada alveolus paru-paru, jonjot usus, dan nefron ginjal

Jenis-jenis jaringan epitel
Jaringan epitel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epitel simpleks (terdiri dari satu lapis sel) dan epite kompleks (tersusun atas beberapa lapisan sel).

1. Epitel simpleks
- Epitel pipih selapis.
Ciri-cirinya, sitoplasma jernih, inti sel bulat terletak di tengah. Epitel ini terletak di pleura, alveolus paru-paru, kapsula bowman pada ginjal, lapisan dalam pembuluh darah dan limfa, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga, sel ekskresi kecil dari kebanyakan kelenjar. Adapun fungsi epitel ini antara lain
a.    Pelapis bagian dalam rongga dan saluran (endothelium)
b.    Tempat difusi zat
c.    Tempat infiltrasi zat
d.   Tempat osmosis zat

- Epitel kubus selapis
Sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir. Inti sel bulat besar di tengah. Terletak di kelenjar keringat dan kelenjar air liur, retina mata, permukaan ovarium, dan saluran nefron ginjal.
Fungsinya :
a.    Lapisan pelindung atau proteksi
b.    penyerapan zat (absorbsi)
c.    Penghasil mucus (lendir) / sekresi

- Epitel silindris selapis
Epitel ini memiliki bentuk silinder (tabung), sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir. Epitel ini memiliki nucleus berbentuk bulat terletak di dekat dasar. Terdapat pada dinding dalam lambung, usus, kandung kencing, kantong empedu, saluran rahim, rahim, saluran pernafasan bagian atas, saluran pencernaan.
Fungsinya :
a. Lapisan pelindung (proteksi)
b. tempat penyerapan zat ( absorbsi)
c. Tempat difusi dan absorbsi zat
d. Melicinkan

- Epitel silindris selapis bersilia
Epitel ini berbentuk seperti epitel silindris berlapis, hanya saja memiliki bulu-bulu getar atau silia. Epitel ini dapat ditemukan di dinding dalam rongga hidung, saluran trakea, bronkus, dan dinding dalam saluran oviduct.
Fungsinya :
a. Penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk
b. Dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk/ atau melekat pada mucus

- Epitel silindris semu berlapis (Epitel silindris bersilia)
Epitel ini terdiri atas sel-sel epitelium batang yang berekatan satu sama lain dan tidak semua selnya mencapai permukaan sehingga menyerupai epitelium berlapis. Terletak pada rongga hidung dan trakea.
Fungsinya :
a. proteksi
b. sekresi
c. Gerakan zat melalui permukaan

2. Epitel kompleks
Epitel kompleks tersusun oleh beberapa lapisan sel. Lapisan sel terbawah yang selalu membelah diri untuk mengganti sel-sel permukan yang rusak, disebut lapisan germinatif. Beberapa jaringan yang termasuk epitel kompleks adalah :
- Epitel pipih berlapis
Letaknya pada kulit (dengan zat tanduk), epidermis, rongga mulut, esofagus, laring, vagina, saluran anus, rongga hidung. Berfungsi sebagai :
a. Lapisan pelindung terhadap pengaruh luar
b. Lapisan pelindung saluran dalam
c. Penghasil mucus

- Epitel kubus berlapis
Terletak di kelenjar keringat, kelenjar minyak, ovarium di masa pertumbuhan, buah zakar. Fungsinya :
a. lapisan pelindung
b. penghasil mucus
- Epitel silindris berlapis
Terletak pada lapisan konjunctiva (lapisan yang selalu basah karena lendir) misalnya pada bagian mata yang berwarna putih, dinding dalam kelopak mata, laring, faring, uretra. Berfungsi sebagai :
a. proteksi
b. Penghasil mucus
c. Gerakan zat lewati permukaan
d. Saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu

- Epitel transisional
Terletak pada kandung kencing, ureter, pelvis ginjal. Berfungsi menahan regangan dan tekanan.

- Epitel kelenjar eksokrin
Terletak pada kelenjar minyak, kelenjar keringat, kelenjar saliva. Berfungsi menghasilkan mucus

- Epitel kelenjar endokrin
Terletak pada otak, daerah leher, anak ginjal, pankreas, kelamin. Berfungsi menghasilkan hormone.

http://asweknowit.net/images_edu/DWA5%20epithelium.gif
II.            Jaringan Pengikat
Karakteristik Umum
1.    Mengikat jaringan penghubung, dukungan, melindungi, berfungsi sebagai kerangka kerja, mengisi ruang, menyimpan lemak, menghasilkan sel-sel darah, melindungi terhadap infeksi, dan perbaikan kerusakan jaringan.
2.    Tidak seperti jaringan epitel, jaringan ikat telah berlimpah matriks, atau bahan interselular, selama, dan memiliki persediaan darah yang baik (kecuali tulang rawan).

