JARINGAN
Jaringan
adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama. Ada empat macam jaringan pada hewan
vertebrata, yaitu jaringan epitel,
jaringan penyokong, jaringan otot, dan jaringan saraf.
I.
Jaringan epitel. Jaringan epitel merupakan jaringan
yang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik di sebelah luar maupun dalam.
Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan ektoderm. Jaringan epitel yang melapisi luar
tubuh disebut epidermis. Yang membatasi rongga dalam disebut endodermis,
sedangkan yang membatasi rongga disebut mesoderm.
Fungsi jaringan epitel :
1.
Sebagai pelindung atau proteksi jaringan yang berada di sebelah dalamnya
2.
Sebagai kelenjar, yaitu cairan yang menghasilkan getah. Kelenjar merupakan
lekukan dari jaringan epitel dimana pada dindingnya terdapat sel kelenjar. Sel
kelenjar adalah sel yang mengambil bahan baku dari darah lalu dibuat menjadi
sesuatu. Kelenjar Ekskresi bila zat yang dikeluarkannya untuk dibuang,
contohnya urine. Kelenjar sekresi jika zat yang dikeluarkannya untuk digunakan
kembali, contohnya enzim-enzim. Kelenjar endokrin bila zat yang dikeluarkan
(hormone) langsung ke dalam darah.
3.
Sebagai penerima rangsang atau reseptor, disebut epitel sensori atau
neuroepitelium. Epitel sensori kebanyakan berada di alat indra.
4.
Sebagai pintu gerbang lalu lintas zat, berfungsi melakukan penyerapan zat ke
dalam tubuh dan mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Contohnya pada alveolus
paru-paru, jonjot usus, dan nefron ginjal
Jenis-jenis jaringan epitel
Jaringan epitel dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu epitel simpleks (terdiri dari satu lapis sel) dan epite kompleks
(tersusun atas beberapa lapisan sel).

1. Epitel simpleks
-
Epitel pipih selapis.
Ciri-cirinya,
sitoplasma jernih, inti sel bulat terletak di tengah. Epitel ini terletak di
pleura, alveolus paru-paru, kapsula bowman pada ginjal, lapisan dalam pembuluh
darah dan limfa, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga, sel ekskresi
kecil dari kebanyakan kelenjar. Adapun fungsi epitel ini antara lain
a. Pelapis
bagian dalam rongga dan saluran (endothelium)
b. Tempat
difusi zat
c. Tempat
infiltrasi zat
d. Tempat
osmosis zat
-
Epitel kubus selapis
Sitoplasmanya
jernih atau berbutir-butir. Inti sel bulat besar di tengah. Terletak di
kelenjar keringat dan kelenjar air liur, retina mata, permukaan ovarium, dan
saluran nefron ginjal.
Fungsinya
:
a. Lapisan
pelindung atau proteksi
b. penyerapan
zat (absorbsi)
c. Penghasil
mucus (lendir) / sekresi
-
Epitel silindris selapis
Epitel
ini memiliki bentuk silinder (tabung), sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir.
Epitel ini memiliki nucleus berbentuk bulat terletak di dekat dasar. Terdapat
pada dinding dalam lambung, usus, kandung kencing, kantong empedu, saluran
rahim, rahim, saluran pernafasan bagian atas, saluran pencernaan.
Fungsinya
:
a.
Lapisan pelindung (proteksi)
b. tempat penyerapan zat ( absorbsi)
c. Tempat difusi dan absorbsi zat
d. Melicinkan
b. tempat penyerapan zat ( absorbsi)
c. Tempat difusi dan absorbsi zat
d. Melicinkan
-
Epitel silindris selapis bersilia
Epitel
ini berbentuk seperti epitel silindris berlapis, hanya saja memiliki bulu-bulu
getar atau silia. Epitel ini dapat ditemukan di dinding dalam rongga hidung,
saluran trakea, bronkus, dan dinding dalam saluran oviduct.
Fungsinya
:
a.
Penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk
b. Dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk/ atau melekat pada mucus
b. Dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk/ atau melekat pada mucus
-
Epitel silindris semu berlapis (Epitel silindris bersilia)
Epitel
ini terdiri atas sel-sel epitelium batang yang berekatan satu sama lain dan
tidak semua selnya mencapai permukaan sehingga menyerupai epitelium berlapis.
Terletak pada rongga hidung dan trakea.
Fungsinya :
a. proteksi
b. sekresi
c. Gerakan zat melalui permukaan
Fungsinya :
a. proteksi
b. sekresi
c. Gerakan zat melalui permukaan
2. Epitel kompleks
Epitel
kompleks tersusun oleh beberapa lapisan sel. Lapisan sel terbawah yang selalu
membelah diri untuk mengganti sel-sel permukan yang rusak, disebut lapisan
germinatif. Beberapa jaringan yang termasuk epitel kompleks adalah :
-
Epitel pipih berlapis
Letaknya
pada kulit (dengan zat tanduk), epidermis, rongga mulut, esofagus, laring,
vagina, saluran anus, rongga hidung. Berfungsi sebagai :
a. Lapisan pelindung terhadap pengaruh luar
b. Lapisan pelindung saluran dalam
c. Penghasil mucus
a. Lapisan pelindung terhadap pengaruh luar
b. Lapisan pelindung saluran dalam
c. Penghasil mucus
-
Epitel kubus berlapis
Terletak
di kelenjar keringat, kelenjar minyak, ovarium di masa pertumbuhan, buah zakar.
Fungsinya :
a. lapisan pelindung
b. penghasil mucus
a. lapisan pelindung
b. penghasil mucus
-
Epitel silindris berlapis
Terletak
pada lapisan konjunctiva (lapisan
yang selalu basah karena lendir) misalnya pada bagian mata yang berwarna putih,
dinding dalam kelopak mata, laring, faring, uretra. Berfungsi sebagai :
a. proteksi
b. Penghasil mucus
c. Gerakan zat lewati permukaan
d. Saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu
a. proteksi
b. Penghasil mucus
c. Gerakan zat lewati permukaan
d. Saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu
-
Epitel transisional
Terletak
pada kandung kencing, ureter, pelvis ginjal. Berfungsi menahan regangan dan
tekanan.
-
Epitel kelenjar eksokrin
Terletak
pada kelenjar minyak, kelenjar keringat, kelenjar saliva. Berfungsi
menghasilkan mucus
-
Epitel kelenjar endokrin
Terletak
pada otak, daerah leher, anak ginjal, pankreas, kelamin. Berfungsi menghasilkan
hormone.
II.
Jaringan
Pengikat
Karakteristik
Umum
1. Mengikat
jaringan penghubung, dukungan, melindungi, berfungsi sebagai kerangka kerja,
mengisi ruang, menyimpan lemak, menghasilkan sel-sel darah, melindungi terhadap
infeksi, dan perbaikan kerusakan jaringan.
2. Tidak
seperti jaringan epitel, jaringan ikat telah berlimpah matriks, atau bahan
interselular, selama, dan memiliki persediaan darah yang baik (kecuali tulang
rawan).
A.
Darah
Terdiri dari
dua komponen:
1. Korpuskuler
adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah Eritrosit, Lekosit, Trombosit.
2. Plasma Darah
adalah cairan darah.
Fungsi Darah
- Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
- Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
- Imunologi (mengandung antibodi tubuh)
- Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)
- Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air)
- Termoregulasi (pengatur suhu tubuh)
- Imunologi (mengandung antibodi tubuh)
- Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)
Tempat
Pembentukan Darah
Darah dibentuk pada sumsum tulang

-
Eritrosit (Sel Darah Merah)
Merupakan
bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc
darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, warna
merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen.
Kadar Hb inilah yang dijadikan patokan dalam menentukan penyakit Anemia. Eritrosit
berusia sekitar 120 hari. Sel
yang telah tua
dihancurkan di Limpa. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin
(pigmen empedu).
yang telah tua
dihancurkan di Limpa. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin
(pigmen empedu).
- Lekosit (Sel
Darah Putih)
Jumlah sel pada
orang dewasa berkisar antara 6000 – 9000 sel/cc darah. Fungsi utama dari sel
tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/benda asing yang masuk
ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda
asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya
infeksi, misalnya radang paru-paru.
Lekopeni : Berkurangnya
jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah.
Lekositosis : Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah).
Lekositosis : Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah).
Fungsi fagosit
sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar
pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah
(kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis. Gerakan lekosit
mirip dengan amoeba à Gerak Amuboid.
Jenis Lekosit
- Granulosit, Lekosit yang di
dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula).
Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.
Jenisnya adalah eosinofil, basofil dan netrofil.
·
Eosinofil,
mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi
pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing).
·
Basofil, granula berwarna biru (Warna Basa). Berfungsi
pada reaksi alergi.
·
Netrofil, ada dua jenis
sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen. Disebut juga sebagai sel-sel PMN
(Poly Morpho Nuclear). Berfungsi
sebagai fagosit.
- Agranulosit, Lekosit yang
sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit.
·
Limfosit, ada dua
jenis sel yaitu sel T dan sel B. Keduanya berfungsi untuk imunitas (kekebalan)
tubuh.
o
sel T, imunitas
seluler
o
sel B, imunitas
humoral
·
Monosit,
merupakan lekosit dengan ukuran paling besar
|
neutrophils
|
10-14 micrometers
|
![]() |
|
lymphocytes
|
8-12 micrometers
|
|
|
monocytes
|
12-18 micrometers
|
|
|
eosinophils
|
10-14 micrometers
|
|
|
basophils
|
8-14 micrometers
|
|
neutrophils
![]() |
basophils or eosinophils
![]() |
monocytes |
lymphocytes |
Trombosit (keping
darah)
Disebut pula
sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000
sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor
VIII (Anti Haemophilic Factor). Jika
seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka
orang tersebut menderita Hemofili.
B. Jaringan
Ikat Longgar (Loose
Connective Tissue)

If fibers are smaller and arranged
in loose, random arrays as in the diagram shown above, you have a connective
tissue proper classified as a loose connective tissue type. There
are three loose types!
- loose connective or areolar tissue
- fat or adipose tissue
- reticular connective tissue
As the name implies, loose
connective tissue consists of a loosely woven mix of fibers, cells, and ground
substance. Areolar, a more technical name used for this tissue type means
"spaces". Loose connective tissue therefore possesses randomly
arranged protein fibers with abundant intercellular spaces. Scattered
within the spaces are 7 cell types worth mentioning for their physiological
roles:

Jaringan adiposa
1.
Adiposa adalah jaringan ikat longgar yang dirancang untuk menyimpan lemak.
2.
Hal ini dapat ditemukan di bawah kulit, di sekitar sendi, padding ginjal dan
organ internal lainnya, dan dalam selaput perut tertentu.
Jaringan ikat padat
1.
Jaringan ini terdiri dari serat collagenous padat dan sangat kuat tetapi tidak
memiliki suplai darah yang baik.
2.
Hal ini ditemukan sebagai bagian dari tendon dan ligamen.
- Berdasarkan jaringan penyusun dan sifat-sifat fisiknya
tulang dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
a. Tulang Rawan (Kartilago)
Tulang rawan adalah tulang yang
tidak mengandung pembuluh darah dan saraf kecuali lapisan luarnya
(perikondrium). Tulang rawan memiliki sifat lentur karena tulang rawan tersusun
atas zat interseluler yang berbentuk jelly yaitu condroithin
sulfat yang didalamnya terdapat serabut kolagen dan elastin. Maka dari
itu tulang rawan bersifat lentur dan lebih kuat dibandingkan dengan jaringan
ikat biasa. Pada zat interseluler tersebut juga
terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna yang
berisi sel tulang rawan yaitu chondrosit.
Tulang
rawan terdiri dari tiga tipe yaitu:
a.1. Tulang rawan hialin; tulang yang berwarna putih sedikit
kebiru-biruan, mengandung serat-serat kolagen dan
chondrosit. Tulang rawan hialin dapat kita
temukan pada laring, trakea, bronkus, ujung-ujung tulang panjang, tulang rusuk
bagian depan, cuping hidung dan rangka janin.
Gambar stuktur tulang rawan hialin
a.2. Tulang rawan elastis; tulang yang mengandung serabut-serabut elastis. Tulang rawan elastis dapat
kita temukan pada daun telinga, tuba eustachii (pada telinga) dan laring.
Gambar struktur tulang rawan elastis
a.3.Tulang rawan fibrosa; tulang yang mengandung banyak
sekali bundel-bundel serat kolagen sehingga
tulang rawan fibrosa sangat kuat dan lebih kaku. Tulang ini dapat kita temukan
pada discus diantara tulang vertebrae dan pada simfisis pubis diantara 2 tulang
pubis.
Gambar struktur tulang rawan elastis
Pada orang dewasa tulang rawan
jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan anak-anak. Pada orang dewasa
tulang rawan hanya ditemukan beberapa tempat, yaitu cuping hidung, cuping
telinga, antar tulang rusuk (costal
cartilage) dan tulang dada, sendi-sendi tulang, antarruas tulang belakang
dan pada cakra epifisis.
2). Tulang Keras (Osteon)
Tulang keras atau yang sering kita
sebut sebagai tulang berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Tulang tersusun
atas:
(a). Osteoblas: sel pembentuk jaringan tulang
(b). Osteosit: sel-sel tulang dewasa
(c). Osteoklas : sel-sel penghancur tulang
(b). Osteosit: sel-sel tulang dewasa
(c). Osteoklas : sel-sel penghancur tulang
Foto struktur bagian dalam tulang
Berdasarkan matriksnya tulang dibedakan menjadi 2, yaitu:
1) Tulang Kompak
Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf.
Disekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur. Pada lamela terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers. Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit. Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers.
Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.
Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem Havers. Setiap sistem Havers terdiri dari saluran Havers (Canalis= saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan saraf.
Disekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan berlapis-lapis. Lamela adalah suatu zat interseluler yang berkapur. Pada lamela terdapat rongga-rongga yang disebut lacuna. Di dalam lacuna terdapat osteosit. Dari lacuna keluar menuju ke segala arah saluran-saluran kecil yang disebut canaliculi yang berhubungan dengan lacuna lain atau canalis Havers. Canaliculi penting dalam nutrisi osteosit. Di antara sistem Havers terdapat lamela interstitial yang lamella-lamelanya tidak berkaitan dengan sistem Havers.
Pembuluh darah dari periostem menembus tulang kompak melalui saluran volkman dan berhubungan dengan pembuluh darah saluran Havers. Kedua saluran ini arahnya saling tegak lurus. Dan tulang spons tidak mengandung sistem Havers.
2)
Tulang
Spons
Kegiatan
Individu
Lengkapi tabel tentang macam-macam jaringan pengikat, struktur, dan
fungsinya berikut ini!
|
No.
|
Nama Jaringan Pengikat
|
Jenis Serabut
|
Ciri Matriks dan Sel
|
Fungsi
|
|
1.
|
Jaringan ikat
longgar
|
|
|
|
|
2.
|
Jaringan ikat
padat
|
|
|
|
|
3.
|
Jaringan ikat
lemak
|
|
|
|
|
4.
|
Jaringan
tulang rawan
|
|
|
|
|
a.
|
Tulang rawan
hialin
|
|
|
|
|
b.
|
Tulang rawan
elastis
|
|
|
|
|
c.
|
Tulang rawan
fibrosa
|
|
|
|
|
5.
|
Jaringan
tulang
|
|
|
|
|
6.
|
Jaring darah
|
|
|
|
Jaringan otot:
A.
Karakteristik Umum
1.
Sel-sel otot, atau serat, bisa kontraksi dan terdiri dari tiga jenis utama.
III.
Jaringan
Otot
A. Jaringan otot rangka
1.
Kerangka otot terikat pada tulang dan dapat dikendalikan oleh upaya sadar
(sukarela).
2.
Sel (serat otot) dan silinder panjang, lurik, memiliki banyak inti dan kontrak
dari impuls saraf.
B. Jaringan otot polos
1.
Kekurangan jaringan otot polos striations, adalah berinti satu, dan terdiri
dari sel-sel berbentuk gelendong.
2.
Otot tak sadar ini ditemukan pada dinding organ internal, dan dalam saluran
pencernaan, pembuluh darah, dan kandung kemih.
C. jaringan sel otot jantung
1.
Jaringan otot jantung ditemukan hanya dalam jantung dan cabang terdiri dari
serat yang saling terhubung satu sama lain dengan interkalat disk.
2.
Otot tak sadar ini memiliki satu nukleus pada setiap sel, tetapi muncul lurik.
Modes of
Secretion
Secretory cells of
exocrine glands release their products into ducts in three different ways.
The mode of secretion can be classified as merocrine, apocrine, or
holocrine.
Cells that secrete
products via the merocrine method form membrane-bound secretory vesicles
internal to the cell. These are moved to the apical surface where the
vesicles coalesce with the membrane on the apical surface to release the
product. Most glands release their products in way.
Kegiatan Individu
Lengkapilah tabel macam-macam otot dan
ciri-cirinya berikut ini!
|
No.
|
Jenis Otot
|
Bentuk Sel
|
Jumlah dan Letak
inti sel
|
Cara Kerja
|
Letak Otot
|
|
1.
|
Otot Polos
|
|
|
|
|
|
2.
|
Otot Lurik
|
|
|
|
|
|
3.
|
Otot Jantung
|
|
|
|
|
IV.
Jaringan
Saraf
1.
Jaringan saraf ditemukan di otak, urat saraf tulang belakang, dan saraf.
2.
Neuron, atau sel-sel saraf, impuls saraf melakukan sementara sel penolong, atau
neuroglia, dukungan dan memupuk neuron.
Jaringan pada
tumbuhan
Jaringan pada tumbuhan dan hewan berbeda. Jenis-jenis jaringan pada tumbuhan antara lain: Jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan klorenkim, jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim, jaringan xylem,dan jaringan floem.
a. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah (mitosis) serta belum berdifferensiasi. Ada beberapa macam jaringan meristem, antara lain :
- Titik tumbuh, terdapat pada ujung batang, meristem ini menyebabkan tumbuh memanjang atau disebut juga tumbuh primer. Terdapat dua teori yang menjelaskan pertumbuhan ini. Yang pertama adalah teori histogen dari Hanstein yang menyatakan titik tumbuh terdiri dari dermatogens yang menjadi epidermis, periblem yang menjadi korteks, dan plerom yang akan menjadi silinder pusat. Teori kedua adalah teori Tunica-Corpus dari Schmidt yang menyatakan bahwa titik tumbuh terdiri atas Tunica yang fungsinya memperluas titik tumbuh, serta Corpus yang berdifferensiasi menjadi jaringan-jaringan.
- Perisikel (perikambium) merupakan tempat tumbuhnya cabang-cabang akar. Letaknya antara korteks dan silinder pusat.
- Kambium fasikuler (kambium primer). Kambium ini terdapat di antara Xilem dan floem pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Khusus pada tumbuhan monokotil, kambium hanya terdapat pada batang tumbuhan Agave dan Pleomele. Kambium fasikuler kea rah dalam membentuk Xilem dank e arah luar membentuk floem, sementara ke samping membentuk jaringan meristematis yang berfungsi memperluas kambium. Pertumbuhan oleh kambium ini disebut pertumbuhan sekunder
- Kambium sekunder (kambium gabus/ kambium felogen), kambium ini terdapat padapermukaan batang atau akar yang pecah akibat pertumbuhan sekunder. Kambium gabus kea rah luar membentu sel gabus pengganti epidermis dank e arah dalam membentuk sel feloderm hidup. Kambium inilah yang menyebabkan terjadinya lingkar tahun pada tumbuhan.
- Parenkim yang meristematis terdapat pada beberapa batang pohon palm raja.
b. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya berdinding selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh tumbuhan. Ciri-ciri khas jaringan ini adalah sel-selnya berukuran besar, berdinding tipis dan susunannya renggang sehingga banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar. Jaringan ini
terletak
Pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah, serta di antara Xilem dan
floem. Adapun fungsi jaringan parenkim antara lain :
-
Sebagai pengisi tubuh
- Tempat menyimpan cadangan makanan
- Parenkim yang berklorofil berfungsi sebagai tempat fotosintesis
Jaringan ini dibagi dua, yang pertama adalah parenkim yang berada di daun, disebut mesofil. Mesofil yang berbentuk panjang disebut palisade, sedangkan yang berbentuk bulat disebut jaringan spons. Jenis jaringan parenkim yang kedua adalah jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun, disebut klorenkim.
- Tempat menyimpan cadangan makanan
- Parenkim yang berklorofil berfungsi sebagai tempat fotosintesis
Jaringan ini dibagi dua, yang pertama adalah parenkim yang berada di daun, disebut mesofil. Mesofil yang berbentuk panjang disebut palisade, sedangkan yang berbentuk bulat disebut jaringan spons. Jenis jaringan parenkim yang kedua adalah jaringan parenkim berklorofil yang letaknya tidak di daun, disebut klorenkim.
Gambar Sel parenkima (a) dan kolenkima (b).

c. jaringan epidermis
Jaringan epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh sebelah luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel. Jaringan epidermis umumnya tidak berklorofil, kecuali pada epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar stomata. Fungsi jaringan epidermis antara lain :
- Pelindung, tidak dapat ditembus air dari luar, kecuali akar yang muda.
- Peresap air dan mineral pada akar yang muda. Oleh karena itu akar-akar yang muda epidermisnya diperluas dengan tonjolan-tonjolan yang disebut bulu akar.
- Untuk penguapan air yang berlebiha. Bisa melalui evaporasi atau gutasi
- Tempat difusi O2 dan CO2 sewaktu respirasi, terjadi pada epidermis yang permukaannya bergabus
Epidermis memiliki beberapa struktur khas sebagai berikut :
- Stomata (mulut daun), yaitu lubang pada lapisan epidermis daun. Sekitar stomata terdapat sel yang berklorofil disebut sel penutup. Stomata berfungsi sebagai tempat masuknya CO2 dan keluarnya O2 sewaktu berfotosintesis. Selai itu stomata juga berfungsi untuk penguapan air
Gambar Stomata
daun
- Trichoma, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan luar dari epidermis daun dan batang. Berfungsi untuk menahan penguapan air.
- Bulu-bulu akar, yaitu rambut-rambut yang tumbuh pada permukaan akar yang dapat diresapi oleh larutan garam-garam tanah.
d. Jaringan Kolenkim
jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup yang memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada sudut-sudutnya. Jaringan ini biasanya berkelompok membentu untaian atau silinder. Jaringan ini terletak pada bagian terluar batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong dan memperkuat organ.
e. Jaringan Sklerenkim
Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara xylem dan floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan buah berupa sklereida
Sklerenkim ada dua jenis, yaitu berbentuk fiber (serat) misalnya rami, dan slereida pada kulit kacang atau kulit biji. Fungsi jaringan sklerenkim adalah sebagai alat penyokong dan pelindung.

Gambar . Serat
(a) dan sklereid (b) yang merupakan jaringan sklerenkima.f. Jaringan Xilem
Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
- Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang
- Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing
- Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal
Gambar . Xilem (a) dan floem (b)
g. Jaringan Floem
Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut,
- Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
- Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat
- Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal
- Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal.


Cross-section of
a dicot root. Note the X-shaped xylem (in the lower left corner of the picture)
of the root of Ranunculus (dicot). The above image (left) is cropped from

KENAPA HANYA
TUMBUHAN DIKOTIL YANG BISA DICANGKOK ?
Dalam kenyataannya, hanya tumbuhan dikotil saja yang dapat dicangkok. Kenapa? Alangkah baiknya kita meninjau struktur batangnya.
Struktur batang tumbuhan dikotil dan monokotil berbeda, adapun perbedaannya antara lain :
1. Berkas pembuluh pada tumbuhan
dikotil teratur. Floem terletak di bagian luar pembuluh dan xylem terdapat di
bagian dalam pembuluh, di antara dua bagian ini terdapat kambium yang meripakan
jaringan meristematis sekunder. Sedangkan pada tumbuhan monokotil berkas
pembuluhnya menyebar. Xylem dan floemnya berdekatan tapi menyebar di seluruh
bagian.
2. Batang dikotil memiliki kambium
untuk pertumbuhan sekunder (membesar / melebar) sedangkan tumbuhan monokotil
tidak.
Dua hal di ataslah yang menyebabkan
hanya tumbuhan dikotil yang bisa dicangkok. Mencangkok memerlukan
sususnan batang yang teratur. Saat mencangkok jaringan floem dihilangkan agar
zat makanan hasil fotosintesis terhenti di daerah pemotongan dan merangsang
pertumbuhan akar. Selain itu juga dibutuhkan kambium yang merupakan jaringan
meristematis untuk pertumbuhan sekunder.