A.  Darah
Terdiri dari dua komponen:
1.    Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah Eritrosit, Lekosit, Trombosit.
2.    Plasma Darah adalah cairan darah.

Fungsi Darah
- Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
- Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
- Imunologi (mengandung antibodi tubuh)
- Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)

Tempat Pembentukan Darah
Darah dibentuk pada sumsum tulang



-       Eritrosit (Sel Darah Merah)
Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen. Kadar Hb inilah yang dijadikan patokan dalam menentukan penyakit Anemia. Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu).

-       Lekosit (Sel Darah Putih)
Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 – 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi, misalnya radang paru-paru.
Lekopeni  : Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah.
Lekositosis  :   Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah).
Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis. Gerakan lekosit mirip dengan amoeba à Gerak Amuboid.

Jenis Lekosit
-   Granulosit, Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula).
Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.
·         Eosinofil,    mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing).
·         Basofil,  granula berwarna biru (Warna Basa). Berfungsi pada reaksi alergi.
·         Netrofil, ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen. Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear). Berfungsi sebagai fagosit.

-   Agranulosit, Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit.
·         Limfosit, ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B. Keduanya berfungsi untuk imunitas (kekebalan) tubuh.
o  sel T, imunitas seluler
o  sel B, imunitas humoral
·         Monosit,  merupakan lekosit dengan ukuran paling besar
neutrophils
  10-14 micrometers
http://www.mhhe.com/biosci/ap/histology_mh/size.gif
lymphocytes
  8-12 micrometers
monocytes
  12-18 micrometers
eosinophils
  10-14 micrometers
basophils
  8-14 micrometers









neutrophils http://www.mhhe.com/biosci/ap/histology_mh/polym.gif
basophils or eosinophils http://www.mhhe.com/biosci/ap/histology_mh/bilobed.gif
http://www.mhhe.com/biosci/ap/histology_mh/monocyte.gif monocytes
http://www.mhhe.com/biosci/ap/histology_mh/roundn.gif lymphocytes


Trombosit (keping darah)
Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor). Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili.


B. Jaringan Ikat Longgar  (Loose Connective Tissue)

http://www.mhhe.com/biosci/ap/histology_mh/ctproper.gif

If fibers are smaller and arranged in loose, random arrays as in the diagram shown above, you have a connective tissue proper classified as a loose connective tissue type.  There are three loose types!
  1. loose connective or areolar tissue
  2. fat or adipose tissue
  3. reticular connective tissue
As the name implies, loose connective tissue consists of a loosely woven mix of fibers, cells, and ground substance.  Areolar, a more technical name used for this tissue type means "spaces".  Loose connective tissue therefore possesses randomly arranged protein fibers with abundant intercellular spaces.  Scattered within the spaces are 7 cell types worth mentioning for their physiological roles:
http://www.mhhe.com/biosci/ap/histology_mh/loosect.gif


Jaringan adiposa
1. Adiposa adalah jaringan ikat longgar yang dirancang untuk menyimpan lemak.
2. Hal ini dapat ditemukan di bawah kulit, di sekitar sendi, padding ginjal dan organ internal lainnya, dan dalam selaput perut tertentu.

Jaringan ikat padat
1. Jaringan ini terdiri dari serat collagenous padat dan sangat kuat tetapi tidak memiliki suplai darah yang baik.
2. Hal ini ditemukan sebagai bagian dari tendon dan ligamen.

  1. Berdasarkan jaringan penyusun dan sifat-sifat fisiknya tulang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
a. Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan adalah tulang yang tidak mengandung pembuluh darah dan saraf kecuali lapisan luarnya (perikondrium). Tulang rawan memiliki sifat lentur karena tulang rawan tersusun atas zat interseluler yang berbentuk jelly yaitu condroithin sulfat yang didalamnya terdapat serabut kolagen dan elastin. Maka dari itu tulang rawan bersifat lentur dan lebih kuat dibandingkan dengan jaringan ikat biasa. Pada zat interseluler tersebut juga terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna yang berisi sel tulang rawan yaitu chondrosit.

Tulang rawan terdiri dari tiga tipe yaitu:
a.1. Tulang rawan hialin; tulang yang berwarna putih sedikit kebiru-biruan, mengandung serat-serat kolagen dan chondrosit. Tulang rawan hialin dapat kita temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk bagian depan, cuping hidung dan rangka janin.

hyaline_cart.jpg
Gambar stuktur tulang rawan hialin

a.2. Tulang rawan elastis; tulang yang mengandung serabut-serabut elastis. Tulang rawan elastis dapat kita temukan pada daun telinga, tuba eustachii (pada telinga) dan laring.
bone14.gif
Gambar struktur tulang rawan elastis

a.3.Tulang rawan fibrosa; tulang yang mengandung banyak sekali bundel-bundel serat kolagen sehingga tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang ini dapat kita temukan pada discus diantara tulang vertebrae dan pada simfisis pubis diantara 2 tulang pubis.
fic22he.jpg
Gambar struktur tulang rawan elastis

Pada orang dewasa tulang rawan jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan anak-anak. Pada orang dewasa tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu cuping hidung, cuping telinga, antar tulang rusuk (costal cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antarruas tulang belakang dan pada cakra epifisis.


2). Tulang Keras (Osteon)
14-compact-bone-osteons.jpgTulang keras atau yang sering kita sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Tulang tersusun atas:
(a). Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang
(b). Osteosit: sel-sel tulang dewasa
(c). Osteoklas : sel-sel penghancur tulang

Foto struktur bagian dalam tulang


Berdasarkan matriksnya tulang dibedakan menjadi 2, yaitu:
1)      Tulang Kompak
Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf.
Disekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur. Pada lamela terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers. Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit. Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers.
Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.

transverse_section_of_bone.png
2)      Tulang Spons








Kegiatan Individu
Lengkapi tabel tentang macam-macam jaringan pengikat, struktur, dan fungsinya berikut ini!
No.
Nama Jaringan Pengikat
Jenis Serabut
Ciri Matriks dan Sel
Fungsi
1.
Jaringan ikat longgar



2.
Jaringan ikat padat



3.
Jaringan ikat lemak



4.
Jaringan tulang rawan



a.
Tulang rawan hialin



b.
Tulang rawan elastis



c.
Tulang rawan fibrosa



5.
Jaringan tulang



6.
Jaring darah





Jaringan otot:
A. Karakteristik Umum
1. Sel-sel otot, atau serat, bisa kontraksi dan terdiri dari tiga jenis utama.

III.            Jaringan Otot

A. Jaringan otot rangka 
1. Kerangka otot terikat pada tulang dan dapat dikendalikan oleh upaya sadar (sukarela).
2. Sel (serat otot) dan silinder panjang, lurik, memiliki banyak inti dan kontrak dari impuls saraf.

B. Jaringan otot polos
1. Kekurangan jaringan otot polos striations, adalah berinti satu, dan terdiri dari sel-sel berbentuk gelendong.
2. Otot tak sadar ini ditemukan pada dinding organ internal, dan dalam saluran pencernaan, pembuluh darah, dan kandung kemih.

C. jaringan sel otot jantung
1. Jaringan otot jantung ditemukan hanya dalam jantung dan cabang terdiri dari serat yang saling terhubung satu sama lain dengan interkalat disk.
2. Otot tak sadar ini memiliki satu nukleus pada setiap sel, tetapi muncul lurik.


Modes of Secretion
Secretory cells of exocrine glands release their products into ducts in three different ways.  The mode of secretion can be classified as merocrine, apocrine, or holocrine.
Cells that secrete products via the merocrine method form membrane-bound secretory vesicles internal to the cell.  These are moved to the apical surface where the vesicles coalesce with the membrane on the apical surface to release the product. Most glands release their products in way.

Kegiatan Individu
Lengkapilah tabel macam-macam otot dan ciri-cirinya berikut ini!
No.
Jenis Otot
Bentuk Sel
Jumlah dan Letak inti sel
Cara Kerja
Letak Otot
1.
Otot Polos




2.
Otot Lurik




3.
Otot Jantung





IV.            Jaringan Saraf

1. Jaringan saraf ditemukan di otak, urat saraf tulang belakang, dan saraf.
2. Neuron, atau sel-sel saraf, impuls saraf melakukan sementara sel penolong, atau neuroglia, dukungan dan memupuk neuron.


Jaringan pada tumbuhan

Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda. Jenis-jenis jaringan pada tumbuhan antara lain: Jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan klorenkim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, jaringan xylem,dan jaringan floem.

a. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah (mitosis) serta belum berdifferensiasi. Ada beberapa macam jaringan meristem, antara lain :
- Titik tumbuh, terdapat pada ujung batang, meristem ini menyebabkan tumbuh memanjang atau disebut juga tumbuh primer. Terdapat dua teori yang menjelaskan pertumbuhan ini. Yang pertama adalah teori histogen dari Hanstein yang menyatakan titik tumbuh terdiri dari dermatogens yang menjadi epidermis, periblem yang menjadi korteks, dan plerom yang akan menjadi silinder pusat. Teori kedua adalah teori Tunica-Corpus dari Schmidt yang menyatakan bahwa titik tumbuh terdiri atas Tunica yang fungsinya memperluas titik tumbuh, serta Corpus yang berdifferensiasi menjadi jaringan-jaringan.
- Perisikel (perikambium) merupakan tempat tumbuhnya cabang-cabang akar. Letaknya antara korteks dan silinder pusat.
- Kambium fasikuler (kambium primer). Kambium ini terdapat di antara Xilem dan floem pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Khusus pada tumbuhan monokotil, kambium hanya terdapat pada batang tumbuhan Agave dan Pleomele. Kambium fasikuler kea rah dalam membentuk Xilem dank e arah luar membentuk floem, sementara ke samping membentuk jaringan meristematis yang berfungsi memperluas kambium. Pertumbuhan oleh kambium ini disebut pertumbuhan sekunder
- Kambium sekunder (kambium gabus/ kambium felogen), kambium ini terdapat padapermukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan sekunder. Kambium gabus kea rah luar membentu sel gabus pengganti epidermis dank e arah dalam membentuk sel feloderm hidup. Kambium inilah yang menyebabkan terjadinya lingkar tahun pada tumbuhan.
- Parenkim yang meristematis terdapat pada beberapa batang pohon palm raja.

b. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya berdinding selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Ciri-ciri khas jaringan ini adalah sel-selnya berukuran besar, berdinding tipis dan susunannya renggang sehingga banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar. Jaringan ini
terletak Pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah, serta di antara Xilem dan floem. Adapun fungsi jaringan parenkim antara lain :
- Sebagai pengisi tubuh
- Tempat menyimpan cadangan makanan
- Parenkim yang berklorofil berfungsi sebagai tempat fotosintesis
Jaringan ini dibagi dua, yang pertama adalah parenkim yang berada di daun, disebut mesofil. Mesofil yang berbentuk panjang disebut palisade, sedangkan yang berbentuk bulat disebut jaringan spons. Jenis jaringan parenkim yang kedua adalah jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun, disebut klorenkim.

Gambar  Sel parenkima (a) dan kolenkima (b).

c. jaringan epidermis

Jaringan epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh sebelah luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan epidermis umumnya tidak berklorofil, kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar stomata. Fungsi jaringan epidermis antara lain :
- Pelindung, tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda.
- Peresap air dan mineral pada akar yang muda. Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
- Untuk penguapan air yang berlebiha. Bisa melalui evaporasi atau gutasi
- Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus

Epidermis memiliki beberapa struktur khas sebagai berikut :
- Stomata (mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selai itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air

Gambar Stomata daun

- Trichoma, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar dari epidermis daun dan batang. Berfungsi untuk menahan penguapan air.
- Bulu-bulu akar, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan akar yang dapat diresapi oleh larutan garam-garam tanah.

d. Jaringan Kolenkim
jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya. Jaringan ini biasanya berkelompok membentu untaian atau silinder. Jaringan ini terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong dan memperkuat organ.

e. Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara xylem dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan buah berupa sklereida
Sklerenkim ada dua jenis, yaitu berbentuk fiber (serat) misalnya rami, dan slereida pada kulit kacang atau kulit biji. Fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung.

Gambar . Serat (a) dan sklereid (b) yang merupakan jaringan sklerenkima.

f. Jaringan Xilem

Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
- Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang
- Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing
- Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal

Gambar . Xilem (a) dan floem (b)

g. Jaringan Floem

Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
- Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
- Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat
- Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal
- Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal.
Cross-section of a dicot root. Note the X-shaped xylem (in the lower left corner of the picture) of the root of Ranunculus (dicot). The above image (left) is cropped from



KENAPA HANYA TUMBUHAN DIKOTIL YANG BISA DICANGKOK ?

Dalam kenyataannya, hanya tumbuhan dikotil saja yang dapat dicangkok. Kenapa? Alangkah baiknya kita meninjau struktur batangnya.
Struktur batang tumbuhan dikotil dan monokotil berbeda, adapun perbedaannya antara lain :
1. Berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil teratur. Floem terletak di bagian luar pembuluh dan xylem terdapat di bagian dalam pembuluh, di antara dua bagian ini terdapat kambium yang meripakan jaringan meristematis sekunder. Sedangkan pada tumbuhan monokotil berkas pembuluhnya menyebar. Xylem dan floemnya berdekatan tapi menyebar di seluruh bagian.
2. Batang dikotil memiliki kambium untuk pertumbuhan sekunder (membesar / melebar) sedangkan tumbuhan monokotil tidak.

Dua hal di ataslah yang menyebabkan hanya tumbuhan dikotil yang bisa dicangkok. Mencangkok memerlukan sususnan batang yang teratur. Saat mencangkok jaringan floem dihilangkan agar zat makanan hasil fotosintesis terhenti di daerah pemotongan dan merangsang pertumbuhan akar. Selain itu juga dibutuhkan kambium yang merupakan jaringan meristematis untuk pertumbuhan sekunder.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar